Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Media Permainan Kotak Abjad untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Konsonan Bdmwqg pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Negeri Siti Miftah Moyongkota Baru Sesilia Gaib; Sofyan Amu; Mario Erick Wantah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.284

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal huruf konsonan pada anak usia dini, khususnya huruf B, D, M, W, Q, dan G di Taman Kanak-Kanak Negeri Siti Miftah Moyongkota Baru. Permasalahan tersebut terlihat dari masih adanya anak yang mengalami kesulitan dalam menyebutkan, meniru, dan menghubungkan huruf dengan bunyinya. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran melalui penggunaan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf konsonan melalui penerapan media permainan kotak abjad. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes perbuatan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan indikator perkembangan anak yaitu Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal huruf konsonan pada anak. Pada siklus I, persentase anak yang mencapai kriteria berkembang (BSH dan BSB) sebesar 40%, sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II terjadi peningkatan signifikan dengan capaian 100% anak berada pada kategori BSH dan BSB. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media permainan kotak abjad efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf konsonan anak usia dini serta mampu meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar anak.
Penggunaan Video Animasi dalam Meningkatkan Kemampuan Mengingat Bentuk dan Urutan Huruf pada Anak Kelompok di Taman Kanak-Kanak Imanuel Walian Ina Ayu Anjeli Mesah; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat; Sofyan Amu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.289

Abstract

Kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Imanuel Walian masih relatif rendah atau kurang. Permasalahan ini disebabkan oleh pembelajaran yang monoton dan media pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak kelompok B dengan jumlah 12 anak melalui penggunaan video animasi yang dipadukan dengan media kartu huruf. Jenis penelitian ini menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan melalui empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian pada siklus I, kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf melalui menonton video animasi dan bermain kartu huruf mencapai 58%, sedangkan pada siklus II, kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf melalui media tersebut mencapai 100%. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kemampuan anak dalam mengingat bentuk dan urutan huruf A-Z. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi video animasi dan media kartu huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dihentikan pada siklus II karena sudah memenuhi kriteria indikator keberhasilan.
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak dengan Menggunakan Media Boneka Tangan pada Anak Kelompok B TK Imanuel Walian Adehlia Tahulending; Sofyan Amu; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak melalui kegiatan mendengarkan cerita menggunakan media boneka tangan pada anak Kelompok B TK Imanuel Walian Kota Tomohon. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I, terdapat 6 anak atau 54% yang mencapai indikator perkembangan, sedangkan 5 anak atau 45% belum berhasil karena masih malu, kurang percaya diri, dan belum fokus saat pembelajaran. Pada siklus II, kemampuan berbahasa anak meningkat menjadi 100%. Anak sudah lebih aktif, berani berbicara, mampu menjawab pertanyaan, serta menceritakan kembali isi cerita. Dengan demikian, media boneka tangan efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Saran dalam penelitian ini adalah guru diharapkan dapat menggunakan media pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif, seperti boneka tangan, agar dapat meningkatkan minat, perhatian, dan kemampuan berbahasa anak secara optimal.
Penerapan Media Permainan Kotak Abjad untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Konsonan Bdmwqg pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak Negeri Siti Miftah Moyongkota Baru Sesilia Gaib; Sofyan Amu; Mario Erick Wantah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.284

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal huruf konsonan pada anak usia dini, khususnya huruf B, D, M, W, Q, dan G di Taman Kanak-Kanak Negeri Siti Miftah Moyongkota Baru. Permasalahan tersebut terlihat dari masih adanya anak yang mengalami kesulitan dalam menyebutkan, meniru, dan menghubungkan huruf dengan bunyinya. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran melalui penggunaan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf konsonan melalui penerapan media permainan kotak abjad. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes perbuatan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan indikator perkembangan anak yaitu Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal huruf konsonan pada anak. Pada siklus I, persentase anak yang mencapai kriteria berkembang (BSH dan BSB) sebesar 40%, sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II terjadi peningkatan signifikan dengan capaian 100% anak berada pada kategori BSH dan BSB. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media permainan kotak abjad efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf konsonan anak usia dini serta mampu meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar anak.
Penggunaan Video Animasi dalam Meningkatkan Kemampuan Mengingat Bentuk dan Urutan Huruf pada Anak Kelompok di Taman Kanak-Kanak Imanuel Walian Ina Ayu Anjeli Mesah; Ni Dewi Eka Suwaryaningrat; Sofyan Amu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.289

Abstract

Kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Imanuel Walian masih relatif rendah atau kurang. Permasalahan ini disebabkan oleh pembelajaran yang monoton dan media pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak kelompok B dengan jumlah 12 anak melalui penggunaan video animasi yang dipadukan dengan media kartu huruf. Jenis penelitian ini menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan melalui empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian pada siklus I, kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf melalui menonton video animasi dan bermain kartu huruf mencapai 58%, sedangkan pada siklus II, kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf melalui media tersebut mencapai 100%. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kemampuan anak dalam mengingat bentuk dan urutan huruf A-Z. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi video animasi dan media kartu huruf efektif dalam meningkatkan kemampuan mengingat bentuk dan urutan huruf pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dihentikan pada siklus II karena sudah memenuhi kriteria indikator keberhasilan.
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak dengan Menggunakan Media Boneka Tangan pada Anak Kelompok B TK Imanuel Walian Adehlia Tahulending; Sofyan Amu; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak melalui kegiatan mendengarkan cerita menggunakan media boneka tangan pada anak Kelompok B TK Imanuel Walian Kota Tomohon. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I, terdapat 6 anak atau 54% yang mencapai indikator perkembangan, sedangkan 5 anak atau 45% belum berhasil karena masih malu, kurang percaya diri, dan belum fokus saat pembelajaran. Pada siklus II, kemampuan berbahasa anak meningkat menjadi 100%. Anak sudah lebih aktif, berani berbicara, mampu menjawab pertanyaan, serta menceritakan kembali isi cerita. Dengan demikian, media boneka tangan efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Saran dalam penelitian ini adalah guru diharapkan dapat menggunakan media pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif, seperti boneka tangan, agar dapat meningkatkan minat, perhatian, dan kemampuan berbahasa anak secara optimal.