Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Id, Ego, dan Superego Tokoh Adam dalam Novel Mimpi Ayahku Karya Evald Flisar: Kajian Psikoanalisis Sastra: The Dynamics of Id, Ego, and Superego of Adam’s Character in the Novel Mimpi Ayahku by Evald Flisar: A Literary Psychoanalysis Study Aris Badara; Irianto Ibrahim; Wa Ode Mega
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.45

Abstract

Novel sebagai karya fiksi tidak hanya menghadirkan rangkaian peristiwa, tetapi juga memperlihatkan dinamika kejiwaan tokoh yang bergerak melalui dorongan, pertimbangan, dan nilai moral. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur psikologis tokoh Adam dalam novel Mimpi Ayahku karya Evald Flisar dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra berbasis teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian ialah novel Mimpi Ayahku terbitan Araska Publisher tahun 2018, sedangkan data berupa kutipan naratif dan dialog yang menunjukkan gejala id, ego, dan superego tokoh Adam. Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat, kemudian dianalisis melalui identifikasi, reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur id tampak melalui watak nekat dan keras kepala; ego tampak melalui percaya diri, perhatian, berpikiran maju, dan pandai bergaul; sedangkan superego tampak melalui teguh pendirian, jujur, menepati janji, dan pasrah. Temuan ini memperlihatkan bahwa kepribadian Adam tidak bersifat tunggal, melainkan terbentuk melalui tarik-menarik antara hasrat personal, kemampuan menyesuaikan diri dengan kenyataan, dan tuntutan moral. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian psikologi sastra, terutama dalam membaca karakter remaja pada novel terjemahan sebagai ruang representasi konflik batin, relasi keluarga, dan pembentukan kepribadian.