Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KEPEMIMPINAN KHULAFAUR RASYIDIN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH ISLAM Muhammad Fakhriz Zaman; Kholid Mawardi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.600

Abstract

Penelitian ini membahas sistem politik dan pemerintahan Islam pada masa Khulafaur Rasyidin yang meliputi kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem politik, mekanisme pergantian kepala negara, perkembangan administrasi pemerintahan, militer, pengelolaan ghanimah, serta konflik politik dan teologi pada masa Khulafaur Rasyidin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan sumber sejarah Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemerintahan pada masa Khulafaur Rasyidin dibangun berdasarkan prinsip keadilan, musyawarah (syura), amanah, dan kemaslahatan umat. Sistem pergantian kepemimpinan dilakukan secara dinamis melalui musyawarah, penunjukan, dan baiat umat. Selain itu, masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin juga menunjukkan perkembangan penting dalam bidang administrasi negara, militer, ekonomi, serta kodifikasi Al-Qur’an melalui Mushaf Utsmani. Konflik politik pada masa akhir pemerintahan juga menjadi awal munculnya berbagai aliran politik dan teologi dalam Islam.
Sejarah dan Dinamika Perkembangan Islam di Filipina dan Thailand: Studi Komparatif Komunitas Muslim Minoritas di Asia Tenggara Mochammad Fauzan Khoeri; Kholid Mawardi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.658

Abstract

Islam merupakan salah satu agama yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan peradaban Asia Tenggara. Meskipun mayoritas kajian Islam Asia Tenggara berfokus pada negara-negara dengan populasi Muslim mayoritas, perkembangan Islam di negara-negara dengan komunitas Muslim minoritas seperti Filipina dan Thailand juga memiliki dinamika yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses masuk dan perkembangan Islam di Filipina dan Thailand serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi dinamika kehidupan umat Islam di kedua negara tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk menginterpretasikan berbagai informasi yang diperoleh dari sumber-sumber literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam di Filipina dan Thailand berkembang melalui jalur perdagangan, dakwah, pendidikan, dan interaksi budaya yang berlangsung secara damai. Perkembangan Islam di Filipina ditandai oleh keberadaan Kesultanan Sulu dan Maguindanao serta perjuangan masyarakat Moro dalam mempertahankan identitas keislamannya. Sementara itu, perkembangan Islam di Thailand berpusat di Pattani dan didukung oleh peran pendidikan Islam dalam menjaga identitas Melayu-Muslim. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Islam di kedua negara dipengaruhi oleh kondisi historis, politik, dan budaya yang berbeda sehingga menghasilkan dinamika yang khas dalam konteks Islam Asia Tenggara.
DEKONSTRUKSI KEJAYAAN DINASTI TURKI USMANI: ANALISIS KRITIS ATAS FAKTOR KEBANGKITAN DAN KEMUNDURAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH ISLAM Siti Anisah; Kholid Mawardi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.663

Abstract

Dinasti Turki Usmani merupakan salah satu peradaban Islam terbesar yang memiliki pengaruh signifikan dalam bidang politik, militer, ekonomi, sosial, dan kebudayaan selama lebih dari enam abad. Narasi sejarah yang berkembang sering kali menempatkan kejayaan dan kemunduran Turki Usmani dalam kerangka yang bersifat linier dan normatif, sehingga diperlukan kajian yang lebih kritis untuk memahami kompleksitas faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Artikel ini bertujuan untuk mendekonstruksi konsep kejayaan dinasti Turki Usmani melalui analisis kritis terhadap faktor-faktor kebangkitan dan kemundurannya dalam perspektif sejarah Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan historis-kritis melalui penelaahan berbagai literatur, artikel ilmiah, dan sumber sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebangkitan dinasti Turki Usmani tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer dan ekspansi wilayah, tetapi juga oleh kepemimpinan yang visioner, sistem administrasi yang efektif, toleransi terhadap keragaman masyarakat, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika politik regional dan global. Sementara itu, kemunduran dinasti dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensional, seperti lemahnya kualitas kepemimpinan, krisis ekonomi, korupsi birokrasi, stagnasi ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatnya intervensi negara-negara Eropa, serta munculnya gerakan nasionalisme di wilayah kekuasaannya. Dekonstruksi terhadap narasi kejayaan dan kemunduran menunjukkan bahwa perjalanan sejarah Turki Usmani merupakan proses yang kompleks, dinamis, dan tidak dapat dijelaskan hanya melalui satu faktor tunggal. Oleh sebab itu, pemahaman yang komprehensif terhadap sejarah Turki Usmani dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan studi sejarah Islam yang lebih kritis, objektif, kontekstual.
DIALEKTIKA ISLAM DAN MODERNITAS BARAT: ANALISIS HISTORIS ATAS RESPON CENDEKIAWAN MUSLIM DAN TRANSFORMASI SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT ISLAM Elda Pradana Tika; Kholid Mawardi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.668

Abstract

Modernitas Barat yang berkembang sejak abad ke-19 tidak hanya menghadirkan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sistem sosial, tetapi juga membawa konstruksi nilai seperti rasionalitas sekuler, individualisme, dan kebebasan berpikir yang memengaruhi struktur pemahaman keagamaan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan analisis isi untuk menelusuri respons cendekiawan Muslim serta implikasinya terhadap perubahan sosial-keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi Islam dan modernitas tidak bersifat linear, melainkan berlangsung dalam pola dialektis dari konfrontasi menuju negosiasi peradaban. Respons intelektual Muslim terbagi dalam tiga kecenderungan utama, yaitu reformisme, revivalisme, dan sintesis integratif, yang mencerminkan dinamika perebutan otoritas epistemologis dalam mendefinisikan makna kemajuan. Pada tingkat sosial, modernitas tidak menghapus agama, tetapi mentransformasikan bentuk, medium, dan struktur praktik keberagamaan melalui digitalisasi dan globalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernitas Islam merupakan hasil dari proses reinterpretasi dan adaptasi kreatif yang memungkinkan Islam tetap relevan sebagai sistem nilai dalam menghadapi perubahan zaman.
KONSTRUKSI PERADABAN ISLAM DI SPANYOL: STUDI KRITIS TERHADAP DINAMIKA POLITIK, KEILMUAN, DAN KEBUDAYAAN ANDALUSIA Muhammad Subkhan; Kholid Mawardi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.672

Abstract

Artikel ini membahas Islam di Spanyol atau Andalusia melalui perspektif Studi Kritis Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam di Spanyol tidak hanya membentuk kekuasaan politik, tetapi juga melahirkan peradaban penting dalam bidang ilmu pengetahuan, arsitektur, sastra, dan relasi sosial. Namun, narasi kejayaan Andalusia perlu dibaca secara kritis karena di dalamnya terdapat konflik politik, perpecahan internal, dan konstruksi historiografis modern.
ISLAM MASA TURKI USMANI: ANALISIS KRITIS TERHADAP PERKEMBANGAN POLITIK, SOSIAL, DAN KEBUDAYAAN Sofwatul Khasna; Kholid Mawardi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.678

Abstract

Turki Usmani merupakan salah satu kekhalifahan Islam terbesar yang pernah berdiri dalam sejarah dunia. Berdiri sejak akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-20, Turki Usmani berhasil menguasai wilayah yang membentang dari Asia Barat, Afrika Utara, hingga Eropa Timur. Keberhasilan tersebut menjadikan Turki Usmani sebagai pusat kekuatan politik dan peradaban Islam selama lebih dari enam abad. Artikel ini bertujuan menganalisis secara kritis perkembangan politik, sosial, dan kebudayaan Islam pada masa Turki Usmani. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur dan artikel ilmiah terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejayaan Turki Usmani tidak hanya ditopang oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh sistem pemerintahan yang terorganisasi, integrasi sosial masyarakat multietnis, serta perkembangan seni dan arsitektur Islam. Namun, dominasi militer yang berlebihan, stagnasi intelektual, serta ketidakmampuan menghadapi modernisasi Barat menjadi faktor utama kemunduran kekhalifahan ini. Oleh karena itu, studi tentang Turki Usmani memberikan pelajaran penting mengenai hubungan antara kekuasaan politik, dinamika sosial, dan kemajuan peradaban Islam.
TRANSFORMASI PERADABAN ISLAM PADA MASA DINASTI UMAYYAH: PERKEMBANGAN POLITIK, EKONOMI, SOSIAL-KEAGAMAAN DAN GERAKAN OPOSISI Nur Aflakhati; Kholid Mawardi
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 6 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i6.679

Abstract

Dinasti Umayyah merupakan salah satu periode penting dalam sejarah peradaban Islam karena menjadi awal berkembangnya sistem pemerintahan monarki dalam dunia Islam serta membawa perubahan besar dalam bidang politik, ekonomi, administrasi pemerintahan, sosial, dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi peradaban Islam pada masa Dinasti Umayyah dengan fokus pada perkembangan politik, ekonomi dan administrasi pemerintahan, perkembangan sosial-keagamaan, serta gerakan oposisi terhadap pemerintahan Umayyah. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai jurnal nasional dan internasional lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Umayyah berhasil membangun sistem birokrasi pemerintahan yang lebih modern, memperluas wilayah kekuasaan Islam, serta memperkuat ekonomi negara melalui reformasi administrasi dan perdagangan internasional. Di sisi lain, dominasi elite Arab, diskriminasi terhadap kelompok mawali, dan konflik legitimasi politik memunculkan berbagai gerakan oposisi seperti Syiah, Khawarij, dan Abbasiyah yang akhirnya menyebabkan runtuhnya Dinasti Umayyah pada tahun 750 M. Dengan demikian, Dinasti Umayyah tidak hanya menjadi simbol kejayaan politik Islam, tetapi juga memperlihatkan dinamika sosial-politik yang kompleks dalam sejarah peradaban Islam klasik.