Ni Luh Diyani Swarningsih
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Underweight pada Balita dari Keluarga Petani di Kecamatan Limboto Ni Luh Diyani Swarningsih; Muhammad Rezky Friesta Payu; Amanda Adityaningrum; Rini Wahyuni Mohamad; Vidya Avianti Hadju; Djihad Wungguli; Siti Nurmardia Abdussamad
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1050

Abstract

Masalah underweight pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya pada komunitas keluarga petani. Kecamatan Limboto merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi balita underweight yang tinggi yaitu sebesar 317 kasus pada tahun 2024 dan kembali bertambah menjadi 365 kasus pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor kesehatan dan sosial ekonomi dengan kejadian underweight pada balita dari keluarga petani di Kecamatan Limboto. Desain penelitian yang digunakan cross sectional dan teknik sampling purposive sampling. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh ibu atau pengasuh utama balita. Analisis data dilakukan menggunakan tabel kontingensi untuk melihat distribusi data dan uji chi-square untuk menguji hubungan antara variabel independen dan kejadian underweight. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat BBLR, riwayat ASI eksklusif, tingkat pengetahuan ibu, pola asuh, dan ketahanan pangan dengan kejadian underweight pada balita. Sementara itu, riwayat penyakit infeksi, tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kesehatan dan pola pengasuhan memiliki peran penting dalam kejadian underweight pada balita dari keluarga petani, sehingga diperlukan upaya edukasi dan intervensi gizi yang lebih terarah