Musfa Hengki
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Adat atas Wanprestasi Nafkah di Kota Solok sebagai Penegakan Hukum Berbasis Komunitas untuk Menambal Celah Keadilan Musfa Hengki; Sri Yunarti; Farida Arianti; Zulkifli Zulkifli; Nofialdi Nofialdi
AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : IDRIS Darulfunun Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58764/j.im.2026.7.155

Abstract

This study aims to analyze legal protection for ex-wives due to default on post-divorce maintenance in Solok City using a local wisdom approach. The main issue raised is the weak execution of court decisions regarding iddah, mut'ah, and madliyah maintenance, and how Minangkabau customary mechanisms can address this gap. The research method used was qualitative field research. Data were collected through observation, review of decision documents, and in-depth interviews with ex-wives, Religious Court judges, and traditional leaders such as Ninik Mamak and Bundo Kanduang. The results indicate that the implementation of post-divorce maintenance in Solok City is not optimal. Many ex-wives do not file maintenance claims in order to expedite the divorce process, while existing decisions are often not executed by ex-husbands. Formal legal protection is available through instruments such as withholding of divorce certificates, but local wisdom-based protection through mediation by Ninik Mamak and the role of Bundo Kanduang has not been fully utilized. Key inhibiting factors include the ex-husband's low economic status, lack of legal awareness, and limited asset evidence during court proceedings. Conversely, the strength of formal legal structures and the customary values of "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" are key supporting factors in strengthening women's rights after divorce in Solok City.
Perlindungan Adat atas Wanprestasi Nafkah di Kota Solok sebagai Penegakan Hukum Berbasis Komunitas untuk Menambal Celah Keadilan Musfa Hengki; Sri Yunarti; Farida Arianti; Zulkifli Zulkifli; Nofialdi Nofialdi
AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : IDRIS Darulfunun Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58764/j.im.2026.7.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi mantan istri akibat wanprestasi pembayaran nafkah pasca perceraian di Kota Solok melalui pendekatan kearifan lokal. Masalah utama yang diangkat adalah lemahnya eksekusi putusan pengadilan terkait nafkah iddah, mut’ah, dan madliyah, serta bagaimana mekanisme adat Minangkabau dapat menutupi celah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, studi dokumen putusan, dan wawancara mendalam dengan mantan istri, hakim Pengadilan Agama, serta tokoh adat seperti Ninik Mamak dan Bundo Kanduang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan nafkah pasca perceraian di Kota Solok belum berjalan optimal. Banyak mantan istri tidak mengajukan tuntutan nafkah demi mempercepat proses perceraian, sementara putusan yang ada sering kali tidak dieksekusi oleh mantan suami. Perlindungan hukum formal telah tersedia melalui instrumen seperti penahanan akta cerai, namun perlindungan berbasis kearifan lokal melalui mediasi Ninik Mamak dan peran Bundo Kanduang belum dimanfaatkan secara maksimal. Faktor penghambat utama meliputi kondisi ekonomi mantan suami yang rendah, kurangnya kesadaran hukum, serta minimnya bukti aset saat persidangan. Sebaliknya, kuatnya struktur hukum formal dan nilai-nilai adat "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" menjadi faktor pendukung utama untuk memperkuat hak-hak perempuan pasca perceraian di Kota Solok.