Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Humans in the Perspective of the Qur'an and Its Implications for the Development of Student Character in Elementary Education Alam Jaya; Nurlidiawati Nurlidiawati; Afifuddin Harisah
Journal of Contemporary Islamic Primary Education Vol 4 No 3 (2026): April: Quality of Basic Education in the Indonesian context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcipe.v4i3.676

Abstract

This study discusses the concept of human beings in the perspective of the Qur’an and its relevance to character education development in basic education. This research employed a descriptive qualitative method using a library research approach. The findings reveal that humans are monodualistic beings possessing intellect, nafs, qalb, ruh, and fitrah which must be developed in balance through Islamic education. Qur’an-based character education plays an important role in shaping students who are moral, responsible, and spiritually, intellectually, emotionally, and socially balanced. Character development is carried out through teaching, role modeling, habituation, and collaboration between teachers and parents in addressing the challenges of the digital era.
Transformasi Al-Qur’an dari Lisan ke Lembaran: Proses Jam’ul Qur’an dan Implikasinya pada Pendidikan Modern Alam Jaya; Awaliah Musgamy; M. Rusdi T
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.573

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses Jam’ul Qur’an sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga para khalifah dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghimpunan Al-Qur’an dilakukan melalui hafalan dan penulisan, kemudian dikonsolidasikan pada masa Abu Bakar dan distandardisasi pada masa Utsman bin Affan untuk menjaga keaslian dan keseragaman bacaan. Proses ini membuktikan bahwa Al-Qur’an terjaga secara historis dan metodologis. Selain itu, nilai-nilai seperti ketelitian, integritas, dan disiplin yang terkandung di dalamnya relevan untuk diimplementasikan dalam budaya akademik di dunia pendidikan.