Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deteksi Dini Risiko Sindrom Metabolik melalui Pemeriksaan Kesehatan ASN Kori Kornelia; Helpi Nelwatri; Renidayati; Heppi Sasmita; Wella Meitri; Hamdani; Arif Paria Musta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/pengabmaskes.v3i2.409

Abstract

This community service activity aimed to conduct early detection of metabolic syndrome risk factors among civil servants, identify their health status based on metabolic parameters, and increase awareness of the importance of routine health check-ups. The method was implemented through comprehensive health examinations, including measurements of blood pressure, body mass index, waist circumference, blood glucose, uric acid, and cholesterol levels among 230 participants, followed by brief individual counseling based on examination results. The activity was carried out through preparation, registration, examination, counseling, and evaluation stages. The results showed that a significant proportion of participants had metabolic risk factors, with obesity prevalence at 46.5%, overweight 18.3%, elevated cholesterol 45.2%, high blood pressure 32.2%, increased uric acid 32.6%, and elevated blood glucose 11.7%. The counseling provided helped participants understand their health conditions and encouraged healthier lifestyle behaviors. In conclusion, health screening is effective in early detection of metabolic syndrome risk factors and in improving awareness of routine examinations as promotive and preventive efforts against non-communicable diseases in the workplace.
Pengetahuan Keluarga dalam Mengenali Gejala Stroke pada Pasien yang Dirawat Anita Mirawati; Tintin Sumarni; Wella Meitri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.986

Abstract

Pengetahuan dalam mengenali gejala stroke juga akan mempengaruhi tidakan yang dilakukan sebelum dan selama perjalanan pasien dibawa kerumah sakit. Pengetahuan yang baik akan menetukan sikap dan tindakan keluarga dalam penanganan awal saat pasien mengalami serangan stroke. Keluarga dengan pengetahuan baik akan memberikan sikap dan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Selain itu memperpendek onset kedatangan ke IGD menjadi kurang dari 4.5 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran dari pengetahuan keluarga pasien stroke dalam mengenali gejala stroke. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, pengambilan sampel dengan Teknik non probability sampling dengan jenis accidental sampling.  Sampel penelitian ini berjumlah 146 orang keluarga pasien stroke di RSO  Dr. Drs. M.Hatta Bukittinggi  pada Juni-Oktober 2024. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner tentang pengetahuan keluarga dalam mengenali gejala stroke. Data dianalisa secara univariat dan ditampilkan dalam tabel distribusi frekuensi tentang karakteristik responden, faktor resiko dan tingkat pengetahuan keluarga tentang mengenali gejala stroke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari sebagian pengetahuan keluarga baik 63 responden (43%), cukup  57 responden (39%) dan kurang 26 responden (18%).   Dengan hampir seluruh pasien stroke memiliki resiko penyakit penyerta seperti hipertensi, DM, dan penyakit jantung dan kelebihan berat badan. Penyakit terbanyak adalah hipertensi  79 pasien (54.1%).
Profil Aktivitas Fisik, Kesadaran Risiko Kardiovaskular, dan Waist-To-Height Ratio (WHtR) pada Mahasiswa Keperawatan Wella Meitri; Anita Mirawati; Yulvi Hardoni; Zulharmaswita Zulharmaswita; Jefri Eldiva Chandra
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2313

Abstract

Aktivitas fisik yang rendah, perilaku sedentari, dan obesitas sentral merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki perilaku hidup sehat untuk mencegah terjadinya faktor risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas fisik, perilaku sedentari, Waist-to-Height Ratio (WHtR), serta kesadaran risiko kardiovaskular pada mahasiswa keperawatan. Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 373 mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan IPAQ-SF dan ABCD Risk Questionnaire yang telah teruji valid dan reliabel, serta pengukuran lingkar pinggang dan tinggi badan untuk menghitung WHtR. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi, rerata, dan standar deviasi. Rata-rata usia responden adalah 20,19±1,14 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (88%). Sebanyak 159 responden (43%) memiliki WHtR ≥0,50. Aktivitas fisik responden sebagian besar berada pada kategori rendah (51%). Rata-rata waktu sedentari adalah 2.852,17±802,46 menit per minggu. Rata-rata skor pengetahuan risiko kardiovaskular adalah 7,10±0,89 dari skor maksimal 8. Rata-rata skor perceived risk sebesar 14,87±3,52, perceived benefits sebesar 21,79±3,56, dan healthy eating sebesar 9,02±1,32. Sebagian besar mahasiswa keperawatan memiliki aktivitas fisik kategori rendah dan 43% memiliki nilai WHtR ≥0,50. Waktu sedentari responden juga cukup tinggi. Meskipun skor pengetahuan tentang risiko kardiovaskular tergolong baik, perilaku yang berkaitan dengan pencegahan risiko kardiovaskular masih perlu mendapat perhatian.