Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Stres dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat III dalam Menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) di Universitas Widya Nusantara: Penelitian Mutiara; Bayu Eka Kurniawan; Sabir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5848

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada tingginya kejadian stres dan gangguan tidur pada mahasiswa terutama menjelang ujian kompetensi seperti OSCE, di mana data WHO (2024) menunjukan bahwa stress dapat menurunkan kemampuan bekerja, dan riskesdes 2018 melaporkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki prevalensi stres tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres dengan kejadian insomnia pada mahasiswa keperawatan tingkat III dalam menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) di Universitas Widya Nusantara.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian Adalah 211 mahasiswa keperawatan tingkat III, dan sebanyak 68 mahasiswa dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami stres sedang sebanyak (61,8%), dan insomnia sedang (61,8%). Uji korelasi gamma menunjukan nilai koefisien 0,627 dengan p-value 0,003 sehingga disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara stres dan insomnia, dengan arah hubungan positif dan kekuatan cukup kuat, semakin tinggi Tingkat stres, semakin berat insomnia yang dialami mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stres berperan penting dalam memengaruhi kualitas tidur mahasiswa menjelang ujian OSCE. Institusi pendidikan disarankan menyediakan dukungan psikologis dan akademik melalui konseling, pelatihan manajemen stres, atau seminar kesehatan mental, sementara penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan sampel lebih luas dan memasukan variabel tambahan seperti dukungan sosial, kebiasaan tidur, dan tingkat kecemasan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Kepatuhan Diet Rendah Purin pada Lansia dengan Gout Arthritis di UPTD Puskesmas Kawatuna: Penelitian Mutiara; Elin Hidayat; Abdul Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5156

Abstract

Latar Belakang: Gout arthritis merupakan peradangan sendi akibat penumpukan kristal asam urat yang banyak dialami lansia dan berdampak pada nyeri, pembengkakan, keterbatasan aktivitas, serta penurunan kualitas hidup. Pengendalian asam urat dapat dilakukan melalui diet rendah purin, namun kepatuhan lansia masih rendah akibat kurangnya pengetahuan tentang pola makan yang tepat. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet rendah purin pada lansia dengan gout arthritis di UPTD Puskesmas Kawatuna. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 123 lansia, dengan sampel 55 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kepatuhan diet rendah purin. Analisis data menggunakan uji Likelihood Ratio. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet rendah purin (Asymp. Sig = 0,000; p < 0,05). Simpulan: Tingkat pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan diet rendah purin pada lansia dengan gout arthritis. Saran: Puskesmas diharapkan meningkatkan edukasi gizi dan penyuluhan diet rendah purin secara rutin bagi lansia