Muhammad Alfi Hidayat
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

an article Pendekatan Acuan Norma dalam Pendidikan Agama Islam: Landasan Psikometrik, Implikasi Edukatif, dan Integrasinya dengan Prinsip Evaluasi Qur’ani dan Nabawi Muhammad Alfi Hidayat; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1981

Abstract

Pendekatan Acuan Norma (PAN) merupakan salah satu pendekatan evaluasi pendidikan yang menafsirkan hasil belajar berdasarkan posisi relatif peserta didik dalam kelompoknya. Pendekatan ini banyak digunakan dalam kegiatan seleksi, pemeringkatan, dan pemetaan kemampuan akademik karena mampu memberikan gambaran mengenai distribusi kemampuan peserta didik secara objektif. Meskipun demikian, penerapan PAN dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) masih memerlukan kajian yang lebih mendalam karena tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, dan internalisasi nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan psikometrik Pendekatan Acuan Norma, mengkaji implikasi edukatif penerapannya dalam Pendidikan Agama Islam, serta mengeksplorasi integrasinya dengan prinsip-prinsip evaluasi yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis konseptual terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan evaluasi pendidikan, psikometri, pendidikan Islam, serta sumber-sumber normatif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAN memiliki fondasi psikometrik yang kuat melalui penggunaan distribusi normal, simpangan baku, persentil, dan skor baku yang memungkinkan pemetaan kemampuan peserta didik secara objektif dan sistematis. Dari perspektif pendidikan, PAN efektif digunakan untuk tujuan seleksi dan klasifikasi, tetapi memiliki keterbatasan dalam mengukur tingkat penguasaan kompetensi secara absolut. Integrasi dengan prinsip evaluasi Qur’ani dan Nabawi menunjukkan bahwa implementasi PAN perlu dilandasi nilai keadilan, amanah, akuntabilitas, dan penghargaan terhadap kualitas amal agar proses penilaian tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan tanggung jawab moral peserta didik. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang menghubungkan teori evaluasi modern dengan nilai-nilai pendidikan Islam guna mewujudkan sistem evaluasi yang objektif, adil, dan bermakna. Kata Kunci: Pendekatan Acuan Norma, Pendidikan Agama Islam, Psikometri, Evaluasi Pendidikan, Prinsip Evaluasi Qur’ani dan Nabawi.
Evolusi Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Indonesia: Analisis Historis Pergeseran Kebijakan, Inovasi Pedagogis, dan Tantangan Masa Depan Muhammad Alfi Hidayat; Syaifuddin Sabda
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2123

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia mengalami perkembangan yang dinamis seiring perubahan sosial, politik, budaya, dan kebutuhan pendidikan nasional. Artikel ini bertujuan menganalisis evolusi kurikulum PAI sejak periode awal kemerdekaan hingga implementasi Kurikulum Merdeka dengan menelaah pergeseran kebijakan, inovasi pedagogis, serta tantangan pengembangannya di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis historis terhadap dokumen kebijakan kurikulum, literatur akademik, dan kajian terkait perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan kurikulum PAI mengalami transformasi paradigma, mulai dari orientasi normatif-doktrinal pada masa awal kemerdekaan, penguatan struktur dan standardisasi materi pada periode berikutnya, pergeseran menuju pendekatan berbasis tujuan dan kompetensi, hingga paradigma pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berorientasi pada karakter dalam Kurikulum Merdeka. Inovasi pedagogis terlihat melalui perubahan pendekatan pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered, penguatan asesmen autentik, integrasi teknologi, pembelajaran berdiferensiasi, serta pengembangan kompetensi abad ke-21. Namun demikian, implementasi kurikulum PAI masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesiapan guru, kesenjangan implementasi antar satuan pendidikan, penguatan moderasi beragama, serta kebutuhan integrasi nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artikel ini menegaskan bahwa pengembangan kurikulum PAI masa depan perlu diarahkan pada paradigma transformatif yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman, kompetensi global, dan konteks sosial masyarakat Indonesia yang plural.