Herbowo, Ardia Candra Fajar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perubahan dan Pemanfaatan Lahan Perkebunan Menjadi Sektor Perindustrian di Boyolali terhadap Aspek Ekologi, Ekonomi, dan Sosial Budaya Putri, Anisa Eka; Riadi, Aisyah Aida; Herbowo, Ardia Candra Fajar; Aftsari, Ayu Intan; Waskito, Daffa' Nur; Hidayat, Agung; Sunarhadi, Muhammad Amin
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 2 (2024): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i2.99846

Abstract

The increase in industrial areas located in Butuh Village, Mojosongo District, Boyolali Regency has a significant impact on land use. This is because changes in industrial land have disrupted agricultural and plantation activities which are still actively producing. This change in land use was due to an increase in the mobilization of the population in the village of Need, the socio-economic conditions of agriculture, and government policies related to changes in land use. This study aims to determine the condition of changes in land use through remote sensing digital imagery. The method used in this study is an overlay technique using ArcGIS with Geographic Information System (GIS) analysis. The analysis method used is spatial analysis and statistical analysis with a qualitative method approach. After a comparison was made with the overlay technique on Google Earth between 2009 and 2020, there was a significant change in land use
Kandungan Kadmium (Cd) pada Jenis Beras C4 Super, C4 Raja, Mentik, dan Rojolele Agustin, Yonanda Surya; Syahrani, Lathifa Putri Wiedhya; Taqwim, Muhammad Hanif Ahsani; Arlysia, Vidda; Herbowo, Ardia Candra Fajar
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 2 (2024): September
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i2.98161

Abstract

Beras merupakan sumber pangan pokok bagi masyarakat Indonesia sehingga kualitasnya perlu diperhatikan. Salah satu zat yang menjadi kontaminan dalam beras adalah logam berat kadmium. logam ini memiliki sifat toksik bagi tubuh manusia apabila terkonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar logam kadmium (Cd) dalam 4 jenis beras yang beredar di masyarakat meliputi beras jenis C4 Super, C4 Raja, mentik, dan rajalele menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (SSA). Hasil analisis kandungan kadmium (Cd) dari keempat sampel menunjukkan indikasi kandungan logam berat kadmium dari mulai terendah sampai tertinggi yaitu jenis Menthik dengan kandungan logam berat 1,0913 mg/Kg. Kadar logam berat terendah berikutnya yaitu Rojolele dengan kandungan logam berat 1,1415 mg/Kg. Kadar logam berat C4 Super sebesar 1,147 mg/Kg dan kadar logam berat tertinggi yaitu C4 Raja 1,1568 mg/Kg. Dari hasil tersebut menunjukkan semua hasilnya diatas 0,4 mg/Kg artinya semua sampel tersebut melebihi baku mutu kandungan Cd pada beras sesuai dengan SNI 7287 : 2009. Logam berat Kadmium (Cd) memberikan dampak negatif pada aspek abiotik, biotik, dan kultural. Dampak yang timbul pada aspek abiotik dapat berupa penurunan kualitas tanah. Dampak pada aspek biotik berupa akumulasi logam berat kadmium (Cd) pada tanaman dan produk tanaman yang dihasilkan yang nantinya akan mengalami biomagnifikasi. Dampak pada aspek kultural berupa terganggunya keseimbangan biologis dan kesehatan manusia yang dapat menyebabkan kerusakan organ. Upaya rekomendasi yang dapat ditawarkan untuk meminimalkan potensi terjadinya cemaran logam berat kadmium (Cd) terutama di sektor pertanian adalah dengan mengganti pupuk kimia menjadi pupuk organik, menggunakan adsorben berupa arang aktif, dan memanfaatkan teknik fitoremediasi menggunakan Impatiens balsamina L. dan bunga Mirabilis jalapa L. untuk mengurangi kadar kadmium di dalam tanah.