Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Program Keterampilan Multimedia Menggunakan Model CIPP di MAN 2 Bantul Awla Putri Adibah; Suwadi Suwadi; Sutrisno Sutrisno; Cici Laras Jabil
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i4.945

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada abad ke-21 menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Program Keterampilan Multimedia di MAN 2 Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Keterampilan Multimedia menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru keterampilan multimedia, dan peserta didik. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking, sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan kompetensi digital peserta didik dan sejalan dengan visi madrasah. Keberhasilan program didukung oleh kompetensi guru, motivasi peserta didik, kurikulum yang relevan, sarana pendukung, serta kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Proses pembelajaran yang mengintegrasikan praktik, project-based learning, Praktik Kerja Lapangan (PKL), dan Uji Kompetensi Keterampilan (UKK) berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi digital, kreativitas, kepercayaan diri, dan kesiapan kerja peserta didik. Penelitian menyimpulkan bahwa Program Keterampilan Multimedia di MAN 2 Bantul telah berperan sebagai strategi penguatan kompetensi digital peserta didik, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek pembaruan teknologi, kemitraan industri, dan evaluasi program secara berkelanjutan.
EVALUATING AN ARABIC–ENGLISH BILINGUAL PROGRAM IN AN ISLAMIC BOARDING SCHOOL THROUGH THE CIPP MODEL: STRENGTHENING STUDENTS’ LANGUAGE COMPETENCE Nadya Fitri; Syaiful Kiram; Suwadi; Wulan Priyanggani; Cici Laras Jabil
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52692

Abstract

Arabic–English bilingual programs in Islamic boarding schools play a strategic role in strengthening Islamic competence, global communication skills, and graduate competitiveness. However, comprehensive evaluative studies examining the relevance, readiness, implementation, and outcomes of bilingual programs in Islamic boarding school contexts remain limited. This study aims to evaluate the Arabic–English bilingual program at Pesantren Darul Amin, Aceh Tenggara, using the Context, Input, Process, Product (CIPP) model. A qualitative approach with an evaluative case study design was employed. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, and were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings show that the context aspect of the program is aligned with the pesantren’s vision of developing students with strong Islamic competence and global communication skills. The input aspect is supported by teachers and language mentors with experience in bilingual pesantren cultures, although facilities, competency standards, and initial language proficiency mapping require further strengthening. The process aspect indicates that the program is implemented through language habituation, daily vocabulary activities, conversation practice, muhadharah, and dormitory-based supervision, although students’ language use outside formal situations remains inconsistent. The product aspect reveals improvements in vocabulary mastery, speaking confidence, basic communication skills, language-related achievements, and opportunities for further study. This study contributes to Islamic education program evaluation by highlighting the importance of gradual competency standards, periodic assessment, mentor training, and a more communicative bilingual culture. Future studies are recommended to employ mixed methods designs and language proficiency tests to measure program outcomes more objectively.