Nor Aida
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Civic Engagement Siswa Melalui Pelibatan Aktif Dalam Program Sosial-Kultural Desa Semangat Dalam Sigit Triyono; Said M. Ragil Al Bahasyim; Nurul Hidayahe; Rezky Anisa; Riska Aulia; Nor Aida; Nor Andini; Rahmawati Rahmawati; Erischa Marsela; Muhammad Azriel Akbar
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.27540

Abstract

Education plays a strategic role in fostering civic engagement among students as a form of awareness and active involvement in social and community life. However, learning in schools still tends to focus on academic aspects, so that students' social experiences have not developed optimally. This study aims to describe efforts to increase student civic engagement through active involvement in socio-cultural programs in Semangat Dalam Village. The study uses a qualitative approach with a descriptive qualitative method to gain an in-depth understanding of the processes, experiences, and interactions of students in the village's socio-cultural activities. Data collection techniques were carried out through observation, direct participation, and documentation of activities. The results show that student involvement in socio-cultural activities, particularly participatory environmental and waste management programs, can increase students' social awareness, environmental concern, and responsibility towards their community. Students showed enthusiasm and active participation in activities, which was reflected in behavioral changes in maintaining environmental cleanliness and involvement in social activities. In addition, direct interaction with the village community provided contextual experiences that strengthened their understanding of the values of citizenship, cooperation, and mutual assistance. These findings indicate that village socio-cultural programs can be an effective vehicle for contextual learning in building sustainable civic engagement among students.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER (CAI) UNTUK MENGATASI MASALAH ASYNCHRONOUS DEVELOPMENT PADA ANAK USIA DINI DI TK Yuli Asari; Nor Aida; Ni Komang Ayu Ardinasari; Miftah Nur Hidayah; Celia Cinantya; Fadilatul Fitria
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 6, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jikad.v6i2.19446

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah Asynchronous development pada anak usia dini di TK, yaitu ketidakseimbangan antara kemampuan kognitif/verbal yang tinggi dengan keterbatasan sosial-emosional atau motorik anak, yang sering terjadi pada anak berbakat (gifted children). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah Asynchronous development pada anak usia dini di TK melalui penggunaan pembelajaran berbantuan komputer (Computer assisted introduction/CAI). Metode yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang di analisis adalah anak usia 5-6 tahun di TK yang menunjukkan perilaku ansinkronus, berdasarkan observasi langsung dan cerita guru dikelas. Hasil penelitian mengidentifikasi dua sisi: anak A mengalami selective mutism dan isolasi sosial meskipun memiliki kemampuan bahasa Inggris di atas rata-rata, anak B memiliki kematangan verbal setara dengan orang dewasa namun tetap bisa berinteraksi dengan teman sebaya. Strategi CAI yang diusulkan meliputi penggunaan karakter virtual sebagai stimulus sosial anak, memberi pembelajaran dengan kesulitan sesuai dengan kecerdasan anak, serta pemanfaatan layar penuh untuk mengatasi hambatan motorik. Pembahasan ini menekankan fungsi CAI sebagai alat bantu adaptif, bukan pengganti guru, dengan pendampingan guru yang aktif. Kesimpulannya, CAI dapat menjadi solusi potensial untuk menjebatani antara kesenjangan perkembangan anak yang memiliki kecerdasan tinggi di TK.