Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Role of Education in Tourism Development: Focus on Attractions, Amenities, and Accessibility Ridho Rafqi Ilhamalimy; Achmad Husen Husen; SUPARNO SUPARNO SUPARNO; DONI SUGIANTO SIHOTANG; SURATMAN SURATMAN SURATMAN
BASKARA : Journal of Business and Entrepreneurship Vol. 7 No. 2 (2025): BASKARA: Journal of Business and Entrepreneurship
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54268/baskara.v7i2.25224

Abstract

This study aims to develop a theoretical proposition concerning the role of education in tourism development based on the core components of attractions, amenities, and accessibility (commonly referred to as the 3A framework). The background of this research lies in the limited integration of educational strategies in shaping sustainable and competitive tourism sectors. Education is identified as a key factor in enhancing human resource capabilities, facility management, and accessibility planning—primarily through vocational training, curriculum development, and knowledge-based policy-making. The study employs a qualitative method using literature review and bibliometric analysis with the aid of Vosviewer software. The research offers a theoretical and historical analysis of how education supports tourism development by improving the quality and sustainability of attractions, enhancing the management and service standards of amenities, and increasing accessibility through inclusive policy frameworks and data-driven infrastructure planning. The findings suggest that the effectiveness of the 3A components is significantly influenced by the educational capacity and competencies of tourism stakeholders. This paper provides a conceptual foundation for future studies and recommends further empirical investigation using exploratory or confirmatory factor analysis. Future researchers are encouraged to examine the causal relationships between educational strategies and the enhancement of tourism infrastructure and services using quantitative and multilevel analytical methods.
TRANSFORMASI POTENSI BUDAYA LASEM MELALUI EKONOMI KREATIF DIGITAL SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS LOKAL Ganjar Wibowo; Annisa Retno Utami; Doni Sugianto Sihotang; Muhammad Akmal Fahrireza
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi potensi budaya Lasem melalui ekonomi kreatif digital sebagai strategi pengembangan kewirausahaan berbasis lokal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap 6 informan kunci yang terdiri dari pelaku usaha batik, penggiat budaya, pengelola wisata, dan komunitas lokal, serta didukung analisis dokumen transkrip lapangan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa Lasem memiliki potensi budaya yang kuat melalui batik tulis, akulturasi budaya Tionghoa-Jawa, serta warisan sejarah yang kaya, namun menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan promosi digital, minimnya regenerasi pelaku budaya, dan kurangnya dukungan pemerintah daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa digitalisasi belum dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam pemasaran berbasis media sosial, digital branding, dan pengembangan konten budaya. Di sisi lain, peluang ekonomi kreatif muncul melalui penguatan storytelling budaya, pengembangan wisata heritage berbasis digital, serta inovasi produk kreatif seperti batik modern dan konten kreator budaya. Penelitian ini menghasilkan model integratif yang menghubungkan budaya lokal, digitalisasi, kewirausahaan, dan nilai ekonomi. Kesimpulannya, transformasi digital menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing kewirausahaan berbasis budaya serta mendorong keberlanjutan ekonomi lokal di Lasem.
MEMASARKAN WARISAN KULINER LOKAL: EKSPLORASI KUALITATIF FAKTOR PENDORONG NIAT MEMBELI TEMPE BENGUK Yanti Susanti; Ela Nurlaela; Fajar Cahyo Utomo; Ikhsan Kamil; Ellena Nurfazria Handayani; Doni Sugianto Sihotang
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 2 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 2 SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i2.41297

Abstract

Pangan lokal tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya, tradisi, komunitas, dan karakter suatu tempat. Dalam konteks persaingan pasar pangan yang semakin dinamis, warisan kuliner lokal seperti Tempe Benguk menghadapi tantangan untuk mempertahankan keberadaannya sekaligus memperoleh perhatian konsumen kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara kualitatif faktor-faktor yang mendorong niat membeli Tempe Benguk sebagai produk pangan sekaligus warisan kuliner lokal Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan melibatkan 913 partisipan masyarakat Indonesia. Data dikumpulkan melalui survei daring yang terdiri atas lima pertanyaan terbuka dan dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna yang paling dominan dalam respons partisipan. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama yang paling sering muncul, yaitu cultural authenticity and local identity, perceived product value, community and ethical value, local product preference, place attachment, serta digital promotion and social media exposure. Temuan menunjukkan bahwa niat membeli Tempe Benguk tidak semata-mata didasarkan pada evaluasi kualitas, rasa, atau atribut fisik, tetapi terbentuk melalui kombinasi nilai fungsional, budaya, sosial, emosional, geografis, dan komunikasi digital. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan pemahaman mengenai niat membeli pangan warisan lokal sebagai culturally embedded purchase intention, yaitu niat membeli yang tertanam dalam hubungan konsumen dengan identitas budaya, tempat, komunitas, dan makna produk. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur pemasaran pangan lokal sekaligus menawarkan dasar praktis untuk mengembangkan strategi pemasaran Tempe Benguk berbasis heritage, place, community, dan digital storytelling.