Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Respon Antibiotik Salmonella typhi pada Anak dengan Demam Tifoid Febilla Naili Alfalah; Intanri Kurniati; Dian Isti Angraini; Oktadoni Saputra
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i3.774

Abstract

Typhoid fever is a significant health issue worldwide, especially in developing countries. The highest incidence of typhoid fever occurs in the pediatric population, particularly among school-age children. Patients often resort to self-medication with antibiotics, where chloramphenicol is the primary choice for treating typhoid fever in Indonesia. However, reports of resistance to the chloramphenicol group have been documented in some locations. A total of 8 articles are included in this literature, revealing the existence of resistant isolates in the antibiotic susceptibility test for Salmonella thypi during the primary therapy. Several cases demonstrate resistance to various antibiotics such as ceftriaxone, cefuroxime, amoxicillin, ampicillin, ciprofloxacin, augmentin, fluoroquinolones, azithromycin, and nalidixic acid. However, some drugs have proven effective, including Cefixime, ceftriaxone, chloramphenicol, ofloxacin, cefepime, quinolones, and third-generation cephalosporins, which are considered sensitive to S. Typhi.
Asap Rokok dan Pneumonia Balita: Tinjauan Literatur Muhammad Hisyam Hibaturramadhan; Oktadoni Saputra; Laisa Azka; Novita Carolia
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1060

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita, dan paparan asap rokok (second-hand smoke/SHS) merupakan faktor risiko lingkungan yang dapat dimodifikasi serta meningkatkan kerentanan terhadap infeksi saluran napas. Tinjauan ini bertujuan untuk merangkum bukti ilmiah terbaru mengenai hubungan antara paparan SHS dengan kejadian serta derajat keparahan pneumonia pada anak balita. Pendekatan tinjauan naratif sistematis dilakukan dengan menggunakan Google Scholar untuk mengidentifikasi penelitian observasional yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 di Indonesia, dengan fokus pada SHS sebagai paparan utama dan pneumonia sebagai luaran. Hasil pencarian mendapatkan 26 artikel dan sebanyak enam studi memenuhi kriteria inklusi. Artikel dianalisis dengan membuat ringkasan dan hasil dari penelitian. Seluruh studi yang dianalisis secara konsisten menunjukkan bahwa paparan SHS meningkatkan risiko pneumonia secara signifikan, dengan besar efek mulai dari dua kali lipat hingga lebih dari tiga belas kali lipat pada kondisi paparan tinggi. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku merokok orang tua berhubungan dengan derajat pneumonia yang lebih berat. Bukti mekanistik menggambarkan bahwa SHS mengganggu pembersihan mukosilier, merusak epitel saluran napas, dan melemahkan respons imun bawaan sehingga mempermudah invasi patogen. Paparan SHS merupakan determinan kuat dan dapat dicegah dalam upaya menurunkan kejadian pneumonia pada anak balita.
Peran Identitas Profesional dalam Adaptasi Mahasiswa Kedokteran di Kepaniteraan Klinik: Tinjauan Literatur Aina Wijdan Chairunisa; Rika Lisiswanti; Septia Eva Lusina; Oktadoni Saputra
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i2.9855

Abstract

Pendidikan kedokteran tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan klinis tetapi juga pada aspek profesionalisme, salah satunya adalah identitas profesional sebagai dasar dalam menjalankan peran sebagai dokter. Identitas profesional berperan penting dalam membantu mahasiswa kedokteran beradaptasi dengan lingkungan kepaniteraan klinik yang kompleks dan penuh tuntutan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji peran identitas profesional dalam mendukung adaptasi mahasiswa kedokteran di lingkungan klinik. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menganalisis 20 artikel yang diperoleh melalui basis data Google Scholar dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 2016–2025. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan identitas profesional serta keterkaitannya dengan kemampuan adaptasi mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa identitas profesional terbentuk melalui interaksi antara faktor individu, lingkungan pembelajaran klinik, pengalaman emosional, dan interaksi sosial. Identitas profesional yang berkembang secara optimal berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi mahasiswa, termasuk dalam hal pengelolaan tekanan, kepercayaan diri, dan kemampuan berinteraksi dalam praktik klinik. Dengan demikian, pembentukan identitas profesional menjadi aspek penting dalam pendidikan kedokteran untuk mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi lingkungan klinik.