Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemasaran Omnichannel Berbasis Pengalaman Konsumen Dan Ulasan Online Melalui Persepsi Teman Sebaya Sebagai Variabel Moderasi Dalam Meningkatkan Retensi Pelanggan Pada Industri Kreatif Di Kota Bengkulu Masnita Sinaga; M. Noor Army; Veny Puspita
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran omnichannel, pengalaman konsumen, dan ulasan online terhadap retensi pelanggan dengan persepsi teman sebaya sebagai variabel moderasi pada Fore Coffee Kota Bengkulu. Perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen mendorong pelaku usaha untuk menerapkan strategi pemasaran terintegrasi guna menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan meningkatkan loyalitas. Dalam konteks industri kreatif, retensi pelanggan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei cross-sectional. Populasi adalah seluruh konsumen Fore Coffee di Kota Bengkulu yang pernah melakukan pembelian secara online maupun offline. Teknik purposive sampling menghasilkan 125 responden berdasarkan pedoman Hair et al. (2017). Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbasis SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran omnichannel (β = 0,180; t = 2,250; p = 0,024), ulasan online (β = 0,211; t = 2,309; p = 0,021), dan persepsi teman sebaya (β = 0,379; t = 3,655; p = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi pelanggan. Sementara itu, pengalaman konsumen (β = 0,175; t = 1,787; p = 0,074) tidak berpengaruh langsung secara signifikan. Persepsi teman sebaya tidak terbukti memoderasi hubungan antara variabel prediktor dan retensi pelanggan (seluruh p > 0,05). Model memiliki daya prediksi sangat kuat dengan R² = 0,954, yang berarti 95,4% variasi retensi pelanggan dijelaskan oleh model. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi teman sebaya dan ulasan online merupakan pendorong retensi pelanggan yang paling dominan, sementara pemasaran omnichannel turut berkontribusi secara signifikan.
Analisis Electronic Word Of Mouth (E-WOM), Citra Merek, Dan Diferensiasi Produk Terhadap Keputusan Pembelian Dengan Dimediasi Kepercayaan Merek Pada Produk Glad2Glow Lola Sopia; Veny Puspita; M. Noor Army
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh electronic word of mouth (E-WOM), citra merek dan diferensiasi produk terhadap keputusan pembelian dengan dimediasi kepercayaan merek pada produk Glad2Glow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling melalui metode sampling purposive. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan pedoman Hair, yaitu jumlah indikator dikali 10, sehingga diperoleh 210 responden dari 21 indikator. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS-SEM) dengan metode bootstrapping untuk menguji pengaruh langsung (direct effect) dan tidak langsung (indirect effect). Hasil penelitian menunjukan bahwa electronic word of mouth (E-WOM), citra merek, dan diferensiasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Namun kepercayaan merek berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Selain itu, electronic word of mouth (E-WOM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan merek, sedangkan citra merek dan diferensiasi produk berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kepercayaan merek. Hasil uji mediasi menunjukan bahwa kepercayaan merek tidak mampu memediasi hubungan antara electronic word of mouth (E-WOM), citra merek, dan diferensiasi produk terhadap keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa E-WOM, citra merek, dan diferensiasi produk mampu mendorong keputusan pembelian secara langsung, sementara kepercayaan merek tidak berperan optimal sebagai variabel mediasi.
Peran Kepercayaan Konsumen Dalam Memediasi Pengaruh Influencer Marketing, Promosi Gratis Ongkir Dan Kemudahan Penggunaan Aplikasi Terhadap Minat Beli Pengguna Shopee Paylater Jenni Nilam Andreska; Veny Puspita; M. Noor Army
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.758

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh influencer marketing, promosi gratis ongkir, dan kemudahan penggunaan aplikasi terhadap minat beli pengguna Shopee PayLater, dengan kepercayaan konsumen sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori melalui survei kuesioner skala Likert kepada 125 responden pengguna Shopee PayLater di wilayah Bengkulu. Analisis data menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS versi 4. Hasil menunjukkan bahwa secara langsung, influencer marketing tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli maupun kepercayaan konsumen. Promosi gratis ongkir tidak berpengaruh langsung terhadap minat beli, namun berpengaruh positif signifikan terhadap kepercayaan konsumen (beta = 0,323; p = 0,011). Kemudahan penggunaan aplikasi merupakan prediktor terkuat kepercayaan konsumen (beta = 0,465; p = 0,000), meskipun tidak berpengaruh langsung terhadap minat beli. Kepercayaan konsumen terbukti berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap minat beli (beta = 0,846; p = 0,000). Pada pengujian mediasi, kepercayaan konsumen memediasi penuh pengaruh kemudahan penggunaan aplikasi (indirect effect = 0,393; p = 0,002) dan promosi gratis ongkir (indirect effect = 0,273; p = 0,015) terhadap minat beli. Model memiliki daya prediksi sangat kuat dengan R-square 91,4% untuk minat beli dan 78,0% untuk kepercayaan konsumen.
Dampak Promosi Media Sosial, Word of Mouth dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada UMKM Kuliner Seafood Muhammad Afga Alfasyah; M. Noor Army; Eko Wediyanto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak promosi media sosial, word of mouth, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian konsumen pada UMKM penjualan makanan seafood di Kota Bengkulu. Latar belakang penelitian ini berpijak pada semakin ketatnya persaingan usaha kuliner di Kota Bengkulu yang mendorong pelaku UMKM untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital, membangun komunikasi word of mouth yang positif, serta meningkatkan kualitas pelayanan guna menarik dan mempertahankan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sifat explanatory research. Populasi penelitian mencakup seluruh konsumen yang pernah melakukan pembelian pada UMKM makanan seafood di Kota Bengkulu, dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert dengan rentang skor 1 sampai 5. Metode analisis data yang digunakan adalah Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Word of mouth juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen UMKM makanan seafood di Kota Bengkulu. Temuan ini memperkuat relevansi Theory of Planned Behavior dalam menjelaskan perilaku pembelian konsumen pada konteks UMKM kuliner.