Lailatul Mutia Alda
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Inferensi pada Humor Roasting Tokoh Politik: Studi Kasus Kiky Saputri dan Ate Roasting AMIN Lailatul Mutia Alda; Ngusman Abdul Manaf; Tressyalina
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3077

Abstract

Penelitian ini berfokus mengidentifikasi jenis serta fungsi inferensi pragmatik yang muncul dalam acara humor roasting tokoh politik pada video “Kiky Saputri dan Ate Roasting AMIN”, yang disiarkan oleh Metro TV pada 5 Januari 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode simak bebas libat cakap, penelitian menganalisis 21 tuturan melalui kerangka inferensi Yule (1996) dan prinsip kerja sama Grice (1975). Hasilnya mengungkap dua tipe inferensi yang dominan: (1) inferensi umum, terdiri dari 11 tuturan yang bersandar pada kritik sosial‑politik dan dapat dipahami tanpa konteks khusus, contohnya sindiran tentang korupsi, ketimpangan sosial, dan kebebasan berpendapat; serta (2) inferensi khusus, mencakup 10 tuturan yang memerlukan pengetahuan konteks tertentu untuk ditafsirkan, seperti sindiran spesifik terhadap tokoh dan institusi politik. Fungsi utama inferensi dalam video tersebut meliputi penciptaan humor politis, penyampaian kritik implisit yang aman secara sosial, pembentukan opini publik, serta penguatan wacana deliberatif. Temuan ini menegaskan bahwa humor roasting berperan sebagai ruang diskursif alternatif dalam komunikasi politik digital. Studi ini menunjukkan bahwa inferensi tidak hanya krusial untuk mengartikan sebuah ucapan, melainkan juga menjadi metode yang efektif dalam humor politik untuk mengungkapkan kritik, memengaruhi pendapat publik, serta meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Oleh karena itu, humor politik di ranah digital merupakan bentuk komunikasi politik yang kompleks dengan makna implisit yang dapat ditelaah lewat pendekatan pragmatik dan analisis inferensi. Hasil ini menegaskan bahwa humor roasting berfungsi sebagai ruang  alternatif dalam komunikasi politik digital.
RELEVANSI ASESMEN FORMATIF BERBASIS GAYA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEKS BAHASA INDONESIA: KAJIAN LITERATUR Bella Puspita; Lailatul Mutia Alda; Abdurahman; Amril Amir
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.16246

Abstract

This study analyzes the relevance of formative assessments that focus on learning styles in teaching Indonesian language texts. The diversity of visual, auditory, and kinesthetic learning styles of students requires a responsive and flexible assessment approach, particularly within the Merdeka Curriculum framework, which emphasizes differentiated learning. The method used was a literature review collected from relevant journal articles, books, and policy documents published in the last five years. The results indicate that formative assessments designed to align with students' learning modalities are consistently associated with increased engagement, motivation, and learning achievement. However, their implementation still faces challenges in the form of teacher competency and the lack of operational technical guidelines. These findings emphasize the importance of developing a contextual and applicable learning style-based formative assessment model in teaching Indonesian language texts.