Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknologi Distributed Ledger untuk Transparansi Rantai Pasok Obat dalam Layanan Kesehatan Publik : Tinjauan Literatur Sistematis Lusianto Lusianto; Rizki Adha; Dodi Syaripudin
Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK)
Publisher : STMIK Amika Soppeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70247/jumistik.v5i1.267

Abstract

Sektor kesehatan publik Indonesia, khususnya program Prolanis BPJS, menghadapi tantangan kritikal berupa peredaran obat palsu dan ketidakakuratan data inventaris. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis pedoman PRISMA 2020 untuk mengevaluasi solusi teknologi yang tepat. Hasil analisis terhadap 36 artikel terpilih merekomendasikan adopsi Hyperledger Fabric Consortium Blockchain yang terintegrasi dengan IoT dan kode QR/NFC. Arsitektur ini dinilai efektif menjamin keaslian obat (provenance), mengotomatisasi manajemen stok melalui smart contract, serta menyeimbangkan transparansi publik dengan privasi data pasien sesuai regulasi. Meskipun terdapat tantangan pada interoperabilitas sistem lama dan infrastruktur, studi ini mengusulkan peta jalan implementasi bertahap, mulai dari percontohan di Bandung hingga ekspansi nasional, guna memperkuat rantai pasok farmasi di negara berkembang. Kata Kunci: Rantai Pasok Farmasi, Hyperledger Fabric, Prolanis, Smart Contract, Provenance Obat.
Technopreneurship dan Adopsi Sistem Informasi pada Usaha Mikro di Era Industri 4.0 : Analisis berbasis Data Terbuka Fasilitasi Kabupaten Bandung Lusianto Lusianto; Eddy Soeryanto Soegoto; Tri Utomo Wiganarto
Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK)
Publisher : STMIK Amika Soppeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70247/jumistik.v5i1.323

Abstract

Revolusi Industri 4.0 mengubah secara mendasar cara usaha mikro berproduksi, mendistribusikan produk, dan berinteraksi dengan konsumen melalui pemanfaatan internet, komputasi awan, dan big data. Dalam lanskap tersebut, technopreneurship — integrasi kapasitas kewirausahaan dengan teknologi — menempatkan teknologi sebagai inti penciptaan nilai, efisiensi, dan keunggulan kompetitif. Artikel ini menganalisis peran technopreneurship dalam penguatan usaha mikro di era Industri 4.0 melalui tinjauan naratif atas literatur jurnal nasional dan peraturan perundang-undangan, yang dipadukan dengan analisis deskriptif data resmi daerah mengenai jumlah usaha mikro yang difasilitasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DISKOPUKM) Kabupaten Bandung periode 2019–2025 (dataset DISKOPUKM/062, Satu Data Kabupaten Bandung). Data memperlihatkan ekspansi tajam dari 401 unit pada 2019 menjadi puncak 5.426 unit pada 2023 — setara laju pertumbuhan majemuk tahunan sekitar 92 persen — yang kemudian terkoreksi moderat menjadi 4.312 unit pada 2024 dan 4.110 unit pada 2025, namun tetap lebih dari sepuluh kali lipat angka awal periode. Temuan mengindikasikan bahwa luasnya jangkauan fasilitasi merupakan modal kebijakan yang penting, tetapi jangkauan semata belum menjamin penguatan technopreneurship; substansi program perlu diarahkan pada literasi digital, akses platform, inovasi model bisnis, dan pendampingan berbasis teknologi sebagaimana diamanatkan PP Nomor 7 Tahun 2021 dan Perpres Nomor 2 Tahun 2022. Artikel ini menyumbangkan sintesis konseptual dan pembacaan awal berbasis bukti atas keterkaitan kebijakan fasilitasi daerah dengan agenda technopreneurship.