Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN PRAKTIK IBADAH BAGI ANAK MIGRAN INDONESIA DI PKBM PNF KBRI KUALA LUMPUR Muhammad Zidan Irfani; Siti Luluk Nafisah; Wahyuning Untari; Rendi Kurniawan; Qurroti A’yun; Shohenuddin
BHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 01 (2026): Juni
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/bjppm.v5i01.9199

Abstract

This activity aims to strengthen Indonesian migrant children’s understanding and practice of Islamic prayer (shalat) through structured and contextual religious education at PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur. This community service activity was carried out using the Service Learning approach, with methods including demonstration, direct practice, and reflective debriefing. The activity was conducted on 6–9 October 2025, involving 42 students from grades V and VI. Data were collected through participatory observation, informal interviews, and activity documentation. The results showed that contextual mentoring through demonstration and repeated practice significantly improved students’ accuracy in performing prayer movements and recitations, as well as their self-confidence and religious awareness. This activity demonstrates that PKBM can serve as a primary center for spiritual formation and religious habituation for Indonesian migrant children abroad.
PENGUATAN PRAKTIK IBADAH BAGI ANAK MIGRAN INDONESIA DI PKBM PNF KBRI KUALA LUMPUR Muhammad Zidan Irfani; Siti Luluk Nafisah; Wahyuning Untari; Rendi Kurniawan; Qurroti A’yun; Shohenuddin
BHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 01 (2026): Juni
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/bjppm.v5i01.9199

Abstract

This activity aims to strengthen Indonesian migrant children’s understanding and practice of Islamic prayer (shalat) through structured and contextual religious education at PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur. This community service activity was carried out using the Service Learning approach, with methods including demonstration, direct practice, and reflective debriefing. The activity was conducted on 6–9 October 2025, involving 42 students from grades V and VI. Data were collected through participatory observation, informal interviews, and activity documentation. The results showed that contextual mentoring through demonstration and repeated practice significantly improved students’ accuracy in performing prayer movements and recitations, as well as their self-confidence and religious awareness. This activity demonstrates that PKBM can serve as a primary center for spiritual formation and religious habituation for Indonesian migrant children abroad.
Pendampingan Literasi Karakter Anti-Bullying Melalui Media Pop-Up Book Bagi Anak Migran Di PKBM PNF Kuala Lumpur Rendi Kurniawan; Qurroti A’yun; Ahmad Ihwanul Muttaqin; Ahmad Hafidz Lubis
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i2.4621

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan masalah serius yang memengaruhi perkembangan psikososial anak-anak di sekolah. Anak-anak migran Indonesia di Malaysia menghadapi tantangan tambahan dalam memperoleh pendidikan, seperti keterbatasan akses, hambatan bahasa, stigma sosial, dan status hukum yang rentan. Penelitian pengabdian masyarakat ini mendeskripsikan program literasi karakter anti-bullying berbasis service learning di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PNF KBRI Kuala Lumpur. Program dirancang interaktif melalui media pop-up book kontekstual sebagai alat belajar kreatif. Sebanyak 15 siswa kelas 4 (usia 11–13 tahun) terlibat aktif dalam proses perencanaan, pembuatan, dan pembelajaran media tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi berkelanjutan, wawancara mendalam, dokumentasi, serta ujian tertulis (pretest-posttest) tentang pengetahuan bullying dan nilai karakter. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata pretest sekitar 40,7 meningkat menjadi 73,0 pada posttest, dengan semua peserta menunjukkan kemajuan pemahaman dan sikap positif terhadap karakter anti-bullying. Program ini juga berhasil menumbuhkan empati, toleransi, dan kepedulian sosial antar peserta. Observasi dan refleksi bersama guru menunjukkan perubahan perilaku, di mana peserta menjadi lebih aktif mendiskusikan bullying dan lebih peduli pada teman. Temuan selaras dengan studi sebelumnya yang menunjukkan penggunaan buku pop-up efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap bullying dan memperkuat nilai empati serta saling menghargai. Kesimpulannya, pendekatan pembelajaran partisipatif dengan media pop-up book efektif dalam membentuk karakter anti-bullying pada anak migran. Rekomendasi meliputi pengembangan program serupa yang lebih berkelanjutan dan penyebaran metode ini di lembaga pendidikan nonformal migran untuk memperkuat lingkungan belajar inklusif bebas perundungan.