Meilinda Meilinda
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Tape sebagai Penerapan Bioteknologi Konvensional Melalui Proses Fermentasi Najwa Tsabita Efendi; Eka Annisa; Dinda Sabila; Meilinda Meilinda; Sumardi Sumardi; Berti Yolida; Nadya Meriza
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.29060

Abstract

Tape singkong adalah produk pangan fermentasi tradisional yang mencerminkan penerapan bioteknologi konvensional melalui penggunaan mikroorganisme. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembuatan tape singkong sebagai penerapan bioteknologi konvensional serta mengkaji peran mikroorganisme dalam proses fermentasi. Metode yang digunakan melibatkan produksi praktis tape singkong, yang terdiri dari tahap-tahap berikut: pemilihan bahan baku, pencucian, perendaman, perebusan, pendinginan, penambahan ragi, penyimpanan, dan fermentasi selama 24 jam pada suhu kamar. Hasil fermentasi kemudian dievaluasi melalui uji organoleptik, yang mencakup warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasilnya menunjukkan bahwa fermentasi selama 24 jam menghasilkan tape singkong dengan tekstur yang lembut, warna kuning pucat, aroma fermentasi yang khas dengan sedikit aroma alkohol, serta rasa yang manis namun sedikit asam. Perubahan-perubahan ini terjadi akibat aktivitas mikroorganisme dalam tape, seperti jamur, ragi Saccharomyces cerevisiae, dan bakteri asam laktat, yang mengubah pati menjadi gula sederhana, alkohol, karbon dioksida, dan asam organik. Dengan demikian, produksi tape singkong menunjukkan bahwa bioteknologi konvensional dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk pangan bernilai tambah melalui proses fermentasi yang melibatkan aktivitas mikroba.
Kajian Etnosains pada Makanan Tradisional Buak Tat sebagai Sumber Belajar IPA Liska Handayani; Afifah Nurul Ramadanti; Hania Putri Zalianti; Intan Mara Claudia; Nila Oktavia; Meilinda Meilinda; Berti Yolida; Rini Rita T Marpaung
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15831

Abstract

This study aimed to analyze the material change concepts embedded in the process of making Buak Tat, a traditional food from Lampung, from an ethnoscience perspective and to examine its potential as a science learning resource. A descriptive qualitative method with an ethnoscience approach was employed due to the limited studies on Lampung traditional foods as ethnoscience-based learning resources. Data were collected through interviews with a Buak Tat producer and analyzed by identifying local knowledge and reconstructing it into scientific concepts. The results showed that the preparation of Buak Tat involves ingredient preparation, flour sieving, dough preparation, filling preparation, dough shaping, baking, and cooling. These stages contain various material change concepts, including physical changes during ingredient preparation, sieving, dough preparation, sugar dissolution, dough shaping, and cooling, as well as chemical changes during filling preparation and baking through protein denaturation, gel formation, caramelization, and Maillard reactions. Local knowledge used by the community is reflected in sensory indicators such as color, aroma, texture, and viscosity, which correspond to scientific concepts related to the properties and changes of matter. Therefore, Buak Tat has potential as an ethnoscience-based science learning resource that supports contextual learning and local wisdom preservation.