Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Perkembangan Ekonomi Digital dan Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kuliner di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Fransiscus Nicodemus Naiola; Melda Mariana Poeh; Agnes Kidi Beda Mudamakin
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jdqjs554

Abstract

Perkembangan ekonomi digital memberikan banyak kemudahan bagi pelaku UMKM, termasuk UMKM kuliner. Dengan adanya teknologi seperti media sosial, aplikasi jual beli, dan sistem pembayaran digital, UMKM bisa menjangkau lebih banyak konsumen. Salah satu sistem pembayaran digital yang kini banyak digunakan adalah QRIS, yaitu kode QR standar nasional yang memudahkan konsumen membayar hanya dengan memindai satu kode, tanpa uang tunai. Penggunaan QRIS diyakini dapat meningkatkan penjualan dan pendapatan UMKM karena transaksi menjadi lebih cepat dan praktis. Namun, belum banyak penelitian yang mengukur seberapa besar pengaruh ekonomi digital dan penggunaan QRIS terhadap pendapatan UMKM, terutama di Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perkembangan ekonomi digital dan penggunaan QRIS berpengaruh terhadap pendapatan UMKM kuliner. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk melihat seberapa besar pengaruh masing-masing faktor terhadap peningkatan pendapatan.
Pengaruh Perencanaan, Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa Terhadap Potensi Pencapaian Tujuan SDGs Desa (Studi Kasus di Desa Naiola Timur) Maria Yunita Kosat; Fransiskus Marlon Reu; Agnes Kidi Beda Mudamakin
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 9 No. 4 (2025): Artikel Riset Oktober 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/owner.v9i4.2809

Abstract

This study aims to analyze the influence of planning, transparency, and accountability in village fund management on the achievement of Village SDGs in Naiola Timur Village. The background of this study is based on the condition that, despite Naiola Timur Village receiving village funds every year, its status is still classified as an underdeveloped village, and the implementation of SDG support programs is not yet optimal. The research population comprises the entire community of Naiola Timur Village, with a sample of 60 respondents selected through purposive sampling, consisting of village officials, BPD representatives, community leaders, and beneficiaries. The research used a quantitative approach with multiple linear regression assisted by SPSS. After adjusting the data by removing outliers to meet the assumption of normality, the results showed that planning and accountability had a significant positive effect on the achievement of village SDGs, while transparency had no significant effect. Simultaneously, all three variables were found to have a significant effect on the achievement of village SDGs. These findings emphasize the importance of participatory, accountable, and targeted village fund management as a prerequisite for achieving sustainable village development, and provide empirical evidence on how village fund management practices can influence the implementation of SDGs at the local level.
KAJIAN KINERJA KEUANGAN EMITEN RITEL DI BURSA EFEK INDONESIA DI TENGAH MENINGKATNYA TRANSAKSI BELANJA DIGITAL 2023-2024 Agnes Kidi Beda Mudamakin; Tiffany Natalia Petronela Gah
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1469

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi keuangan 12 emiten sektor ritel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2023–2024, dengan mempertimbangkan pergeseran perilaku belanja masyarakat pasca pandemi Covid-19 dari metode konvensional ke platform digital. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan mengandalkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Penilaian dilakukan menggunakan sejumlah rasio keuangan yang meliputi aspek profitabilitas (Net Profit Margin/NPM dan Return on Assets/ROA), likuiditas (Current Ratio/CR dan Quick Ratio/QR), solvabilitas (Debt to Equity Ratio/DER), serta aktivitas (Total Asset Turnover/TATO). Temuan studi memperlihatkan bahwa seluruh perusahaan mencatatkan nilai NPM (<20%) dan ROA (<30%) di bawah tolok ukur industri, yang mengindikasikan bahwa performa profitabilitas belum mencapai level yang optimal. Dari sisi likuiditas, hanya dua perusahaan yang berhasil memenuhi standar CR (≥2×) dan tiga perusahaan memenuhi standar QR (≥1,5×), sementara sembilan perusahaan lainnya terindikasi rentan terhadap gangguan likuiditas. Pada dimensi solvabilitas, tiga perusahaan menunjukkan komposisi modal yang sehat dengan DER (≤80%), sedangkan sembilan perusahaan lainnya tercatat memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pendanaan eksternal berupa utang. Adapun dari aspek aktivitas (TATO), hanya tiga perusahaan yang dinilai efisien (≥2×), sementara perusahaan lainnya belum mampu mengoptimalkan penggunaan asetnya secara maksimal. Secara umum, sebagian besar perusahaan ritel yang diteliti belum memenuhi tolok ukur industri pada keempat dimensi tersebut. Hasil ini menekankan urgensi penerapan strategi adaptasi yang lebih inovatif dan agresif guna menghadapi persaingan dengan platform e-commerce, yang saat ini telah menjadi kanal belanja dominan di kalangan konsumen pascapandemi.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. ASTRA AGRO LESTARI TBK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021-2024 Tiffany Natalia Petronela Gah; Agnes Kidi Beda Mudamakin
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk dengan menggunakan analisis rasio keuangan, yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan selama periode 2021 hingga 2024, yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan secara dokumentatif dan fokus pada evaluasi kondisi keuangan perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis dan ekonomi selama kurun waktu tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio likuiditas dan solvabilitas perusahaan tergolong baik dan sebagian besar berada di atas standar industri. Hal ini mencerminkan kemampuan PT Astra Agro Lestari Tbk dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang, serta struktur keuangan yang stabil dan konservatif, namun rasio profitabilitas perusahaan menunjukkan tren penurunan, terutama pada Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA), yang mengindikasikan penurunan efisiensi perusahaan dalam mengelola modal dan aset untuk menghasilkan laba. Dengan demikian, meskipun kinerja keuangan perusahaan secara umum tergolong stabil dan sehat dari sisi likuiditas dan solvabilitas, terdapat tantangan dalam aspek profitabilitas yang perlu mendapat perhatian serius. Perusahaan perlu melakukan evaluasi strategi operasional, pengendalian biaya, dan pemanfaatan aset agar dapat meningkatkan efisiensi dan laba secara berkelanjutan.
KAJIAN KINERJA KEUANGAN EMITEN RITEL DI BURSA EFEK INDONESIA DI TENGAH MENINGKATNYA TRANSAKSI BELANJA DIGITAL 2023-2024 Agnes Kidi Beda Mudamakin; Tiffany Natalia Petronela Gah
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1469

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi keuangan 12 emiten sektor ritel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2023–2024, dengan mempertimbangkan pergeseran perilaku belanja masyarakat pasca pandemi Covid-19 dari metode konvensional ke platform digital. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan mengandalkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Penilaian dilakukan menggunakan sejumlah rasio keuangan yang meliputi aspek profitabilitas (Net Profit Margin/NPM dan Return on Assets/ROA), likuiditas (Current Ratio/CR dan Quick Ratio/QR), solvabilitas (Debt to Equity Ratio/DER), serta aktivitas (Total Asset Turnover/TATO). Temuan studi memperlihatkan bahwa seluruh perusahaan mencatatkan nilai NPM (<20%) dan ROA (<30%) di bawah tolok ukur industri, yang mengindikasikan bahwa performa profitabilitas belum mencapai level yang optimal. Dari sisi likuiditas, hanya dua perusahaan yang berhasil memenuhi standar CR (≥2×) dan tiga perusahaan memenuhi standar QR (≥1,5×), sementara sembilan perusahaan lainnya terindikasi rentan terhadap gangguan likuiditas. Pada dimensi solvabilitas, tiga perusahaan menunjukkan komposisi modal yang sehat dengan DER (≤80%), sedangkan sembilan perusahaan lainnya tercatat memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pendanaan eksternal berupa utang. Adapun dari aspek aktivitas (TATO), hanya tiga perusahaan yang dinilai efisien (≥2×), sementara perusahaan lainnya belum mampu mengoptimalkan penggunaan asetnya secara maksimal. Secara umum, sebagian besar perusahaan ritel yang diteliti belum memenuhi tolok ukur industri pada keempat dimensi tersebut. Hasil ini menekankan urgensi penerapan strategi adaptasi yang lebih inovatif dan agresif guna menghadapi persaingan dengan platform e-commerce, yang saat ini telah menjadi kanal belanja dominan di kalangan konsumen pascapandemi.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. ASTRA AGRO LESTARI TBK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021-2024 Tiffany Natalia Petronela Gah; Agnes Kidi Beda Mudamakin
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan PT Astra Agro Lestari Tbk dengan menggunakan analisis rasio keuangan, yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan selama periode 2021 hingga 2024, yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan secara dokumentatif dan fokus pada evaluasi kondisi keuangan perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis dan ekonomi selama kurun waktu tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio likuiditas dan solvabilitas perusahaan tergolong baik dan sebagian besar berada di atas standar industri. Hal ini mencerminkan kemampuan PT Astra Agro Lestari Tbk dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang, serta struktur keuangan yang stabil dan konservatif, namun rasio profitabilitas perusahaan menunjukkan tren penurunan, terutama pada Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA), yang mengindikasikan penurunan efisiensi perusahaan dalam mengelola modal dan aset untuk menghasilkan laba. Dengan demikian, meskipun kinerja keuangan perusahaan secara umum tergolong stabil dan sehat dari sisi likuiditas dan solvabilitas, terdapat tantangan dalam aspek profitabilitas yang perlu mendapat perhatian serius. Perusahaan perlu melakukan evaluasi strategi operasional, pengendalian biaya, dan pemanfaatan aset agar dapat meningkatkan efisiensi dan laba secara berkelanjutan.
ANALISIS ASET TERBENGKALAI TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Eugenia Hendrini P. Tanan; Agnes Kidi Beda Mudamakin
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1476

Abstract

Dalam pengelolaan aset daerah, keberadaan aset terbengkalai menjadi sebuah masalah yang signifikan di berbagai daerah termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Aset yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi dampak yang besar, terutama dalam pendapatan daerah. Seberapa pengaruh aset Terbengkalai mempengaruhi pendapatan daerah, aset yang dimaksud dalam judul ini adalah aset bangunandi Nusa Tenggara Timur yang tidak terpakai atau tidak berfungsi lagi. Faktor penyebab mengapa aset Terbengkalai seperti kurangnya perencanaan yang matang, alokasi anggaran yang tidak memadai, atau kurangnya keahlian dalam pengelolaan aset tersebut. Berdasarkan uraian diatas maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aset terbengkalai terhadap pendapatan asli daerah?”. Dengan tujuan adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan dari aset Terbengkalai terhadap pendapatan asli daerah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan menggunakan metode penalaran berfikir secara deduktif yaitu menguraikan hal-hal yang bersifat umum kemudian menarik suatu kesimpulan yang bersifat khusus sesuai dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Objek penelitian ini adalah pada Aset Terbengkalai milik pemerintah daerah di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset terbengkalai, seperti Monumen Gedung Pancasila, memberikan dampak negatif terhadap PAD karena potensi penerimaan dari sektor pariwisata, sewa, maupun aktivitas ekonomi masyarakat sekitar tidak terealisasi. Selain itu, aset terbengkalai menimbulkan beban tambahan berupa biaya pemeliharaan dan pengamanan. Kondisi ini memperlihatkan adanya inefisiensi tata kelola aset daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan aset terbengkalai berimplikasi langsung maupun tidak langsung terhadap rendahnya kinerja PAD di Provinsi NTT. Optimalisasi pemanfaatan aset terbengkalai melalui perbaikan regulasi, koordinasi lintas instansi, serta strategi pemanfaatan jangka panjang, seperti kemitraan public private partnership (PPP), diperlukan agar aset dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
ANALISIS ASET TERBENGKALAI TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Eugenia Hendrini P. Tanan; Agnes Kidi Beda Mudamakin
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1476

Abstract

Dalam pengelolaan aset daerah, keberadaan aset terbengkalai menjadi sebuah masalah yang signifikan di berbagai daerah termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Aset yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi dampak yang besar, terutama dalam pendapatan daerah. Seberapa pengaruh aset Terbengkalai mempengaruhi pendapatan daerah, aset yang dimaksud dalam judul ini adalah aset bangunandi Nusa Tenggara Timur yang tidak terpakai atau tidak berfungsi lagi. Faktor penyebab mengapa aset Terbengkalai seperti kurangnya perencanaan yang matang, alokasi anggaran yang tidak memadai, atau kurangnya keahlian dalam pengelolaan aset tersebut. Berdasarkan uraian diatas maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aset terbengkalai terhadap pendapatan asli daerah?”. Dengan tujuan adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan dari aset Terbengkalai terhadap pendapatan asli daerah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan menggunakan metode penalaran berfikir secara deduktif yaitu menguraikan hal-hal yang bersifat umum kemudian menarik suatu kesimpulan yang bersifat khusus sesuai dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Objek penelitian ini adalah pada Aset Terbengkalai milik pemerintah daerah di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset terbengkalai, seperti Monumen Gedung Pancasila, memberikan dampak negatif terhadap PAD karena potensi penerimaan dari sektor pariwisata, sewa, maupun aktivitas ekonomi masyarakat sekitar tidak terealisasi. Selain itu, aset terbengkalai menimbulkan beban tambahan berupa biaya pemeliharaan dan pengamanan. Kondisi ini memperlihatkan adanya inefisiensi tata kelola aset daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan aset terbengkalai berimplikasi langsung maupun tidak langsung terhadap rendahnya kinerja PAD di Provinsi NTT. Optimalisasi pemanfaatan aset terbengkalai melalui perbaikan regulasi, koordinasi lintas instansi, serta strategi pemanfaatan jangka panjang, seperti kemitraan public private partnership (PPP), diperlukan agar aset dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.