Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan antara Penyesuaian Diri dalam Lingkungan Kerja dengan Semangat Kerja Personel Dit Samapta Polda Aceh Yudha Frasetia; Sriana Septiawati; Imam Abdillah lukman
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/edxhcc94

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dalam lingkungan kerja dengan semangat kerja personel Dit Samapta Polda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi yang memenuhi kriteria penelitian adalah 70 orang telah ditetapkan peneliti. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala likert yaitu dengan menyebarkan skala penelitian kepada responden. Analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara penyesuaian diri dalam lingkungan kerja dengan semangat kerja. Berdasarkan hasil didapatkan nilai korelasi (r) antara variabel penyesuaian diri dalam lingkungan kerja dengan semangat kerja sebesar 0,841 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Artinya hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Hubungan Antara Deprivasi Relatif Dengan Loyalitas Kerja Pada Personel Ditsamapta Polda Aceh Arliyandi Birna; Endang Setianingsih; Imam Abdillah Lukman
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1248

Abstract

Dalam pengelolaan sumber daya manusia dibutuhkan suatu kepemimpinan yang mampu mengarahkan serta menggerakkan sumber daya manusia untuk mengikuti aturan yang melahirkan sikap yang disiplin kerja tinggi pada instansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara deprivasi relatif dengan loyalitas kerja anggota ditsamapta polda aceh. Deprivasi Relatif adalah keadaan dimana ketika individu menghadapi pengucilan dari peluang sosial, pengalaman ini mungkin membuat mereka sadar akan identitas sosial mereka yang kurang beruntung dan mengasingkan mereka dari orang lain dalam masyarakat. loyalitas kerja karyawan terhadap pekerjaan adalah aktivitas fisik, psikologis, dan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada hubungan antara deprivasi relatif terhadap loyalitas kerja. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota ditsamapta polda aceh yang berjumlah 70 anggota. Pengambilan sampel dalam penelitian ini peneliti menggunakan probability dengan menggunakan purpose sampling, purpose sampling. Pengambilan data menggunakan skala likert dengan membagikan kuesioner kepada subjek. Peneliti menggunakan uji korelasi untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara deprivasi relatif dengan loyalitas kerja , dimana pearson corelation sebesar -0,372 karena nilai korelasi bernilai (-) maka kedua variabel berkorelasi negatif, dimana semakin tinggi deprivasi relatif maka semakin rendah pula loyalitas kerja anggota.
Persepsi Mahasiswa terhadap Perbedaan Gaya Komunikasi Antar budaya di Lingkungan Kampus Nurjannah Nurjannah; Putri Balqis; Siti Munawarah; Ageng Yosicha Andini; Rizqa Hafizha; Imam Abdillah Lukman
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12228

Abstract

Perbedaan gaya komunikasi antarbudaya merupakan fenomena yang umum terjadi di lingkungan kampus yang memiliki mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya. Keberagaman tersebut menciptakan berbagai bentuk interaksi yang dapat memengaruhi cara mahasiswa berkomunikasi dan membangun hubungan sosial. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan dua masalah utama, yaitu: (1) bagaimana persepsi mahasiswa terhadap perbedaan gaya komunikasi antarbudaya di lingkungan kampus, dan (2) bagaimana pengaruh perbedaan gaya komunikasi antarbudaya terhadap interaksi sosial dan komunikasi mahasiswa di lingkungan kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap perbedaan gaya komunikasi antarbudaya serta menganalisis pengaruhnya terhadap interaksi sosial dan komunikasi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi berbagai pengalaman dan pandangan mahasiswa mengenai komunikasi antarbudaya di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang beragam terhadap perbedaan gaya komunikasi antarbudaya. Sebagian mahasiswa memandang perbedaan tersebut sebagai tantangan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam komunikasi, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan toleransi, dan mengembangkan keterampilan komunikasi. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gaya komunikasi antarbudaya berpengaruh terhadap interaksi sosial dan komunikasi mahasiswa. Perbedaan dalam penggunaan bahasa, cara menyampaikan pendapat, ekspresi nonverbal, serta nilai-nilai budaya dapat memengaruhi efektivitas komunikasi dan pembentukan hubungan sosial. Namun, melalui kemampuan adaptasi, keterbukaan terhadap keberagaman, dan pengalaman interaksi yang berkelanjutan, mahasiswa mampu membangun komunikasi yang efektif dan hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan pemahaman komunikasi antarbudaya di lingkungan kampus guna mendukung terciptanya interaksi sosial yang positif, inklusif, dan saling menghargai di tengah keberagaman budaya.