Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perceraian Dalam Fiqh Mazhab Dan Sistem Peradilan: Kajian Komparatif Antara Talak Raj'i, Bain, Khulu' Dan Talak Tiga Siti Khodijah; Muhammad Ammar Adly
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.805

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komparatif berbagai bentuk perceraian dalam fiqh mazhab talak raj'i, bain, khulu', dan talak tiga sekaligus serta implikasinya dalam sistem peradilan Islam Indonesia. Persoalan talak di luar pengadilan versus talak di depan sidang pengadilan agama, serta perlindungan hak perempuan melalui cerai gugat, menjadi fokus utama. Dengan menggunakan pendekatan normatif-komparatif dan merujuk pada kitab-kitab klasik mazhab empat, peraturan perundang-undangan, dan literatur kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa: (1) perbedaan mazhab dalam klasifikasi dan syarat talak memiliki implikasi signifikan terhadap hak suami-istri; (2) talak tiga sekaligus memperoleh perlakuan berbeda antara mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali, dan pendapat ulama kontemporer; (3) hukum positif Indonesia melalui UU No. 1/1974 dan KHI mengadopsi pendekatan tertentu yang tidak selalu selaras dengan semua pandangan mazhab; (4) mekanisme cerai gugat dalam hukum positif memberikan ruang perlindungan bagi perempuan namun masih menyisakan kesenjangan implementasi. Penelitian ini berkontribusi pada upaya harmonisasi antara fiqh klasik dan pembaruan hukum keluarga Islam di Indonesia.
Poligami dalam Perspektif Tafsir Klasik Mazhab Fiqh dan Regulasi Hukum Modern Indonesia Mustafa Parinduri; Muhammad Ammar Adly
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/95hzs154

Abstract

Poligami merupakan salah satu isu yang terus menjadi perdebatan dalam hukum Islam dan hukum nasional Indonesia. Praktik poligami dalam Islam didasarkan pada Q.S. An-Nisa ayat 3 yang memberikan kebolehan menikahi lebih dari satu istri dengan syarat utama keadilan. Akan tetapi, konsep keadilan dalam poligami menimbulkan berbagai penafsiran dalam mazhab fiqh klasik maupun hukum modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Q.S. An-Nisa ayat 3 dalam mazhab fiqh klasik, syarat keadilan dan batasan poligami, izin poligami dalam hukum nasional Indonesia, serta realitas sosial poligami di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh mazhab fiqh klasik membolehkan poligami dengan syarat keadilan, meskipun terdapat perbedaan dalam penafsiran dan implementasinya. Regulasi hukum Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam membatasi praktik poligami melalui izin pengadilan dan syarat administratif tertentu. Dalam realitas sosial, praktik poligami di Indonesia masih menimbulkan berbagai persoalan terkait keadilan gender, ekonomi keluarga, dan perlindungan perempuan.