Siti Zaleha
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI BELANDA: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM MULTIKULTURALISME Muharrani Muharrani; Herlini Puspika Sari; Renny Rahmalia; Siti Zaleha
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v14i2.1877

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada tantangan serta peluang kebijakan pendidikan Islam di tengah masyarakat multikultural Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka (literature review) dengan mengulas beberapa artikel yang ditemukan. Pendekatan yang digunakan yaitu kriteria inklusi dan eksklusi melalui pengamatan secara sistematis dalam artikel yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam di Belanda harus mampu menjembatani nilai-nilai agama dengan masyarakat yang multikulturalisme. Salah satu tantangan utama adalah ketiadaan standar kurikulum yang konsisten dan banyak guru Islam di Belanda yang kurang memiliki kualifikasi khusus dalam pendidikan Islam sehingga mempengaruhi kualitas pengajaran dan transmisi nilai-nilai agama. Namun demikian, pendidikan Islam di Belanda juga menawarkan peluang signifikan. Pengayaan budaya melalui pendidikan Islam dapat meningkatkan komunikasi antarbudaya, mengurangi prasangka, dan membangun toleransi di antara komunitas yang berbeda. Kebebasan dalam mengatur kurikulum membuka peluang untuk inovasi pendidikan yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan keterampilan hidup yang relevan dalam masyarakat modern. Kolaborasi antar komunitas dan pengembangan karakter multikultural melalui pendidikan Islam dapat memperkuat ikatan sosial dan membentuk generasi muda yang inklusif, toleran, dan siap berkontribusi positif dalam masyarakat global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, pendidikan Islam di Belanda memiliki potensi besar untuk beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan multikultural.
The Implications of Information Technology Use from a Self-Awareness Perspective on The Development of Students' Islamic Morality Siti Zaleha; Khairunnas Rajab; Yulita Kurniawaty Asra
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v7i1.1524

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak pemanfaatan teknologi terhadap pembentukan akhlak siswa SMA dengan menempatkan kesadaran diri sebagai variabel tinjauan utama. Di tengah meningkatnya ketergantungan remaja pada perangkat digital yang memengaruhi dinamika moral dan karakter, kesadaran diri diidentifikasi sebagai penentu arah pengaruh teknologi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunaka angket. Data dianalisis melalui regresi linear berganda untuk menilai kontribusi penggunaan teknologi dan kesadaran diri terhadap pembentukan akhlak. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan teknologi memiliki implikasi signifikan terhadap pembentukan akhlak, namun pengaruh tersebut dipengaruhi oleh tingkat kesadaran diri peserta didik. Semakin tinggi kesadaran diri, semakin positif arah pembentukan akhlak meskipun intensitas penggunaan teknologi tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan karakter antara literasi digital dan penguatan karakter di sekolah.
RELEVANSI METODE PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH ARUS DIGITALISASI GLOBAL Siti Zaleha; Muharrani
Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): EDISI JULI-DESEMBER 2025
Publisher : STIT Hamzah Al Fansuri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63911/je14yz73

Abstract

The development of information and communication technology has brought the world into an era of global digitalization that affects various aspects of life, including education. Islamic education as a system that emphasizes the formation of morals, spirituality, and intellectuality, faces challenges as well as opportunities in the ever-growing digital flow. This study uses a qualitative descriptive approach with a literature review method. Data collection was carried out by collecting and analyzing various relevant scientific sources, including journals, books, and academic articles. The results of this study indicate that 1) The relevance of Islamic education methods in the digital era is highly dependent on the ability to adapt and innovate in order to remain effective and in accordance with the times. 2) Synergy is needed between technology and Islamic values ​​so that Islamic education remains alive, contextual, and effective