Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Kecacingan pada Anak melalui Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lingkungan Sekolah Syientia Wit Gantara; Dewi Wulantresna; Nurul Dwi Ariani
PADMA Vol 5 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i1.2874

Abstract

Kecacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang rentan terjadi pada anak usia dini, terutama apabila perilaku hidup bersih dan sehat belum diterapkan secara optimal. Anak-anak di lingkungan sekolah TK memiliki risiko terpapar telur cacing melalui kebiasaan bermain di tanah, tidak mencuci tangan sebelum makan, kuku yang panjang dan kotor, serta kurangnya pemahaman tentang kebersihan diri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak TK Seroja Kabupaten Bandung mengenai pencegahan kecacingan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, penyuluhan interaktif, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, edukasi menjaga kebersihan kuku, penggunaan alas kaki, serta pembiasaan menjaga kebersihan makanan dan lingkungan sekolah. Media edukasi yang digunakan berupa gambar, poster, lagu, permainan sederhana, dan praktik langsung agar mudah dipahami oleh anak usia dini. Sasaran kegiatan adalah siswa TK Seroja dengan melibatkan guru sebagai pendamping dalam proses pembiasaan PHBS sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak lebih antusias memahami pentingnya mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, dan menghindari kebiasaan yang dapat menyebabkan kecacingan. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk perilaku sehat sejak dini serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan bebas dari risiko kecacingan. Dengan adanya edukasi berkelanjutan, guru dan orang tua diharapkan dapat berperan aktif dalam membiasakan PHBS pada anak
Penyuluhan Menjaga Kesehatan Mental dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Masyarakat Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Syientia Wit Gantara; Dewi Wulantresna
PADMA Vol 6 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v6i1.2876

Abstract

Kesehatan mental dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental serta penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari dapat berdampak pada menurunnya produktivitas, meningkatnya risiko penyakit, dan terganggunya kesejahteraan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental serta menerapkan PHBS di lingkungan keluarga dan masyarakat. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, tanya jawab, dan pemberian edukasi mengenai cara sederhana menjaga kesehatan mental, mengelola stres, menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan pola hidup sehat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Rancamanyar yang mengikuti kegiatan penyuluhan di Gedung Graha Madiri, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti penyuluhan dan aktif dalam sesi diskusi. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, serta PHBS perlu diterapkan secara konsisten untuk mencegah penyakit dan menciptakan lingkungan yang sehat. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan mental dan PHBS dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat secara fisik, mental, dan sosial.
Edukasi Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Penyakit Kronis di Klinik Prima Husada Rida Emelia; Moh. Rizky Adriansyah; Al Fira Putriyanti; Dewi Wulantresna; Ramdhan Gunawan
PADMA Vol 4 No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v4i1.2918

Abstract

Kader Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi pada pasien penyakit kronis. Namun, masih banyak pasien yang belum patuh dalam menjalani pengobatan akibat kurangnya pengetahuan dan kesadaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien penyakit kronis melalui edukasi di Klinik Prima Husada. Kegiatan ini melibatkan 28 pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran pasien, dengan nilai rata-rata meningkat dari 65% sebelum edukasi menjadi 88% setelah edukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan mendukung keberhasilan terapi pasien.
Edukasi Pencatatan Penggunaan Obat Keluarga Berbasis Teknologi Sederhana di Kelurahan Sukapura Dewi Wulantresna; Abdul Wadud; Neneng Yuniarty; Yuyun Yunengsih; Hilmy Fadhil Irawan; Raditya Muhamad Tsakif; R. Praditya Raka Vinanda
PADMA Vol 5 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i1.2921

Abstract

Pengelolaan obat di tingkat rumah tangga seringkali belum dilakukan secara optimal, khususnya dalam hal pencatatan penggunaan obat. Hal ini berpotensi menyebabkan kesalahan penggunaan obat, duplikasi terapi, serta ketidaksesuaian dosis. Pemanfaatan teknologi sederhana seperti aplikasi pencatatan digital dan buku log obat menjadi solusi untuk meningkatkan keamanan penggunaan obat di keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pencatatan penggunaan obat keluarga berbasis teknologi sederhana di Kelurahan Sukapura. Metode yang digunakan meliputi pre-test, edukasi, pelatihan penggunaan aplikasi sederhana (Google Form dan buku catatan obat), praktik langsung, serta post-test. Peserta kegiatan sebanyak 22 orang ibu rumah tangga. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari rata-rata pre-test 54,2% menjadi post-test 89,1%, serta peningkatan keterampilan pencatatan sebesar 72%. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan obat keluarga secara aman dan terstruktur.
Analisis Swamedikasi Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dan Praktik Masyarakat Terhadap Obat Diare Di Klinik Mustopa Cilame Indi Yutina; Dewi Wulantresna
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1474

Abstract

Diarrhea is a health issue frequently managed through self-medication. The success of self-medication depends on the public's knowledge, attitudes, and practices regarding the rational use of antidiarrheal drugs. This study aimed to analyze the public's knowledge, attitudes, and practices concerning antidiarrheal self-medication, as well as the relationships and influences between these variables at the Mustopa Cilame Clinic. A quantitative method with a descriptive-analytic design was employed. Sixty respondents were selected using simple random sampling. Data were collected via a questionnaire that had passed validity and reliability testing (Cronbach's Alpha = 0.810). The results indicated that the majority of respondents fell into the "moderate" category for knowledge (45%), attitude (46.7%), and practice (41.7%). Correlation analysis revealed positive and significant relationships between knowledge and attitude (r = 0.588), knowledge and practice (r = 0.551), and attitude and practice (r = 0.510) (p < 0.05), all with moderate strength. Regression analysis showed that knowledge significantly influenced attitude (R² = 0.346; p < 0.001), while attitude significantly influenced practice (R² = 0.260; p < 0.001). It is concluded that better knowledge and more positive attitudes among patients encourage more rational self-medication practices with antidiarrheal drugs in the community.
Observational Study of High-Alert and Look-Alike Sound-Alike (LASA) Medication Storage Systems at The Pharmacy Installation of Ratnasari Sehat 2 Primary Clinic, Ciwidey Sinta NR; Dewi Wulantresna
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i3.1595

Abstract

Medication safety in pharmaceutical services requires rigorous management of high-alert and Look-Alike Sound-Alike (LASA) medicines because identification and dispensing errors may cause serious patient harm. This study evaluated the storage system for high-alert and LASA medicines at the Pharmacy Installation of Ratnasari Sehat 2 Primary Clinic, Ciwidey. A descriptive quantitative design was applied to 54 respondents consisting of pharmacists, pharmacy technical personnel, pharmacy administration and logistics staff, and supporting health professionals. Data were collected using Likert-scale questionnaires, direct observation with a checklist, and documentation review. The findings showed that 92% of respondents expressed positive responses regarding understanding of high-alert medication risks and LASA identification. Furthermore, 90% positively assessed the effectiveness of layout, lighting, warning labels, and Tall Man Lettering. Operational challenges related to workload and interprofessional coordination were acknowledged by 86% of respondents. Direct observation confirmed the use of red High Alert labels, yellow LASA labels, physical separation of LASA medicines, Tall Man Lettering, and shelf boundary markings. Concentrated potassium chloride 7.46% was not stocked at the clinic, while an updated High Alert and LASA medication list was not available at the workstation. Overall, the storage system met most patient-safety indicators, but managerial improvement is required through updated visual references, workload evaluation, and sustained monitoring.