Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Upah Minimum dan PDRB terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka: Pendekatan Ekonomi Kelembagaan pada 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Tahun 2015–2024 Mariana Mariana; Diana Gusma Siregar; Irfayani Irfayani; Azzahwa Alyani Putri; Artikel Artikel; Hilda Aulia; Taryono Taryono
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.6620

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh Upah Minimum dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka pada 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau selama periode 2015–2024, dalam kerangka pendekatan ekonomi kelembagaan. Data sekunder dari Badan Pusat Statistik diolah dalam bentuk panel seimbang sebanyak 120 observasi dan dianalisis menggunakan tiga model regresi data panel, yaitu Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Uji Chow menunjukkan bahwa FEM lebih tepat dibandingkan CEM, sementara Uji Hausman mengkonfirmasi REM sebagai model terbaik. Uji asumsi mengindikasikan adanya heteroskedastisitas namun tidak ditemukan autokorelasi, sehingga diperlukan penerapan standard error robust. Hasil estimasi menunjukkan bahwa Upah Minimum dan PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka pada model FEM dan REM, sedangkan pada CEM hanya Upah Minimum yang signifikan. Dari perspektif kelembagaan, kebijakan upah minimum berfungsi sebagai instrumen institusi formal yang membentuk perilaku pasar tenaga kerja. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kapasitas kelembagaan daerah, ketegasan penegakan regulasi, dan karakteristik struktural ekonomi lokal. Temuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan dimensi kelembagaan dalam perumusan kebijakan ketenagakerjaan dan pembangunan ekonomi daerah.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Workshop Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Air Cucian Beras Di Desa Lalang Kabung Muhammad Imam Rahmatullah; Timbul Pasca Situmorang; Ratna Lumbini Putri; Imelia Syafitri; Azzahwa Alyani Putri; Bunga Mutiara. MG; Dhama Iga Carissa; Anisa Julianti; Atikah Nur Zahra; Naswa Ananda; Handika Marta
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22013284

Abstract

Air cucian beras merupakan salah satu jenis limbah rumah tangga yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair. Namun, pemanfaatannya masih terbatas karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, dalam mengolah air cucian beras menjadi pupuk organik cair. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sesi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Bahan-bahan yang digunakan meliputi air cucian beras, gula merah, dan EM4. Campuran tersebut difermentasi selama 15 hari untuk menghasilkan pupuk organik cair. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti langkah-langkah produksi dan memahami cara menggunakan pupuk organik cair tersebut. Proses fermentasi ditandai dengan perubahan warna menjadi cokelat kekuningan, aroma segar dan asam, serta terbentuknya gelembung-gelembung halus. Pupuk tersebut diaplikasikan setelah diencerkan dengan air dengan perbandingan 1:10 pada pagi atau sore hari. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sampah rumah tangga serta mendukung pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Workshop Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Air Cucian Beras Di Desa Lalang Kabung Muhammad Imam Rahmatullah; Timbul Pasca Situmorang; Ratna Lumbini Putri; Imelia Syafitri; Azzahwa Alyani Putri; Bunga Mutiara. MG; Dhama Iga Carissa; Anisa Julianti; Atikah Nur Zahra; Naswa Ananda; Handika Marta
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22013284

Abstract

Air cucian beras merupakan salah satu jenis limbah rumah tangga yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair. Namun, pemanfaatannya masih terbatas karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, dalam mengolah air cucian beras menjadi pupuk organik cair. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sesi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Bahan-bahan yang digunakan meliputi air cucian beras, gula merah, dan EM4. Campuran tersebut difermentasi selama 15 hari untuk menghasilkan pupuk organik cair. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti langkah-langkah produksi dan memahami cara menggunakan pupuk organik cair tersebut. Proses fermentasi ditandai dengan perubahan warna menjadi cokelat kekuningan, aroma segar dan asam, serta terbentuknya gelembung-gelembung halus. Pupuk tersebut diaplikasikan setelah diencerkan dengan air dengan perbandingan 1:10 pada pagi atau sore hari. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sampah rumah tangga serta mendukung pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.