Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Generative AI untuk Peningkatan Produktivitas dan Inovasi Bisnis UMKM Lalang Saksono; Zulfahmi Zulfahmi; Jonmaianto Sihombing; Mega Devita Sari; Syailendra Reza Irwansyah Rezeki
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi Generative Artificial Intelligence (Generative AI) memberikan peluang strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta inovasi bisnis di era transformasi digital. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami secara optimal pemanfaatan Generative AI untuk mendukung aktivitas usaha, seperti pembuatan konten promosi, penyusunan deskripsi produk, pengelolaan ide bisnis, pelayanan pelanggan, hingga perencanaan strategi pemasaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam menggunakan Generative AI sebagai alat bantu produktivitas dan inovasi bisnis. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan peserta, sosialisasi konsep dasar Generative AI, pelatihan penggunaan aplikasi berbasis AI, praktik langsung penyusunan konten bisnis, serta evaluasi pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test. Materi pelatihan difokuskan pada pemanfaatan Generative AI untuk menghasilkan ide promosi, membuat caption media sosial, menyusun strategi pemasaran, merancang deskripsi produk yang menarik, dan mendukung pengambilan keputusan sederhana dalam pengelolaan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai fungsi, manfaat, dan penerapan Generative AI dalam kegiatan bisnis UMKM. Selain itu, peserta mampu menghasilkan berbagai output digital yang relevan dengan kebutuhan usaha masing-masing. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi dalam mendorong literasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan penguatan daya saing UMKM melalui pemanfaatan teknologi Generative AI secara praktis, adaptif, dan berkelanjutan.
STRATEGI MENUJU KESEJAHTERAAN SUMBER DAYA: EKSPLORASI JIWA KEWIRAUSAHAAN PADA ANAK ASUH PANTI ASUHAN Mega Devita Sari; Mohamad Dimyati Ayatullah; Galih Hendra Wibowo
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/na2qkn68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaiamana jiwa kewirausahaan muncul dalam anak asuh Panti Asuhan. Melalui metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi, peneliti telah melakukan observasi dan wawancara terhadap anak asuh dan pengelola Panti Asuhan Husnul Khotimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat kewirausahaan mulai terbentuk dengan munculnya Self-Efficacy yang dijadikan sebagai basis motivasi serta semangat dalam diri terkait keyakinan serta ketetapan hati untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan kewiurahaan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumberdaya yang didukung oleh tenaga pengajar yang mumpuni dibidangnya. Selain itu, wirausaha dapat menjadi alteratif dalam berkarir di masa mendatang, ketika mereka sudah tidak tinggal di Panti Asuhan.
Pelaporan Keberlanjutan dan Tata Kelola Risiko Lingkungan: Tinjauan Literatur Kritis dan Bukti Kasus tentang Risiko Banjir di Sumatra Shivy Indah Novisari; Mega Devita Sari
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/wahana.21.015

Abstract

This study examines how environmental risks, particularly flood risk, are represented in corporate sustainability reporting in Sumatra. Using an interpretive qualitative approach, the study applies qualitative document analysis and Derridean deconstruction to sustainability disclosures from four corporate entities operating in forestry and pulp, metals and mining, electric power generation, and agriculture and plantations. The findings indicate that, in the cases examined, environmental responsibility is predominantly communicated through organizational initiatives, compliance activities, conservation programmes, and operational risk management, while broader ecological interdependencies and cumulative environmental risks receive comparatively less explicit representation. Flood risk is frequently framed through climatic, technical, or operational narratives rather than broader relationships among land use, watershed conditions, ecological degradation, and corporate responsibility. The study concludes that sustainability reporting may enhance environmental visibility while simultaneously limiting the visibility of broader accountability relationships, highlighting the need for more substantive sustainability accounting that connects corporate disclosures with environmental dependencies, impacts, and risks. Penelitian ini mengkaji bagaimana risiko lingkungan, khususnya risiko banjir, direpresentasikan dalam pelaporan keberlanjutan korporasi di Sumatra. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretif, penelitian ini menerapkan analisis dokumen kualitatif dan dekonstruksi Derrida terhadap pengungkapan keberlanjutan dari empat entitas korporasi yang bergerak di sektor kehutanan dan pulp, pertambangan logam, pembangkitan tenaga listrik, serta pertanian dan perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada kasus yang dianalisis, tanggung jawab lingkungan terutama dikomunikasikan melalui inisiatif organisasi, aktivitas kepatuhan, program konservasi, dan pengelolaan risiko operasional, sementara keterkaitan ekologis yang lebih luas dan risiko lingkungan kumulatif relatif kurang direpresentasikan secara eksplisit. Risiko banjir cenderung dibingkai melalui narasi iklim, teknis, atau operasional daripada melalui hubungan yang lebih luas antara penggunaan lahan, kondisi daerah aliran sungai, degradasi ekologis, dan tanggung jawab korporasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaporan keberlanjutan dapat meningkatkan visibilitas lingkungan sekaligus membatasi visibilitas hubungan akuntabilitas yang lebih luas.