Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Busy Book Untuk Meningkatkan Literasi Numerasi pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III di Sekolah Dasar Siti Muliawati; Ratna Sari Dewi; Anggi Rahmani
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8153

Abstract

Pengembangan media pada penelitian ini bertujuan guna mengetahui kelayakan produk, respon peserta didik, serta guna mengetahui tingkat kemampuan literasi numerasi peserta didik pada pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam bentuk observasi, wawancara, angket, tes serta dokumentasi. Subjek yang digunakan yaitu peserta didik kelas III di SD Negeri Sukamenak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh persentase 93,75% dengan kriteria “Sangat Layak”, validasi ahli media memperoleh persentase 94,54% dengan kriteria “Sangat Layak”, validasi ahli bahasa memperoleh persentase 85,71% dengan kriteria “Sangat Layak”, serta validasi ahli instrumen tes memperoleh hasil skor persentase 87,14% dengan kriteria “Sangat Layak”. Hasil respon peserta didik terhadap penggunaan produk memperoleh skor persentase 76,57% yang berinterpretasi “Layak”. Selanjutnya untuk tingkat kemampuan literasi numerasi melalui hasil pretest menunjukkan skor rata-rata 53,33 dengan kriteria “Perlu Bimbingan” dan untuk hasil posttest menunjukkan skor rata-rata 89,52 dengan kriteria “Sangat Baik”. Oleh karena itu, media pembelajaran Busy Book sangat layak digunakan serta mampu meningkatkan literasi numerasi peserta didik kelas III di SD Negeri Sukemenak pada mata pelajaran Matematika.
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN BATANG NAPIER TERHADAP PEMAHAMAN PERKALIAN DUA ANGKA DI SDN KAMALAKA Hilma Galby; Nazmie Nabilah; Salsabila Anatasya Aisyah; Anggi Rahmani
Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v7i1.1182

Abstract

This study aims to develop a Napier's bone learning medium for integer multiplication for fifth-grade students at SDN Kamalaka and to determine the feasibility and effectiveness of this medium in supporting the learning process. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The developed media was validated by subject matter experts and media experts, then tested on 21 fifth-grade students. The validation results showed that the Napier's Bead board media was very feasible to use, with an increase in the material validation score from 88.2% to 91.7% and an increase in the media validation score from 89% to 95.3% after revision. The students' post-test results also showed an increase in their understanding of the concept of two-digit multiplication, accompanied by high enthusiasm and motivation during the learning process.
Batik Ratu Banten in an Ethnomathematics Lens: Historical Value and Mathematical Value Vidya Ayuningtyas; Yuke Andriani; Sulistiawati; Destri Astrianingsih; Anggi Rahmani
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v11i1.23326

Abstract

Mathematics is a basic science that is very necessary in daily activities, and contributes to the advancement of science and technology. In addition to the functional aspect, mathematics also has an aesthetic side that can be combined with cultural elements in a work of batik art, namely Batik Ratu Banten. This approach involving mathematical and cultural concepts is known as ethnomathematics, which can be used as a source in contextual mathematics learning that is interesting for students by connecting abstract mathematical concepts with real cultural artifacts. However, learning in schools in Banten has not fully integrated cultural elements into mathematics learning. Therefore, this study aims to examine Batik Ratu Banten from historical and mathematical values. The research method is qualitative with an ethnographic approach. Research data were obtained from interviews, observations, and documentation, with the subject data source being the Batik Ratu Banten UMKM actors. The data received is analyzed to dissect and clarify the philosophy and describe batik motifs using a geometric approach, using data reduction techniques, data presentation, and concluding so that research conclusions are obtained. The results of the study concluded that Batik Ratu Banten not only contains historical elements of Banten, but also mathematical values. Behind the beautiful carvings of the artwork of Batik Ratu Banten, there are mathematical values in the form of the concept of number patterns, the concept of circles in the material of flat shapes, the concept of lines and angles, and the concept of reflection, translation, and rotation in the material of transformation geometry. This finding shows that Batik Ratu Banten can function as a source of learning mathematics in understanding the material to be more contextual and meaningful.
Pengembangan Instrumen Diagnostik Kesiapan Belajar Siswa Sekolah Dasar Patra Aghtiar Rakhman; Siti Rokhmanah; Anggi Rahmani; Encep Andriana; Laksmi Evasufi Widi Fajari; Firdaus Firdaus; Tasya Fadilatun Nariyah; Denti Danaryati; Raisa Rafa Sajidah; Sifa Sifa
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.110667

Abstract

Kesiapan belajar merupakan prasyarat penting agar proses pembelajaran di sekolah dasar berlangsung efektif, namun identifikasi terhadap kondisi kesiapan siswa masih sering dilakukan secara subjektif tanpa instrumen yang terukur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen diagnostik kesiapan belajar siswa sekolah dasar yang mampu mengukur aspek fisik, sosial-emosional, intelektual, dan bahasa secara objektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) berdasarkan model Plomp & Nienke yang meliputi tahap preliminary research, perancangan prototipe, dan penilaian instrumen. Subjek penelitian sebanyak 35 siswa kelas V dan 5 guru sekolah dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket yang divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli instrumen. Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang terdiri atas 24 butir pernyataan dalam bentuk teacher-report dan child self-report dinyatakan valid berdasarkan analisis korelasi item-total serta memiliki reliabilitas sangat tinggi (Cronbach’s Alpha 0,89). Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa instrumen diagnostik kesiapan belajar yang dikembangkan layak digunakan untuk membantu guru mengidentifikasi kesiapan belajar siswa secara akurat dan terdokumentasi.
Analisis budaya literasi melalui kegiatan samisareng (satu minggu satu kali literasi bareng) terhadap minat baca Mutia Azizah; Rina Yuliana; Anggi Rahmani
Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 12 No 2 (2026): Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/trihayu.v12i2.21062

Abstract

Elementary schools play an important role in instilling a culture of literacy. Therefore, schools must be able to create an environment that supports the development of a culture of literacy and increases students' interest in reading. This study aims to describe the planning, implementation, and culture of literacy in relation to reading interest through Samisareng activities. This research was conducted at SDN Serang 3. This study used a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation. The results of this study show that: 1) The planning process for Samisareng activities was carried out systematically by involving all teachers based on needs, taking into account human resources, the provision of facilities and infrastructure, the implementation of Samisareng activities, and the establishment of success indicators; 2) The implementation of Samisareng activities was directly supported by the principal, teachers, staff, and indirectly supported by the students' parents at home; and 3) The form of reading literacy culture through Samisareng activities at SDN Serang 3 has been able to foster students' interest in reading.  
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBANTUAN POWER POINT TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR (SELF REGULATED LEARNING) PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Lisa Putri; A. Syachruroji; Anggi Rahmani
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.9552

Abstract

Prioritas pembelajaran saat ini bukan hanya menghantarkan pengetahuan saja, tetapi juga pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk berkarakter yang baik salah satunya yaitu kemandirian belajar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan media pembelajaran interaktif dan perbedaan setelah diterapkan media pembelajaran interaktif tersebut terhadap kemandirian belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif jenis quasi eksperimen bentuk nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN Pangabuan dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berjumlah 36 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan non-tes berupa angket kemandirian belajar peserta didik dan observasi pembelajaran. Selanjutnya hasil angket kemandirian belajar tersebut akan diuji prasyarat terlebih dahulu menggunakan normalitas dan homogenitas, setelahnya akan dilakukan uji hipotesis. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis dengan membandingkan nilai kemandirian belajar akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol, menunjukkan hasil nilai thitung sebesar 2,57 dan ttabel 2,03 (taraf signifikasi 5%). Berdasarkan kriteria, dapat dibuktikan bahwa kemandirian belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS dengan menggunakan media pembelajaran interaktif berbantuan power point lebih baik dibandingkan dengan kemandirian belajar peserta didik yang menggunakan media pembelajaran power point yang berisi tulisan saja.