Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN MEDIA DAN EVALUASI PEMBELAJARAN DI ERA PEMBELAJARAN MENDALAM BAGI GURU DI SMAN 1 GUNUNG SUGIH Sangidatus Sholiha; Fajri Arif Wibawa; Lilian Mega Puri; Eko Ari Wijayanto; Tiara Anggia Dewi; Desi Budiono; Siti Suprihatin; Intan Utami; Muhammad Rifai'i
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i2.5029

Abstract

Media pembelajaran memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya proses belajar yang efektif dan bermakna. Perkembangan teknologi digital menuntut perubahan fungsi media pembelajaran dari sekadar alat bantu visual menjadi sarana pedagogis yang mampu membangun pengalaman belajar yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran inovatif serta evaluasi autentik berbasis pendekatan pembelajaran mendalam di SMAN 1 Gunung Sugih. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, sosialisasi konsep pembelajaran mendalam, pelatihan pengembangan media dan evaluasi pembelajaran, penerapan teknologi inovasi digital di kelas, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Kegiatan melibatkan dosen sebagai narasumber dan fasilitator serta mahasiswa sebagai pendamping teknis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran mendalam, meningkatnya keterampilan dalam merancang media berbasis teknologi dan multimedia, serta kemampuan menyusun instrumen evaluasi autentik seperti proyek, portofolio, dan asesmen kinerja. Penerapan media digital dan pembelajaran berbasis proyek terbukti mendorong partisipasi aktif peserta didik, meningkatkan kolaborasi, serta memperkuat pemahaman konseptual melalui pengalaman belajar yang lebih nyata dan relevan. Selain itu, proses pendampingan membantu guru melakukan refleksi dan perbaikan berkelanjutan terhadap praktik pembelajaran. Dengan demikian, pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran, serta berkontribusi dalam mewujudkan budaya pembelajaran mendalam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Kata kunci: media pembelajaran, pembelajaran mendalam, teknologi digital, evaluasi autentik, pendampingan guru.
Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Modul Interaktif Ekonomi Digital Untuk Meningkatkan Literasi Ekonomi Mahasiswa Desi Budiono; Intan Utami
Promosi: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 12 No 2 (2024): Promosi
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jp.v12i2.12696

Abstract

The advancement of digital technology necessitates a transformation in learning approaches, including in Digital Economics courses. However, the available instructional media have not fully addressed students' needs in understanding technology-based economic concepts. This study aims to analyze the need for developing interactive e-module–based learning media in digital economics to enhance students’ economic literacy. This research employs a descriptive quantitative approach, involving 20 students from the Economic Education Program at Universitas Muhammadiyah Metro who had previously completed the Digital Economics course. The data were collected using a student questionnaire focused on their expectations regarding e-module features, covering eight key indicators. The results show that most students expect learning media to be interactive, user-friendly, visually appealing, and integrated with real-world digital economic practices. These findings highlight the urgency of developing adaptive interactive e-modules that align with the characteristics of the digital generation and support active learning processes. The study concludes that students have high expectations for the presence of digital economics learning media capable of enhancing economic literacy and overall learning engagement.