Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat Tentang Sampah Rumah Tangga Melalui Pengadaan Tempat Sampah Percontohan di Desa Ayong Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Besse Rismayani; Abimayu Abudzar Alghfari Raupu; Nadira Aulia Mokoagow; Andini Nur Aisyah Rasjid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1267

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah pencemaran, terutama di wilayah pesisir. Desa Ayong masih menghadapi permasalahan dalam pengelolaan sampah akibat keterbatasan sarana dan prasarana, seperti tidak tersedianya tempat sampah umum maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat membuang sampah di pesisir pantai atau membakarnya di sekitar rumah. Kebiasaan ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, merusak ekosistem pesisir, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga melalui pengadaan tempat sampah percontohan di Desa Ayong. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan yang dilakukan secara partisipatif bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat. Tempat sampah percontohan dibangun di area Kantor Desa Ayong sebagai lokasi strategis yang mudah diakses oleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberadaan tempat sampah percontohan dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat serta mendorong perubahan perilaku dalam membuang dan mengelola sampah secara lebih tertib. Selain berfungsi sebagai fasilitas penampungan sampah, sarana ini juga menjadi contoh bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai titik di Desa Ayong guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Edukasi Kesehatan Lingkungan Sebagai Upaya Pencegahan ISPA Pada Anak di SDN Inpres Bakan Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Henny Kaseger; Besse Rismayani; Mohammad Fauzi Pratama Putra Dadu; Tarissa Amelia Podomi; Refalina Mamonto; Tisa Marsa Lamaluta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1274

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dengan prevalensi 9,3% di Indonesia dan tertinggi pada kelompok usia 1-4 tahun (13,7%). Di wilayah kerja Puskesmas Tanoyan, khususnya Desa Bakan Kecamatan Lolayan, ISPA tercatat sebagai salah satu dari 10 penyakit dengan angka kejadian tertinggi. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok rentan terhadap ISPA karena sistem kekebalan tubuh yang belum optimal dan kesadaran terkait kesehatan lingkungan yang masih rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SDN Inpres Bakan tentang ISPA meliputi definisi, penyebab, gejala, dan cara pencegahan melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SDN Inpres Bakan selama 120 menit. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan media presentasi PowerPoint dan poster. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab mengenai cara penularan, perbedaan gejala, cara pencegahan, dan kapan harus memeriksakan diri. Penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang ISPA. Keberhasilan didukung oleh dukungan sekolah, materi yang sesuai tingkat kognitif anak, dan metode interaktif-partisipatif. Disarankan mengintegrasikan materi kesehatan ke dalam kurikulum rutin, membentuk kader kesehatan sekolah, menyediakan sarana PHBS, serta melibatkan orang tua dalam mendukung edukasi kesehatan.
Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Desa Muntoi Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Darmin Darmin; Henny Kaseger; Mariati Indah Lestari; Yogi Rahman Mamonto; Krisdayanti Goni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1288

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan pemberdayaan yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan guna mencapai derajat kesehatan yang optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan lima pilar STBM, yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi yang dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Masyarakat mulai memahami dampak sanitasi yang buruk terhadap kesehatan, seperti diare dan infeksi lainnya, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat juga menunjukkan respon positif terhadap program yang diberikan. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana sanitasi dan kebiasaan lama masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak agar implementasi STBM dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Sosialisasi Model Promosi Kesehatan Partisipatif pada Komunitas Petani untuk Mewujudkan Desa Sehat di Desa Ayog Sarman Sarman; Hairil Akbar; Fachry Rumaf; Abimayu Abudzar Alghifari R; Meisy Sazkia; Nadira Aulia Mokoagow; Nastiti Lestari Mokodongan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1325

Abstract

Promosi kesehatan merupakan strategi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada komunitas petani yang rentan terhadap penyakit akibat kerja (PAK) seperti paparan pestisida, dermatitis, dan rendahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Permasalahan ini diperparah oleh rendahnya pengetahuan kesehatan, perilaku kerja yang kurang aman, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan model promosi kesehatan partisipatif kepada komunitas petani di Desa Ayog, Kotamobagu. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang melibatkan 20–30 petani. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui pengamatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap petani terhadap pentingnya kesehatan kerja, seperti meningkatnya penggunaan alat pelindung diri, kebiasaan mencuci tangan, dan penyimpanan pestisida yang lebih aman. Pendekatan partisipatif yang melibatkan petani sebagai subjek utama terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku sehat yang berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan komunitas petani memperkuat implementasi program. Model ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan risiko penyakit akibat kerja, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial dan produktivitas petani. Demikian, promosi kesehatan berbasis partisipatif direkomendasikan sebagai pendekatan strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.
Penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Penggunaan Pestisida Untuk Petani Desa Solimandungan II Sarman Sarman; Hairil Akbar; Hafsia Khairun Nisa Mokodompit; Besse Rismayani; Fachry Rumaf
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1395

Abstract

Petani merupakan kelompok pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama akibat penggunaan pestisida yang tidak sesuai prosedur. Rendahnya penggunaan alat pelindung diri (APD), kurangnya pengetahuan tentang bahaya pestisida, serta kebiasaan kerja yang tidak aman menjadi faktor utama meningkatnya risiko keracunan dan gangguan kesehatan pada petani. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada petani di Desa Solimandungan II, dimana sebagian besar petani masih menggunakan pestisida tanpa memperhatikan prinsip-prinsip K3. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap petani mengenai penerapan K3 dalam penggunaan pestisida. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan evaluasi melalui pretest dan posttest kepada 30 petani di Desa Solimandungan II. Materi penyuluhan meliputi bahaya pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan, penggunaan APD, teknik penyimpanan dan pencampuran pestisida yang aman, tanda-tanda keracunan pestisida, serta budaya kerja aman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap petani setelah diberikan penyuluhan. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 6,52 menjadi 11,68, sedangkan sikap meningkat dari 5,52 menjadi 7,64. Petani juga menunjukkan antusiasme yang baik selama kegiatan berlangsung melalui diskusi dan tanya jawab. Penyuluhan K3 terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani terhadap pentingnya keselamatan kerja dalam penggunaan pestisida. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk perilaku kerja yang lebih aman sehingga mampu mengurangi risiko penyakit akibat kerja pada petani.