Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS Andrian Dwi Dwi Putra; Arnold Kabangga; Nursyahran Nursyahran; Heriansah Heriansah; Is Arianto Pratama
Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB) Volume 3, Issue 2, 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/jrdb.v3i2.109

Abstract

Fish farming activities in ponds produce waste in the form of feed residues and metabolic products such as urine and feces. To minimize the accumulation of these residual nutrients, an Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) system is applied that combines organisms of different trophic levels: fed organisms (fish, shrimp), organic extractive organisms (sea cucumbers, shellfish, sea urchins), and inorganic extractive organisms (seaweed). This study aims to evaluate the influence of floating-bed-based integrated cultivation system on the survival and growth of kijing clams (Corbicula sp.). The experimental design used a Group Random Design (RAK) with nine units of experimental ponds at the People's Hatchery Unit (UPR) Sipurennu, Soppeng Regency, for 90 days. Three treatments were tested based on floating-bed moving time intervals: A (no displacement), B (10-day replacement), and C (20-day replacement). The main parameter observed was Absolute Weight Growth (PBM). The results showed that the highest PBM was found in treatment B (117.6 g), while the lowest was in treatment A (31.5 g). The ANOVA test showed significant differences between treatments (P<0.05), indicating that the frequency of displacement of extractive species affects the growth rate. In conclusion, the Integrated Agriculture-Aquaculture (IAA) system with a floating-bed model has a significant impact on the survival and growth of kijing mussels through the management of ecological utilization of aquaculture waste
Tinjauan Akademis Pengembangan Pokdakan Buhung Erasa sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Kepulauan Selayar Ahmad Sajjad; Is Arianto Pratama
Arborescent Journal Vol 3 No 3 (2026): Juni - September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i3.1696

Abstract

Budidaya rumput laut merupakan salah satu subsektor strategis perikanan budidaya yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir dan mendukung industri pengolahan hasil laut. Kelembagaan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) menjadi instrumen penting dalam memperkuat kapasitas teknis, akses pasar, dan keberlanjutan usaha melalui pendekatan partisipatif. Pokdakan Buhung Erasa di Desa Lantibongan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, merupakan contoh kelompok yang berkembang dari kelas Pemula menjadi kelas Madya dalam kurun waktu tiga tahun sejak didirikan pada 10 Juni 2020. Artikel tinjauan akademis ini bertujuan menganalisis perkembangan kelembagaan, kapasitas usaha, tantangan produksi, dan peran penyuluhan dalam mendukung keberlanjutan kelompok. Kajian menggunakan metode studi dokumen dengan sumber utama Profil Pokdakan Buhung Erasa Tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok yang beranggotakan 10 orang ini mengelola lahan budidaya seluas 20.000 m² dengan komoditas utama Eucheuma cottonii, Eucheuma spinosum, dan Gracilaria. Tantangan utama meliputi keterbatasan modal, risiko penyakit ice-ice, dan kerentanan lingkungan, namun kelompok menunjukkan kapasitas adaptif yang baik melalui dukungan penyuluhan dan bantuan pemerintah.