Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Code Blue System Di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Anutapura Palu Sri Irkawati; Abdul Rahman; Moh Malikul Mulki; Rahmat Doko
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.70

Abstract

Penerapan code blue system bertujuan untuk mengurangi angka kematian serta meningkatkan angka kembalinya sirkulasi spontan yang memerlukan pengenalan awal dari kasus henti jantung. Dalam hal ini, pengetahuan akan code blue system dan bantuan hidup dasar. Keahlian seorang perawat bergantung pada tingkat pengetahuan dan keterampilan sebagai salah satu responden (tim code blue lokal). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap code blue system di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Anutapura Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Anutapura Palu berjumlah 48 orang, teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian dari 48 responden mendapatkan sebanyak 19 responden (39,6%) mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup dan pelaksanaan code blue yang dilakukan dengan kurang baik sebanyak 14 responden (73,7%). Hasil analisis data secara statistik menggunakan uji chi-square memperlihatkan hasil 0 cells (,0%) dengan expected count >5 dan nilai p value = 0,001 < 0,05. Simpulannya adalah tingkat pengetahuan perawat terhadap code blue system pada kategori cukup. Saran bagi RSUD Anutapura Palu agar dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi untuk pihak rumah sakit mengenai pelaksanaan code blue dalam meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Anutapura Palu.
Pengaruh Resusitasi Cairan terhadap Perubahan Status Hemodinamik Mean Arterial Pressure (Map) pada Pasien Syok Hipovolemik Di Ruang Icu RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Sri Lestari; Abdul Rahman; Suaib
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5985

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang berdampak pada gangguan fisik dan psikologis sehingga menurunkan kualitas hidup dan resiliensi pasien. Kasus diabetes melitus tidak hanya menjadi masalah kesehatan global, tetapi juga menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan yang ada di Indonesia. Pengelolaan penyakit yang menuntut pengaturan pola makan, pemantauan glukosa darah, aktivitas fisik, dan pengobatan rutin dapat menimbulkan kejenuhan yang memengaruhi kemampuan adaptasi pasien. Efikasi diri berperan penting dalam membantu pasien mengelola penyakit secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup dan resiliensi pada pasien diabetes melitus di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 204 responden, sampel berjumlah 67 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner DMSES, WHOQOL-BREF, dan CD-RISC. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki efikasi diri tinggi (67,2%), kualitas hidup tinggi (62,7%), serta resiliensi tinggi (70,1). Uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara efikasi diri dengan kualitas hidup diperoleh nilai Asymp.Sig sebesar 0,001 (p<0,05) dan efikasi diri dengan resiliensi sebesar 0,005 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara efikasi diri dengan kualitas hidup dan resiliensi pada pasien diabetes melitus di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup Pasien Acute Coronary Syndrome yang Mengalami Perawatan di Ruangan Icvcu dan Melati Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Noval Huntala; Abdul Rahman; Agnes Erlita Distriani Patade
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5990

Abstract

Latar Belakang: Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan salah satu penyebab prevelensi kematian terbesar kondisi ini juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kecemasan dan kualitas hidup dalam memahami serta menjalani proses pengobatan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Hidup Pasien Acute Coronary Syndrome Yang Mengalami Perawatan di Ruangan ICVCU dan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien dengan diagnosa Acute Coronary Syndrome yang dirawat di ruangan ICVCU dan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, teknik pengambilan sampel dengan purposional random sampling dengan jumlah sampel 43 responden. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 43 responden sebagian besar mengalami tingkat kecemasan sedang dan sebagian besar mengalami kualitas hidup rendah selama mengalami perawatan. Hasil uji statistik chi-square dan pearsin corelation untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien ACS dengan nilai yaitu (p) = 0.01 (< 0.05).Simpulan: Ada Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Hidup Pasien Acute Coronary Syndrome
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Kepatuhan Diet Rendah Purin pada Lansia dengan Gout Arthritis di UPTD Puskesmas Kawatuna: Penelitian Mutiara; Elin Hidayat; Abdul Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5156

Abstract

Latar Belakang: Gout arthritis merupakan peradangan sendi akibat penumpukan kristal asam urat yang banyak dialami lansia dan berdampak pada nyeri, pembengkakan, keterbatasan aktivitas, serta penurunan kualitas hidup. Pengendalian asam urat dapat dilakukan melalui diet rendah purin, namun kepatuhan lansia masih rendah akibat kurangnya pengetahuan tentang pola makan yang tepat. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan diet rendah purin pada lansia dengan gout arthritis di UPTD Puskesmas Kawatuna. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 123 lansia, dengan sampel 55 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kepatuhan diet rendah purin. Analisis data menggunakan uji Likelihood Ratio. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet rendah purin (Asymp. Sig = 0,000; p < 0,05). Simpulan: Tingkat pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan diet rendah purin pada lansia dengan gout arthritis. Saran: Puskesmas diharapkan meningkatkan edukasi gizi dan penyuluhan diet rendah purin secara rutin bagi lansia
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasien dengan Keberhasilan Perawatan Acute Coronary Syndrom di Ruangan ICVCU dan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Agustina; Abdul Rahman; Afrina Januarista
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5213

Abstract

Latar Belakang: Acute Coronary Syndrom (ACS) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas, sehingga keberhasilan perawatan memerlukan keterlibatan aktif pasien melalui pengetahuan dan sikap yang baik. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap pasien dengan keberhasilan perawatan ACS. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada 64 pasien ACS di ruang ICVCU dan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah periode Januari–Maret 2025, menggunakan purposive sampling. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan dan sikap baik serta keberhasilan perawatan yang baik. Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,007) dan sikap (p=0,048) dengan keberhasilan perawatan ACS. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap pasien dengan keberhasilan perawatan ACS. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar peningkatan edukasi pasien dan mutu pelayanan perawatan ACS di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah