Aktivitas fisik yang rendah, perilaku sedentari, dan obesitas sentral merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki perilaku hidup sehat untuk mencegah terjadinya faktor risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas fisik, perilaku sedentari, Waist-to-Height Ratio (WHtR), serta kesadaran risiko kardiovaskular pada mahasiswa keperawatan. Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 373 mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan IPAQ-SF dan ABCD Risk Questionnaire yang telah teruji valid dan reliabel, serta pengukuran lingkar pinggang dan tinggi badan untuk menghitung WHtR. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi, rerata, dan standar deviasi. Rata-rata usia responden adalah 20,19±1,14 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (88%). Sebanyak 159 responden (43%) memiliki WHtR ≥0,50. Aktivitas fisik responden sebagian besar berada pada kategori rendah (51%). Rata-rata waktu sedentari adalah 2.852,17±802,46 menit per minggu. Rata-rata skor pengetahuan risiko kardiovaskular adalah 7,10±0,89 dari skor maksimal 8. Rata-rata skor perceived risk sebesar 14,87±3,52, perceived benefits sebesar 21,79±3,56, dan healthy eating sebesar 9,02±1,32. Sebagian besar mahasiswa keperawatan memiliki aktivitas fisik kategori rendah dan 43% memiliki nilai WHtR ≥0,50. Waktu sedentari responden juga cukup tinggi. Meskipun skor pengetahuan tentang risiko kardiovaskular tergolong baik, perilaku yang berkaitan dengan pencegahan risiko kardiovaskular masih perlu mendapat perhatian.