Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Melacak Jejak Pensyarahan Kitab Hadis Sandi santosa
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.904 KB) | DOI: 10.15575/diroyah.v1i1.2056

Abstract

All Muslims have received understand that the hadith Muhammad Saw is a way of life that is the primary after the Koran . Human behavior is not defined and the laws are still common then no detail later verses of the Koran , then let the solution sought in tradition. And as the Prophet has been around since the beginning of the development of Islam is a fact that can not be doubted. Because the cause and explanation of the hadith is always interesting to be in line with the development of the human mind is increasingly critical . And no wonder then that many parties joined in criticizing the hadith even though they do not understand the science . In this paper the author will explain about Sharh al - hadith, fiqh al - hadith , and the historical development of syarh hadith from time to time.
Persepsi Hadis Larangan Makan dan Minum Berdiri dan Pengaruhnya terhadap Pembentukan Karakter Santri Sandi Santosa; Ahmad Yunus
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 02 (2022): IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/iq.v5i02.817

Abstract

Pendidikan moral adalah bidang pribadi dan kolektif. Salah satu latihan individu adalah melatih makan dan minum sesuai dengan ajaran Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim, Ahmad, Al-Tirmidzi dan Abu Dawud, bahwa tidak ada yang makan. dan minum sambil berdiri. Hal ini dilakukan oleh Institut Al-Fattah melalui hukum disiplin dan pengajaran hadits. Namun ada siswa yang akhlaknya tidak sesuai dengan pelajaran yang diterimanya, yang direpresentasikan dengan makan dan minum. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data secara langsung adalah dengan mencatat dan membaca dokumen serta kuesioner dengan menggunakan pengukuran skala likert. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan analisis korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pemahaman hadis nabi santri terhadap pembentukan akhlak mereka saat makan dan minum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pemahaman hadis larangan makan dan minum siswa dengan berdiri berpengaruh positif terhadap variabel pendidikan akhlak dengan nilai perubahan yang diterima oleh variabel pendidikan akhlak sebesar 0,433 untuk setiap satu perubahan nilai yang terjadi pada variabel pemahaman siswa terhadap hadits larangan makan dan minum berdiri. Artinya, pembentukan akhlak santri tidak hanya dipengaruhi oleh pemahaman hadis yang diajarkan, tetapi juga ditunjang dengan latihan-latihan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di lembaga tersebut.
Konsep Pendidikan Islam Berbasis Teknologi dan Pengaruhnya Terhadap Gen-Z: Telaah Atas Kitab Tarbiyah fi Zaman al-Fitan Umam, Khaerul; Santosa, Sandi; Zakiar, Zakiar
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 01 (2025): IQ (Ilmu Al-qur’an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Tarbiyah, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/rzxdd030

Abstract

The role of Islamic Religious Education is crucial in shaping the character and morality of Generation Z through the effective use of technology. Islamic Religious Education aims to develop students with strong faith (iman), piety (taqwa), and ethical behavior (akhlaq) in accordance with the teachings of the Qur'an and Hadith. This study employs a library research method, with its primary reference being Tarbiyah fi Zaman al-Fitan by Ali al-Hadadi. The book emphasizes, through various quotations, the importance of children as both a blessing and a trust, and includes a Hadith that states a righteous child is one of the deeds that continue to benefit a person after death. The study discusses the integration of various forms of technology in Islamic education, including visual, audio, audiovisual media, and the internet. The findings reveal that Tarbiyah fi Zaman al-Fitan advocates for the use of technology to make learning more engaging and efficient. Key aspects highlighted in relation to technology’s influence on Generation Z include contextual understanding, character education, inclusive approaches, digital moral education, the enhancement of soft skills, and the active involvement of parents and the wider community.
PERKEMBANGAN KAJIAN TEORITIS TAFSIR DI INDONESIA: TAFSIR AKADEMIS DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM Zakiar; Hasep Saputra; Sandi Santosa
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v10i1.16781

Abstract

This article examines the development of theoretical studies in Qur'anic interpretation in Indonesia, which focus on the dynamics of academic interpretation in Islamic higher education institutions. The study of interpretation in Indonesia has deep historical roots, dating back to the spread of Islam in the Indonesian archipelago and the growth of local intellectual traditions. Since its inception, Qur'anic interpretation has been conducted through various methods and approaches, ranging from traditional to modern and involving the use of supporting disciplines such as hermeneutics, linguistics, semantics, and semiotics. This paper traces the history of interpretation in the Indonesian archipelago, beginning with the spread of Islam by scholars and religious figures, and the emergence of early exegetical works, such as Abd. Rauf as-Singkili's Tarjuman al-Mustafid, and the subsequent emergence of exegetical works in Malay, Javanese, and other local languages. This article also reviews the development of exegesis in Indonesia in the 20th century and beyond, including Howard M. Federspiel's periodization of exegetical works into three generations. Islamic higher education institutions in Indonesia play a vital role in fostering innovation in the methodology, approaches, and models of tafsir studies, thereby enriching the scholarly tradition of tafsir in Indonesia and strengthening the Muslim community's response to the Qur'an as the primary source of Islamic teachings.
STUDI MATAN HADIS AL-GHULUW FĪ AL-DĪN: Telaah Atas Pemikiran Yūsuf al-Qarḍāwī dalam Kitab Al-Ṣaḥwah al-Islāmiyyah Khaerul Umam; Sandi Santosa; Ahmad Fudhaili; Ala’i Nadjib; Atiyatul Ulya; Muhamad Khoirul Huda
Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis Vol. 8 No. 1 (2026): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57217/nst1xt94

Abstract

Yūsuf al-Qarḍāwī seorang cendikiawan muslim kontemporer berkebangsaan Mesir sudah banyak menuangkan kontribusi terutama pada wilayah kajian hadis. Namun di samping keahliannya tersebut, Qarḍāwī kerap dikritik karena disinyalir sebagai anggota Ikhwānul Muslimūn. Oleh sebab itu penulisan artikel ini difungsikan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman hadis Yūsuf al-Qarḍāwī dalam hadis Al-Ghuluw Fī Al-Dīn yang berada pada karyanya yaitu Al-Ṣaḥwah al-Islāmiyyah Bayn al-Juḥūd wa al-Taṭarruf. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks, dimana teks hadis akan diambil melalui data primer dari kitab Al-Ṣaḥwah al-Islāmiyyah Bayn al-Juḥūd wa al-Taṭarruf. Dalam penelitian ini yang dilakukan adalah pembacaan pemahaman Yūsuf al-Qarḍāwī terkait hadis yang bersangkutan, baik dari segi asbāb al-wurūd dan kata lain dari al-Ghuluw. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa kata Ghuluw dalam hadis mencakup pemaknaan yang luas. Oleh karena itu makna Ghuluw dalam pandangan Yūsuf al-Qarḍāwī tidak hanya ditujukan kepada tokoh pendahulu seperti ahli kitab atau kaum Nasrāni, namun juga kepada para kelompok fanatik dan para rezim pemerintah yang secara berlebihan memaksa para Ikhwānul Muslimūn agar tunduk dengan sepenuhnya terhadap pemerintah. 
Pengaruh Penguasaan Bahasa Arab dalam Pembelajaran Hadis di Pondok Pesantren Darul Husna Chalimatus Sa’dijah; Sandi Santosa
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2025): IQ (Ilmu Al-qur’an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Tarbiyah, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/t1228q56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penguasaan bahasa Arab terhadap kemampuan memahami hadis di Darul Husna. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 29 responden. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan bahasa Arab dan pemahaman hadis, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Arab berpengaruh signifikan terhadap pemahaman hadis (β₁ = 0,478; p < 0,001; R² = 0,405). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kurikulum bahasa Arab untuk meningkatkan kualitas pemahaman hadis.