Annisa Salsabila
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi dan Pendeketan dalam Pengelolaan Kelas yang Bermutu dan Efektif Annisa Salsabila; Ana Rahayu Lestari; Annisa Siti Wardah; Arafatus Saidah; Athallah Argya Waranggana; Sofyan Iskandar
JPPSD: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2026): Januari
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppsd.v5i3.81416

Abstract

Pengelolaan kelas merupakan komponen penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan bermutu di sekolah dasar. Namun, berbagai penelitian menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara praktik pengelolaan kelas ideal dan kondisi nyata di lapangan, seperti kurangnya pemahaman guru mengenai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa serta penerapan strategi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep, strategi, dan pendekatan pengelolaan kelas yang dapat meningkatkan efektivitas dan mutu pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis jurnal, buku, dan dokumen ilmiah relevan yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang efektif ditandai oleh kemampuan guru menjaga kondisi belajar yang kondusif, penerapan strategi yang variatif seperti diskusi, kerja kelompok, dan pembelajaran berbasis proyek, serta penggunaan pendekatan yang menyesuaikan karakteristik siswa. Selain itu, inovasi seperti gamifikasi terbukti meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi manajerial guru dan penerapan pendekatan fleksibel sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan intensif bagi guru SD untuk menguasai strategi dan pendekatan pengelolaan kelas secara komprehensif.
Development of Canva-Based Digital Media for Teaching Mathematics: Counting Numbers Up to 10,000 in Grade IV Elementary School Annisa Salsabila; Annisa Siti Wardah; Salsa Amelia Putri; Tita Mahharani; Alfiana Nurussama; Teten Ginanjar Rahayu
OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2026): OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jkpm.v5i1.1159

Abstract

This study aims to: a) Test the validity of Canva-based interactive mathematics learning media on whole number materials in elementary school ; and b) Test the practicality level of the learning media according to student responses. This study is a type of Research and Development (R&D) using the ADDIE Development model consisting of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The Research subjects were fourth-grade elementary school students. The instruments used included validation sheets and practicality questionnaires. The validity test results from material and media experts obtained an average percentage of 87.58%, falling into the "Very Valid" category. The practicality test results through student response questionnaires obtained an average percentage of 95.04%, categorized as "Very Practical". Based on these results, the "Walacah" media is effective as a cognitive mediation tool to improve students' understanding of whole numbers up to 10,000.
TIKTOK SEBAGAI MEDIA TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PENYAJIAN KONTEN DAKWAH BAGI GENERASI Z DI KALANGAN MAHASISWA UPI PURWAKARTA Annisa Salsabila; Joya Nuraini; Nabilah Rangkuti; Nurani Laraswati; Rika Aprilia; Hisny Fajrussalam; Yahya Rafi Sya'bani
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Bayan Linnaas Vol. 10 No.1 2026
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v10i1.2695

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed the way religious values are disseminated, including through social media platforms such as TikTok. However, the presentation of short, fast, and algorithm-based da’wah content also raises concerns regarding shallow religious understanding, filter bubble effects, the dominance of viral-oriented content, and the low level of digital literacy among students. This study aims to analyse TikTok as a digital technology medium in presenting da’wah content for Generation Z among students at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Purwakarta Campus. The study employed a survey method with a quantitative approach. Data were collected through Google Form questionnaires distributed to 52 students from various study programs at UPI Purwakarta Campus. The research instrument used a Likert scale to measure the intensity of TikTok usage, exposure to da’wah content, content-viewing behaviour, the effectiveness of TikTok as a digital medium, and perceptions regarding the impact of digital da’wah content. The findings show that 96.2% of respondents were active TikTok users, while 86.5% used TikTok for a considerable duration each day. In addition, 65.4% of respondents frequently encountered da’wah content on their For You Page (FYP), whereas 57.68% tended to watch da’wah content until the end when it was considered interesting and relevant. Furthermore, 73.1% of respondents viewed TikTok as a practical medium for obtaining religious information, and 80.8% considered da’wah content on TikTok beneficial to their religious understanding. These findings indicate that TikTok plays a significant role as a digital technology medium in presenting da’wah content for Generation Z due to its ability to disseminate information quickly, visually, interactively, and accessibly. Nevertheless, strengthening digital literacy remains important so that religious information received through TikTok can be understood critically and responsibly.