Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Model Promosi Kesehatan Partisipatif pada Komunitas Petani untuk Mewujudkan Desa Sehat di Desa Ayog Sarman Sarman; Hairil Akbar; Fachry Rumaf; Abimayu Abudzar Alghifari R; Meisy Sazkia; Nadira Aulia Mokoagow; Nastiti Lestari Mokodongan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1325

Abstract

Promosi kesehatan merupakan strategi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada komunitas petani yang rentan terhadap penyakit akibat kerja (PAK) seperti paparan pestisida, dermatitis, dan rendahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Permasalahan ini diperparah oleh rendahnya pengetahuan kesehatan, perilaku kerja yang kurang aman, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan model promosi kesehatan partisipatif kepada komunitas petani di Desa Ayog, Kotamobagu. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang melibatkan 20–30 petani. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui pengamatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap petani terhadap pentingnya kesehatan kerja, seperti meningkatnya penggunaan alat pelindung diri, kebiasaan mencuci tangan, dan penyimpanan pestisida yang lebih aman. Pendekatan partisipatif yang melibatkan petani sebagai subjek utama terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku sehat yang berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan komunitas petani memperkuat implementasi program. Model ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan risiko penyakit akibat kerja, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial dan produktivitas petani. Demikian, promosi kesehatan berbasis partisipatif direkomendasikan sebagai pendekatan strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Siswa Melalui Penerapan Model Epidemiologi Sosial untuk Pencegahan Penyakit Diare di SDN 1 Mogolaing Hairil Akbar; Besse Rismayani; Abimayu Abudzar Alghifari Raupu; Assty Ayusita A Pantow; Citra Adelia Salwa Malanti; Meisy Sazkia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1741

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak yang berkaitan dengan perilaku higiene, kebersihan lingkungan, keamanan makanan, dan praktik cuci tangan. Hasil asesmen awal di SDN 1 Mogolaing, Kota Kotamobagu, menunjukkan adanya kebutuhan edukasi mengenai pencegahan diare dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pencegahan diare melalui pendekatan epidemiologi sosial. Metode kegiatan pengabdian menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang melibatkan 25 siswa. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun. Pengetahuan siswa dievaluasi melalui pretest dan posttest berdasarkan indikator pengertian, penyebab, penularan, gejala, dampak, PHBS, cuci tangan, penggunaan air bersih, dan pemilihan jajanan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator. Rata-rata proporsi jawaban benar meningkat dari 42,0% pada pretest menjadi 94,0% pada posttest, dengan peningkatan sebesar 52,0 poin persentase. Peningkatan terbesar terdapat pada indikator langkah mencuci tangan yang benar (60,0 poin). Edukasi yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan diare dan memperkuat keterampilan perilaku hidup bersih dan sehat.