Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dilema Guru BK: Antara Konselor Profesional dan Penegak Disiplin Sekolah Samuel E Hutajulu; Leri L Sembiring; Nusavel I Tampubolon; Viola R Malau; Yohana I C Siahaan; Sani Susanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.936

Abstract

Penelitian ini membahas dilema peran guru bimbingan dan konseling (BK) dalam menjalankan fungsi sebagai konselor profesional sekaligus sebagai pihak yang sering dilibatkan dalam penegakan disiplin sekolah. Permasalahan ini penting dikaji karena posisi guru BK yang terlalu dekat dengan urusan pelanggaran tata tertib dapat membentuk stigma bahwa ruang BK adalah tempat hukuman, bukan ruang bantuan yang aman bagi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap seorang guru BK yang telah bertugas selama empat tahun di SMA Santo Yoseph Medan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran guru BK muncul akibat penempatan struktural BK yang berdekatan dengan urusan kesiswaan, beban administratif pelanggaran, keterbatasan jumlah guru BK, serta tuntutan sekolah untuk merespons kasus kedisiplinan secara cepat. Kondisi tersebut memperkuat stigma guru BK sebagai “polisi sekolah”, menurunkan keberanian siswa untuk datang secara sukarela, dan melemahkan kepercayaan terhadap layanan konseling. Meskipun demikian, guru BK menerapkan berbagai strategi adaptif, seperti melakukan pendekatan investigatif sebelum pemberian sanksi, menjaga asas kerahasiaan, membangun komunikasi empatik, bekerja sama dengan wali kelas dan kepala sekolah, serta mengelola batas profesional untuk mencegah kelelahan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dilema guru BK merupakan persoalan sistemik, bukan semata-mata persoalan individu. Oleh karena itu, sekolah perlu memisahkan fungsi disiplin dan konseling, memperjelas SOP rujukan, menambah tenaga BK, serta memperkuat kesiapan calon guru BK melalui kurikulum LPTK
Analisis Dampak Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah terhadap Biaya Hidup dan Daya Beli Mahasiswa Universitas Negeri Medan Leri L Sembiring; Nusavel I Tampubolon; Samuel E Hutajulu; Viola R Malau; Yohana I C Siahaan; Dede Ruslan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap biaya hidup dan daya beli mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED). Fluktuasi nilai tukar merupakan salah satu indikator makroekonomi yang berpengaruh terhadap perubahan harga barang dan jasa, terutama produk yang memiliki kandungan impor. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya hidup serta menurunkan daya beli mahasiswa yang sebagian besar masih bergantung pada uang saku dengan nominal relatif tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 31 mahasiswa aktif UNIMED yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi serta persentase untuk menggambarkan tingkat kesadaran mahasiswa, dampak terhadap komponen biaya hidup, strategi adaptasi finansial, dan pengaruhnya terhadap aktivitas akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami adanya fluktuasi nilai tukar dan merasakan peningkatan biaya hidup, khususnya pada kebutuhan pangan, transportasi, serta produk kebersihan. Untuk menyesuaikan kondisi tersebut, mahasiswa melakukan berbagai strategi, antara lain mengurangi pengeluaran hiburan, memilih produk yang lebih ekonomis, mengurangi frekuensi makan di luar, dan mencari tambahan pendapatan. Selain berdampak pada aspek ekonomi, tekanan finansial juga memengaruhi konsentrasi belajar dan kualitas akademik mahasiswa. Temuan ini menguatkan teori inflasi impor, daya beli, dan perilaku konsumsi bahwa pelemahan nilai tukar dapat mengurangi kemampuan konsumsi kelompok berpendapatan tetap. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan mahasiswa dalam merumuskan kebijakan serta strategi adaptasi terhadap dampak fluktuasi nilai tukar.