Ramdani Nopandri
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

A Love-Based Curriculum from a Hadith Perspective: A Conceptual Analysis of the Integration of Values of Compassion and Ahlak in Islamic Religious Education Asep Hikmatullah; Moh. Nasir; Ramdani Nopandri; Namiyah Fitriani; Ibnu Imam Al Ayyubi
-
Publisher : AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/arrasyid.v6i1.29741

Abstract

This study aims to analyze a love-based curriculum from the perspective of hadith and the integration of compassion and moral values (akhlak) in Islamic religious education. This research employs a qualitative approach of the library research type and the thematic (maudhu'i) approach to hadith studies. The results show that compassion is a fundamental aspect of Islamic teachings. The Prophet's hadiths not only serve as a normative source of Islamic teachings but also possess significant pedagogical dimensions in building an educational paradigm. The values contained in the hadiths, such as rahmah (mercy/compassion), empathy, gentleness, social care, and morals (akhlak), constitute the primary foundation for designing a humanistic curriculum. The love-based curriculum model from the hadith perspective consists of three main components. First, the source of values, namely the hadiths of Prophet Muhammad (peace be upon him) which contain the principles of compassion and morals as the theological basis of education. Second, the core values, which include rahmah, empathy, gentleness, care, and morals (akhlak), serving as the foundation in education. Third, curriculum integration, i.e., the application of these values into the main components of the Islamic religious education curriculum: objectives, content or materials, methods, and learning evaluation.
Isti'arah dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Pemahaman Makna pada Pembelajaran Bahasa Arab Mely Rahmadani; Nabila Umayrah; Rihla Ilmiah Baso; Ramdani Nopandri; Dailatus Syamsiyah
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep isti'arah (metafora) dalam Al-Qur'an dan implikasinya terhadap pemahaman makna dalam pembelajaran bahasa Arab. Isti'arah merupakan salah satu uslub yang paling dominan dalam ilmu bayan yang berfungsi untuk memperindah ekspresi sekaligus memperdalam makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis berdasarkan riset pustaka. Data dikumpulkan dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung isti'arah, khususnya isti'arah tasrihiyah, makniyah, tamtsiliyah, ashliyah, dan taba'iyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isti'arah dalam Al-Qur'an berfungsi sebagai perangkat retorika yang ampuh untuk menyampaikan makna yang mendalam secara estetis. Implikasi pedagogisnya adalah perlunya mengintegrasikan studi balaghah, khususnya isti'arah, ke dalam kurikulum pembelajaran bahasa Arab agar siswa dapat memahami teks-teks Al-Qur'an secara komprehensif. Pendekatan berbasis isti'arah telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan analisis makna dan apresiasi siswa terhadap sastra Arab.
Peran Al-Qashr dalam Membangun Argumentasi Persuasif Bahasa Arab Ramdani Nopandri; Dailatus Syamsiyah; Asep Hikmatullah; M. Huzaeni; Ghina Ramadhanianty
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.260

Abstract

Studi ini meneliti peran al-qashr sebagai perangkat retorika dalam balaghah Arab dalam membangun argumentasi persuasif. Al-qashr, yang membatasi makna pada satu titik referensi, merupakan salah satu alat retorika Arab yang paling efektif untuk menyampaikan proposisi yang tegas dan eksklusif. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik, studi ini menganalisis teks-teks Arab klasik termasuk ayat-ayat Al-Quran untuk mengidentifikasi bagaimana empat bentuk utama al-qashr (nafy-istitsna, innama, taqdim, dan dhamir fashl) berkontribusi pada kekuatan persuasif. Temuan menunjukkan bahwa al-qashr meningkatkan argumentasi dengan mempertajam fokus klaim, menghilangkan ambiguitas semantik, memperkuat eksklusivitas proposisi, dan menghasilkan dampak emosional dan intelektual yang kuat pada audiens. Studi ini berkontribusi pada pemahaman retorika Arab dan aplikasi pedagogisnya dalam pendidikan bahasa Arab.