Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HelloUMKM : Platform Teknopreneur berbasis Cloud dan Line Bot untuk UMKM Sufa Atin; Eddy Soeryanto Soegoto; Tri Utomo Wiganarto
Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK)
Publisher : STMIK Amika Soppeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70247/jumistik.v5i1.285

Abstract

Perkembangan kewirausahaan digital menuntut UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi informasi guna meningkatkan daya saing. Namun, sebagian besar UMKM di Kota Bandung masih menghadapi kendala dalam pengelolaan website promosi dan responsivitas layanan pelanggan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan HelloUMKM sebagai platform teknopreneur yang mengintegrasikan teknologi Cloud Computing model SaaS dan LINE Bot untuk memfasilitasi promosi serta transaksi produk. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model pengembangan prototipe. Pengujian dilakukan melalui uji alpha (Blackbox dan akurasi algoritma Jaro-Winkler Distance serta Forward Chaining pada LINE Bot) dan uji beta kepada 26 pelaku UMKM. Hasil pengujian menunjukkan fungsionalitas sistem mencapai 100% dengan akurasi LINE Bot sebesar 86%. Secara responsif, 85,38% responden sangat setuju aplikasi mendukung promosi online, 82,31% setuju LINE Bot efektif dalam komunikasi pelanggan, dan 74,62% menilai antarmuka mudah digunakan. Integrasi SaaS multi-tenant dan chatbot cerdas ini terbukti memberikan solusi praktis bagi UMKM dalam membangun ekosistem teknopreneur yang mandiri, responsif, dan berorientasi pada digitalisasi usaha.
Technopreneurship dan Adopsi Sistem Informasi pada Usaha Mikro di Era Industri 4.0 : Analisis berbasis Data Terbuka Fasilitasi Kabupaten Bandung Lusianto Lusianto; Eddy Soeryanto Soegoto; Tri Utomo Wiganarto
Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK)
Publisher : STMIK Amika Soppeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70247/jumistik.v5i1.323

Abstract

Revolusi Industri 4.0 mengubah secara mendasar cara usaha mikro berproduksi, mendistribusikan produk, dan berinteraksi dengan konsumen melalui pemanfaatan internet, komputasi awan, dan big data. Dalam lanskap tersebut, technopreneurship — integrasi kapasitas kewirausahaan dengan teknologi — menempatkan teknologi sebagai inti penciptaan nilai, efisiensi, dan keunggulan kompetitif. Artikel ini menganalisis peran technopreneurship dalam penguatan usaha mikro di era Industri 4.0 melalui tinjauan naratif atas literatur jurnal nasional dan peraturan perundang-undangan, yang dipadukan dengan analisis deskriptif data resmi daerah mengenai jumlah usaha mikro yang difasilitasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DISKOPUKM) Kabupaten Bandung periode 2019–2025 (dataset DISKOPUKM/062, Satu Data Kabupaten Bandung). Data memperlihatkan ekspansi tajam dari 401 unit pada 2019 menjadi puncak 5.426 unit pada 2023 — setara laju pertumbuhan majemuk tahunan sekitar 92 persen — yang kemudian terkoreksi moderat menjadi 4.312 unit pada 2024 dan 4.110 unit pada 2025, namun tetap lebih dari sepuluh kali lipat angka awal periode. Temuan mengindikasikan bahwa luasnya jangkauan fasilitasi merupakan modal kebijakan yang penting, tetapi jangkauan semata belum menjamin penguatan technopreneurship; substansi program perlu diarahkan pada literasi digital, akses platform, inovasi model bisnis, dan pendampingan berbasis teknologi sebagaimana diamanatkan PP Nomor 7 Tahun 2021 dan Perpres Nomor 2 Tahun 2022. Artikel ini menyumbangkan sintesis konseptual dan pembacaan awal berbasis bukti atas keterkaitan kebijakan fasilitasi daerah dengan agenda technopreneurship.
Pengembangan Responsive Agentic AI-Enhanced Learning Framework untuk Meningkatkan Daya Saing Startup Edtech Hani Irmayanti; Eddy Soeryanto Soegoto; Tri Utomo Wiganarto
Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK)
Publisher : STMIK Amika Soppeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70247/jumistik.v5i1.331

Abstract

Advances in artificial intelligence in education open up opportunities for more adaptive and personalized learning. However, EdTech startups still face challenges in the form of high customer churn rates and low user loyalty, which impact business competitiveness. This study proposes the Responsive Agentic AI-Enhanced Learning Framework as a conceptual artifact that integrates Agentic AI capabilities with adaptive learning. The method used is Design Science Research (DSR), which includes problem identification, solution goal setting, design and development, demonstration, logical evaluation, and communication. The objective of this research is to identify the essential elements of Agentic AI in the development of adaptive learning models for EdTech startups. The research results identified six main components, Agentic AI Capability, Adaptive Learning, Personalized Learning Experience, User Engagement, User Loyalty, and Competitive Advantage. Logical evaluation showed that the resulting framework possesses good relevance, consistency, completeness, and usefulness. The study concluded that the integration of Agentic AI has the potential to increase user loyalty while supporting the sustainable competitiveness of EdTech startups.
Pengembangan Platform Ekosistem Bisnis Digital berbasis Artificial Intelligence untuk Mendukung Business Analytics Ipan Ripai; Eddy Soeryanto Soegoto; Tri Utomo Wiganarto
Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Informatika, Sistem Informasi dan Teknologi Komputer (JUMISTIK)
Publisher : STMIK Amika Soppeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70247/jumistik.v5i1.340

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan data bisnis dan pengambilan keputusan berbasis data. Meskipun Artificial Intelligence (AI) dan Business Analytics menawarkan potensi besar, penerapannya pada UMKM masih belum terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan melakukan evaluasi awal terhadap prototype BokorAI, yaitu platform bisnis digital berbasis AI yang mengintegrasikan Business Analytics dan Virtual Business Assistant untuk mendukung pengambilan keputusan UMKM. Penelitian menggunakan metode Design Science Research (DSR) yang meliputi identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, demonstrasi, dan evaluasi awal prototype. BokorAI dikembangkan sebagai aplikasi berbasis web yang menyediakan dashboard analitik bisnis, analisis penjualan, analisis pelanggan, serta asisten virtual berbasis AI. Prototype diuji menggunakan data transaksi riil pada UMKM dan dievaluasi melalui pengujian usability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BokorAI mampu mengintegrasikan Business Analytics dan Virtual Business Assistant dalam satu platform yang membantu pelaku UMKM memantau kinerja usaha, memperoleh insight bisnis, serta menerima rekomendasi secara interaktif. Prototype yang dikembangkan berpotensi meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data dan mendukung transformasi digital UMKM
Implementasi Model Bisnis Dan Strategi Pengembangan Smart Hiking Menggunakan Business Model Canvas Dan SWOT Anggun Fergina; Eddy Soeryanto Soegoto; Tri Utomo Wiganarto
Jurnal Sains Informatika Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sains Informatika Terapan (Juni, 2026)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia (RISINDO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/jsit.v5i2.1206

Abstract

Meningkatnya aktivitas pendakian gunung di Indonesia mendorong kebutuhan terhadap layanan digital yang mampu mendukung persiapan pendakian secara lebih aman dan terstruktur. Namun, inovasi teknologi tidak hanya membutuhkan pengembangan fitur, tetapi juga model bisnis yang mampu menjelaskan bagaimana nilai diciptakan, disampaikan, dan menghasilkan keberlanjutan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model bisnis dan strategi pengembangan Smart Hiking sebagai aplikasi pendukung aktivitas pendakian berbasis kecerdasan buatan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan pengembang aplikasi, observasi terhadap konsep layanan, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Smart Hiking memiliki proposisi nilai melalui integrasi rekomendasi perlengkapan berbasis kecerdasan buatan, informasi cuaca secara real-time, data jalur pendakian, dan dukungan mitigasi risiko dalam satu platform. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi Business Model Canvas dan SWOT dapat menjadi pendekatan strategis dalam merancang model bisnis digital pada tahap awal pengembangan.
LENS: Platform Marketplace Peer-To-Peer Penyewaan Peralatan Fotografi Berbasis Web Hernalom Sitorus; Eddy Soeryanto Soegoto; Tri Utomo Wiganarto; Airine Hananiah
FORMAT Vol 15 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/format.2026.v15.i2.003

Abstract

Perkembangan industri kreatif dan media sosial telah meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap peralatan fotografi seperti kamera, lensa, lighting, dan perangkat pendukung lainnya. Namun, tingginya harga peralatan fotografi menjadi hambatan bagi kreator pemula, mahasiswa, maupun pelaku UMKM untuk memiliki peralatan secara mandiri. Di sisi lain, banyak pemilik peralatan fotografi yang tidak memanfaatkan asetnya secara optimal sehingga menciptakan peluang bisnis berbasis sharing economy melalui mekanisme penyewaan. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah proses penyewaan masih dilakukan secara manual melalui media sosial dan aplikasi pesan instan sehingga sering menimbulkan keterlambatan respons, ketidakjelasan ketersediaan alat, serta rendahnya keamanan transaksi. Penelitian ini bertujuan merancang platform startup marketplace bernama LENS yang menghubungkan pemilik alat dan penyewa secara peer-to-peer (P2P) melalui sistem berbasis web. Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall yang terdiri dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Platform dirancang dengan fitur verifikasi identitas, verifikasi portofolio, manajemen inventaris alat, sistem booking, monitoring transaksi, pengingat pengembalian alat, serta pengelolaan komisi otomatis sebagai model bisnis platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan sistem mampu mendukung proses transaksi penyewaan yang lebih aman, transparan, dan efisien dibandingkan proses manual. Selain itu, model bisnis fee commission yang diterapkan memungkinkan platform memperoleh pendapatan secara berkelanjutan tanpa harus memiliki inventaris alat secara langsung.
Analisis Peran Soft Skills dalam Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan pada Model Bisnis Technopreneur Muda Popon Dauni; Eddy Soeryanto Soegoto; Tri Utomo Wiganarto
FORMAT Vol 15 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/format.2026.v15.i2.008

Abstract

Di era ekonomi digital yang dinamis, keberhasilan technopreneur muda tidak lagi hanya bergantung pada penguasaan teknologi, melainkan pada sinergi dengan soft skills yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh soft skills terhadap kinerja technopreneur muda, khususnya dalam menghadapi tantangan pasar yang disruptif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research) terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional bereputasi dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa soft skills seperti kepemimpinan transformasional, komunikasi persuasif, dan kemampuan berpikir kritis berkorelasi positif terhadap efektivitas manajerial dan inovasi bisnis. Temuan ini menegaskan bahwa soft skills berperan sebagai katalisator dalam mengintegrasikan teknologi canggih, seperti Artificial Intelligence (AI) dan Big Data, ke dalam model bisnis untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Kesimpulannya, penguasaan soft skills merupakan determinan utama bagi technopreneur muda untuk menavigasi kompleksitas etika dan operasional di era otomatisasi. Keberhasilan integrasi ini menuntut keterlibatan aktif institusi pendidikan dalam menyediakan jalur pembelajaran yang dipersonalisasi dan inklusif. Selain itu, penguatan kolaborasi antara inkubator bisnis dan ekosistem industri menjadi langkah strategis. Integrasi kerangka kerja etika ke dalam kurikulum menjadi krusial untuk menavigasi dilema moral akibat otomatisasi sistem.
Transformasi Digital Technopreneurship Perempuan melalui Business Model Canvas Berbasis Artificial Intelligence Sri Erina Damayanti; Eddy Soeryanto Soegoto; Tri Utomo Wiganarto
FORMAT Vol 15 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/format.2026.v15.i2.009

Abstract

Keterbatasan literasi digital, inovasi produk yang monoton, serta tata kelola model bisnis konvensional membatasi keberlanjutan ekonomi UMKM perempuan di pedesaan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan model transformasi digital technopreneurship perempuan melalui rekonstruksi Business Model Canvas (BMC) berbasis Artificial Intelligence (AI) pada komunitas Saparantu Ecocraft di Desa Bojong, Kabupaten Cianjur. Menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) berbasis kerangka Agile dalam tiga siklus iteratif selama enam bulan, penelitian ini mengintegrasikan platform AI generatif (ChatGPT, Midjourney, Canva AI) ke dalam sembilan elemen BMC. Hasil penelitian membuktikan integrasi AI mampu menekan biaya operasional pemasaran hingga 85% (dari Rp2.000.000 menjadi Rp300.000/bulan), merealisasikan diversifikasi dari 0% produk bernilai tambah menjadi 5 jenis produk interior baru, meningkatkan trafik digital sebesar 300% dan konversi penjualan sebesar 45%, serta meningkatkan skor kesiapan digital perajin dari 1,8 menjadi 4,4 (skala 5,0). Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah berupa model konseptual transformasi digital inklusif yang mengintegrasikan kecerdasan buatan, inovasi model bisnis adaptif, dan pemberdayaan perempuan berbasis kearifan lokal.