Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Minat Siswa terhadap Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Marhani
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis minat siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar Kota Parepare. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 120 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket yang mencakup aspek perhatian, rasa senang, keterlibatan, dan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase dan rata-rata skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran PJOK berada pada kategori tinggi dengan persentase 82,4%. Aspek rasa senang memperoleh persentase tertinggi (85,6%), diikuti perhatian (83,1%), motivasi (80,7%), dan keterlibatan (80,2%). Metode pembelajaran berbasis permainan dan aktivitas kelompok menjadi faktor utama yang meningkatkan minat siswa, meskipun keterbatasan sarana dan prasarana olahraga masih menjadi kendala. Pembelajaran PJOK yang kreatif dan menyenangkan terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa.
Learning Models to Improve Students' Social Skills: How is the Development Process? Nurhadifah Amaliyah; Musdalifa; Marhani; Kartini; Burhan
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v13i1.90697

Abstract

Living with other people requires communication and social skills, such as working in a team, having the determination to succeed, solving problems, communicating well, making decisions, managing oneself, and interacting with friends, so these need to be taught and trained from an early age. The development of social skills is not only related to academic aspects, but also equips students with social life skills. One way to improve social skills is through implementing the social inquiry development learning model. This learning model is designed and aims to create a learning experience that not only focuses on academic knowledge but also on developing social skills. This research approach is a Research and Development (R&D) approach using development design. The research and development procedure used is the 4-D (Four-D) model. The final product of this research is the development of an Inquiry Learning Model which has been evaluated by material experts, learning model experts, as well as limited testing. This research produces (1) The inquiry learning model can improve students' social skills. So that the inquiry learning model product is suitable for use as a learning model in the PGSD Department. (2) The Inquiry Learning Model is effectively used in social studies courses because it increases learning outcomes (Gain Score) between the experimental class and the control class.
Analisis Kebiasaan Olahraga Siswa Sekolah Dasar di Luar Jam Sekolah Marhani
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi Juli
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan berolahraga siswa sekolah dasar di luar jam sekolah di Kota Parepare. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan dan perkembangan siswa sekolah dasar di tengah meningkatnya penggunaan gawai dan aktivitas sedentari pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian terdiri atas 120 siswa sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner mengenai frekuensi berolahraga, jenis olahraga yang dilakukan, durasi aktivitas fisik, serta faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan berolahraga siswa di luar jam sekolah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan berolahraga siswa sekolah dasar di Kota Parepare berada pada kategori cukup baik dengan rata-rata persentase sebesar 78,6%. Sebagian besar siswa melakukan aktivitas olahraga sebanyak 2–3 kali dalam seminggu dengan jenis olahraga yang paling diminati adalah sepak bola, bulu tangkis, dan bersepeda. Faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan berolahraga siswa meliputi dukungan orang tua, lingkungan bermain, ketersediaan sarana olahraga, dan pengaruh teman sebaya. Namun demikian, penggunaan gawai yang berlebihan serta kurangnya waktu bermain di luar rumah menjadi kendala utama bagi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga secara rutin. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari sekolah dan keluarga untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya aktivitas fisik dan olahraga bagi kesehatan secara menyeluruh.