Renny Rahmalia
Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS GAMBARAN KESIAPAN MASUK SEKOLAH DASAR SISWA-SISWI TAMAN KANAK-KANAK DI PEKANBARU Lailatul Izzah; Riza Fitriana; Renny Rahmalia; Sepna Fanny Khairani; Indah Sarinah
JURNAL SENPLING MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/jsmi.v3i2.37

Abstract

This reasearch aims to analyze the readiness of students for elementary school at Pembina 1 Kindergarten in Pekanbaru. The subjects were 112 group B students aged 5–6 years. The instrument used was the Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST), which measures cognitive aspects, concentration, language, instruction comprehension, motor skills, and emotional regulation. The results showed that 74 children (66.07%) were ready for school, 14 children (12.50%) were unsure/less ready, and 24 children (21.43%) were not ready for school. These findings indicate that the majority of children have adequate school readiness, although some still require additional support. This study provides practical implications for teachers, parents, and policymakers in improving children's readiness for elementary school.
KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI BELANDA: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM MULTIKULTURALISME Muharrani Muharrani; Herlini Puspika Sari; Renny Rahmalia; Siti Zaleha
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v14i2.1877

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada tantangan serta peluang kebijakan pendidikan Islam di tengah masyarakat multikultural Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka (literature review) dengan mengulas beberapa artikel yang ditemukan. Pendekatan yang digunakan yaitu kriteria inklusi dan eksklusi melalui pengamatan secara sistematis dalam artikel yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam di Belanda harus mampu menjembatani nilai-nilai agama dengan masyarakat yang multikulturalisme. Salah satu tantangan utama adalah ketiadaan standar kurikulum yang konsisten dan banyak guru Islam di Belanda yang kurang memiliki kualifikasi khusus dalam pendidikan Islam sehingga mempengaruhi kualitas pengajaran dan transmisi nilai-nilai agama. Namun demikian, pendidikan Islam di Belanda juga menawarkan peluang signifikan. Pengayaan budaya melalui pendidikan Islam dapat meningkatkan komunikasi antarbudaya, mengurangi prasangka, dan membangun toleransi di antara komunitas yang berbeda. Kebebasan dalam mengatur kurikulum membuka peluang untuk inovasi pendidikan yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan keterampilan hidup yang relevan dalam masyarakat modern. Kolaborasi antar komunitas dan pengembangan karakter multikultural melalui pendidikan Islam dapat memperkuat ikatan sosial dan membentuk generasi muda yang inklusif, toleran, dan siap berkontribusi positif dalam masyarakat global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, pendidikan Islam di Belanda memiliki potensi besar untuk beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan multikultural.