Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Karakter Islami Melalui Program Keagamaan, Anti-Bullying, Dan Green Education Di TPA Al-Karim Dan Panti Asuhan Cahaya Ridho Bunda Sri Maharani; Khoirun Nisa; Ridho Arpa; Annisa Arum Pasya; Andika Saputra; Budiman Budiman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.746

Abstract

Pendidikan karakter Islami pada usia dasar sering kali menghadapi tantangan berupa fragmentasi nilai, keterbatasan sarana prasarana, serta minimnya integrasi antara aspek ritual, sosial, dan lingkungan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai karakter Islami secara simultan melalui tiga pilar program utama: transformasi pembelajaran interaktif di TPA Al-Karim, sosialisasi anti-perundungan di Panti Asuhan Cahaya Ridho Bunda, dan implementasi Green Education. Metode yang digunakan berbasis pendekatan intervensi partisipatif (participatory engagement) yang meliputi tahapan pemetaan empiris awal, perancangan media swadaya, eksekusi program berbasis experiential learning, serta evaluasi dampak melalui behavioral checklist. Hasil pengabdian menunjukkan adanya eskalasi signifikan pada tiga dimensi kesalehan mitra. Pertama, dimensi kesalehan ritual (hablum minallah) meningkat melalui penerapan metode interaktif dan repetitif yang membentuk pembiasaan otomatis (automated behavior) santri dalam hal ketepatan wudhu, gerakan shalat, dan kelancaran membaca Al-Qur'an. Kedua, dimensi kesalehan sosial (hablum minannas) tercapai secara efektif dengan reduksi perilaku perundungan verbal (verbal bullying) antaranak asuh panti setelah rekonstruksi ego sosial menggunakan doktrin teologis Ukhuwah Islamiyah dan pemanfaatan mading edukatif kolaboratif. Ketiga, dimensi kesalehan lingkungan (hablum minal ‘alam) berhasil dibentuk melalui kacamata "Ekopedagogi Islami" atau Green Islam, yang termanifestasi dalam aksi gotong royong, pengadaan tong sampah terpilah swadaya, pembuatan batas suci dari besi bekas, serta penghijauan media pot. Strategi keberlanjutan dampak (program sustainability) dijamin melalui transfer kepemilikan aset fisik secara formal kepada marbot masjid dan pengurus panti sebagai bekal kemandirian komunitas. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa penguatan karakter religius generasi muda secara berkelanjutan mutlak memerlukan sinergi yang seimbang antara kecerdasan transendental, empati sosial, dan tanggung jawab ekologis sebagai khalifah fil ardhi.
AKHLAK AS THE CROWN OF MALAY IDENTITY: THE RELEVANCE OF ISLAMIC TEACHING IN SHAPING A CHARACTER-BASED GENERATION Achmad Fadil; Lili Epi Candra Yani; Uswatun Hasanah; Mia Prianti; Sri Maharani; Julia Wulandari; Adis Margareta
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 5 No. 02 (2026): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v5i02.2508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep akhlak sebagai mahkota peradaban Melayu serta menjelaskan relevansi ajaran Islam dalam membentuk generasi yang berkarakter di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur akademik yang membahas budaya Melayu, nilai-nilai Islam, serta pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak dalam tradisi Melayu memiliki hubungan yang erat dengan ajaran Islam dan menjadi landasan dalam pembentukan etika sosial, sikap religius, tanggung jawab, serta hubungan antarmanusia yang harmonis. Pendidikan Islam berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai moral, toleransi, disiplin, integritas, dan tanggung jawab sosial kepada generasi muda. Oleh karena itu, integrasi nilai budaya Melayu dengan ajaran Islam tetap relevan sebagai fondasi penguatan pendidikan karakter dalam menghadapi tantangan kehidupan masyarakat modern dan era globalisasi.