Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Motivation and Agribusiness Entrepreneurial Intention among Generation Z at Tanah Laut State Polytechnic Ardi Kurniawan; Khalid Al Hadring Smith; M Bastian; Faisal Basyir; Kevin Tanjung
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v7i2.3747

Abstract

Z Generation is a generation whose main characteristic is being accustomed to technology. Likewise in the choice of entrepreneurial motivation. Generally, Gen Z prefers entrepreneurship to express self-actualization and the abilities they have. The research is included in quantitative research with a correlational approach. The population and sample are students of Tanah Laut Polytechnic majoring in Tax Accounting, Accounting, Agroindustry and Agro-Industrial Product Development. Data collection through questionnaires and analysis using Pearson correlation. Results show that motivation of Z Generation entrepreneurial is high category and has an impact on agribusiness entrepreneur intention which is also high. The results concluded that there was significantly relationship bet ween motivation and agribusiness entrepreneur intention.
Penguatan Literasi Perpajakan pada Generasi Muda: Studi Pengabdian Masyarakat Prodi Akuntansi Perpajakan Politala di SMK Negeri 1 Takisung Khalid Al Hadring Smith; M. Riduan Abdillah; Yasir Hadiani; Anto Andreawan; Ardi Kurniawan
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.654

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Penguatan Literasi Perpajakan pada Generasi Muda” dilaksanakan oleh Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) di SMK Negeri 1 Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar perpajakan, menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini, serta memberikan pengalaman aplikatif bagi mahasiswa melalui kegiatan edukasi dan pendampingan. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, simulasi pengisian SPT Tahunan, praktik administrasi pajak sederhana (NPWP dan EFIN), serta diskusi kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi perpajakan siswa, dengan rata-rata skor pemahaman meningkat dari 41,2% menjadi 82,7% setelah kegiatan. Antusiasme siswa terhadap materi dan partisipasi aktif mahasiswa sebagai fasilitator turut memperkuat efektivitas program. Kegiatan ini juga menegaskan peran strategis kampus vokasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Program edukasi pajak ini diharapkan menjadi model penguatan inklusi keuangan berbasis pajak yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah menengah lainnya di Kalimantan Selatan untuk mendukung peningkatan kesadaran pajak generasi muda dan keberlanjutan pembangunan daerah. Kata Kunci: Literasi Pajak, Edukasi Pajak, Kampus Vokasi, Politala, Inklusi Keuangan Abstract The community service activity entitled “Strengthening Tax Literacy Among the Young Generation” was conducted by the D4 Tax Accounting Study Program of Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) at SMK Negeri 1 Takisung, Tanah Laut Regency, South Kalimantan. The main objectives of this program were to enhance students’ understanding of basic taxation concepts, foster early tax awareness, and provide practical experience for students through educational and mentoring activities. The implementation methods included interactive lectures, simulations of annual tax return (SPT) filing, basic tax administration practices (NPWP and EFIN registration), and group discussions. The evaluation results showed a significant improvement in students’ tax literacy, with the average comprehension score increasing from 41.2% to 82.7% after the program. Students’ enthusiasm for the material and the active participation of Politala students as facilitators further strengthened the program’s effectiveness. This activity also highlights the strategic role of vocational higher education institutions in carrying out the Tri Dharma Perguruan Tinggi, particularly in community service. The tax education program is expected to serve as a model for strengthening tax-based financial inclusion that can be replicated in other vocational schools across South Kalimantan to support the improvement of young people’s tax awareness and the sustainability of regional development. Keywords: Tax Literacy, Tax Education, Vocational Higher Education, Politala, Financial Inclusion
Meta-Analisis Faktor Pendorong dan Penghambat Adopsi Teknologi UMKM di Tanah Laut Khalid Al Hadring Smith; Ardi Kurniawan; Lativa Yuswanita; Kurniawan Harminsyah Baharuddin
Jurnal Mirai Management Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v10i2.10073

Abstract

Transformasi digital menjadi kunci peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat adopsi teknologi pada UMKM di Indonesia dengan fokus kontekstual pada Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dan meta-analysis terhadap 35 artikel ilmiah, laporan BPS, serta dokumen kebijakan terkait digitalisasi UMKM pada periode 2014–2025. Analisis dilakukan melalui content analysis dan thematic coding berdasarkan kerangka teori Technology Acceptance Model (TAM), Diffusion of Innovations (DOI), dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong adopsi teknologi meliputi persepsi kemudahan dan kegunaan teknologi, dukungan kebijakan pemerintah, ketersediaan infrastruktur digital, serta pengaruh sosial dan jejaring bisnis. Faktor penghambat mencakup rendahnya literasi digital, keterbatasan biaya, infrastruktur internet yang belum merata, dan resistensi terhadap perubahan. Analisis kontekstual Tanah Laut memperlihatkan peran pemerintah lokal yang dominan melalui program pelatihan dan fasilitasi modal, namun hambatan infrastruktur dan literasi digital masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital berbasis komunitas, pengembangan infrastruktur internet di desa produktif, insentif fiskal untuk early adopter, serta penguatan kolaborasi triple helix guna membangun ekosistem inovasi. Temuan ini diharapkan menjadi referensi akademis dan masukan kebijakan dalam mempercepat transformasi digital UMKM di daerah semi-periferal. Kata kunci: UMKM, Adopsi Teknologi, Digitalisasi, Meta-Analisis, Literasi Digital.