Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Terhadap Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) Di Desa Kampung Beru Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar Tahun 2020 Asyima Arifuddin; Nikra Nikrawati
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37337/jkdp.v4i2.161

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) sekumpulan gejala yang terjadi pada wanita sebelum mengalami mentsruasi, yang ditandai dengan gejala berupa nyeri pada payudara dan perubahaan mood. Hal ini dapat dicegah dan ditangani. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) tahun 2020. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara Total Sampling dengan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) dengan jumlah populasi sebanyak 59 orang dan jumlah sampel sebanyak 59 orang dengan diperoleh variable pengetahuan remaja putri p=0,037 < α=0,05, artinya ada hubungan pengetahuan remaja putri terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) dan pada variable sikap remaja putri didapatkan hasil p=0,015 < α=0,05, artinya ada hubungan sikap remaja putri terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) di Desa Kampung Beru, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Tahun 2020. Saran perlunya sosialisasi petugas kesehatan terhadap remaja putri dengan melakukan penyuluhan mengenai Premenstrual Syndrome (PMS) agar remaja putri lebih mengetahui cara menangani dan mencegah terjadinya Premenstrual Syndrome (PMS)
Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Video Sadari Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Santriwati Pondok Pesantren Tarbiyah Takalar Asyima Arifuddin; Basuki Rahmat MS
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Delima Kesehatan Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.551 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v5i1.218

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker paling umum terjadi di dunia dengan jumlah presentase yangtinggi. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pemeriksaanpayudara sendiri (SADARI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruhPenggunaan media audio visual video sadari terhadap tingkat pengetahuan dan sikap santriwatipondok pesantren tarbiyah takalar. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, denganpendekatan one group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Santriwatiyang berada di pondok pesantren tarbiyah takalar yang berjumlah 30 orang. Tehnik pengambilansampel menggunakan tehnik accidental sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kebetulanbertemu dengan peneliti. Analisa data dilakukan dengan menggunakan Uji Normalitas dan UjiStatistik yang alternatifnya Uji Wilcoxon. Hasil Uji Normaltas dengan menggunakan KolmogorovSmirnov diperoleh untuk variabel pengetahuan dan sikap peserta Penggunaan p=0,00 < ɑ = 0,05artinya data tidak berdistribusi normal berdistribusi normal. Sedangkan uji statistic (Uji Wilcoxon)diperoleh data p=0,00 < ɑ = 0,05 artinya terdapat perbedaan tingkatan pengetahuan dan sikap yangbermakna setelah peserta mengikuti Penggunaan. Hasil penelitian Penggunaan pemeriksaanpayudara sendiri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan dan sikapdalam pemeriksaan payudara sendiri yang ditunjukkan dari nilai hitung p=0,000 < ɑ=0,05. Kesimpulan Penggunaan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap tentang pemeriksaanpayudara sendiri sebelum dan sesudah mengikuti Penggunaan
Gambaran Sikap Wus (Wanita Usia Subur) Tentang Personal Hygiene Disituasi Pasca Banjir Di Kelurahan Rappokalling Makassar Tahun 2022 Asyima Arifuddin; Ikrawanty Ayu Wulandari; Aghista Eka Pratiwi
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.94 KB) | DOI: 10.37337/jkdp.v6i1.268

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sikap WUS (Wanita usia subur) tentang personal hygiene disituasi pasca banjir di Kelurahan Rappokalling Makassar. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional yaitu dengan pendekatan deskriptif, untuk mengetahui gambaran sikap WUS (Wanita Usia Subur) terhadap personal hygiene di Kelurahan Rappokalling Makassar dengan jumlah populasi yaitu semua WUS (Wanita usia subur) yang terkena dampak banjir di Kelurahan Rappokalling yaitu dengan jumlah sample sebanyak 53 orang dengan menggunakan Teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran sikap ibu terhadap personal hygiene disituasi pasca banjir di Kelurahan Rappokalling Makassar dengan sikap yang baik sebanyak 40 orang (75.4%) dan yang memiliki sikap kurang baik yaitu sebanyak 13 orang (24.6%). dapat disimpulkan bahwa gambaran sikap WUS (Wanita Usia Subur) terhadap personal hygiene disituasi pasca banjir di Kelurahan Rappokalling Makassar sudah baik dengan melihat hasil yang telah didapatkan. Maka disarankan masih perlu ditingkatkan edukasi oleh tenaga Kesehatan dan pemerintah setempat kepada masyarakat khususnya kepada WUS (Wanita usia subur) mengenai dampak atau resiko yang akan terjadi jika tidak peduli terhadap personal hygiene.
PENGARUH KEADILAN ORGANISASI DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PEGAWAI HARIAN LEPAS (PHL) DI RUMAH SAKIT TK.II 14.05.01 PELAMONIA MAKASSAR Mohammad Ardani Samad; Dian Ekawaty; Fauziah Botutihe; Asyima; Windi Wulandari
Public Health And Medicine Journal Vol. 2 No. 3 (2024): PAMA Edisi Oktober, 2024
Publisher : ILRSCentre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59583/pama.v2i3.131

Abstract

Seorang Pegawai harian lepas sebagai pemberi kinerja dengan rutinitas kerja yang kompleks membutuhkan orang–orang yang memiliki komitmen tinggi di rumah sakit. Keadilan organisasi dan kecerdasan emosional menjadi konsep yang penting agar pegawai memiliki Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang tinggi yang di percaya kefektifan organisasi. Tujuan penelitian ini, bertujuan untuk menganalisis pengaruh keadilan organisasi kecerdasan emosional terhadap OCB pada pegawai harian lepas di rumah sakit Tk. II 14.05.01 Pelamonia Makassar. Metode, Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional Study. Sampel sebanyak 223 pegawai dipilih dengan teknik Simple random sampling. Kriteria sampel yaitu semua pegawai harian lepas yang hadir. Data di analisis dengan menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa (1) keadilan organisasi yaitu keadilan distributif, keadilan procedural, dan keadilan interaksional (2) kecerdasan emosional yaitu, self regulation, emphaty, dan social skills tidak berpengaruh terhadap OCB pegawai harian lepas, (2) Keadilan organisasi dan kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap OCB pegawai harian lepas. Kesimpulan Penelitian ini, keadilan organisasi dan kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap OCB pada pegawai harian lepas di rumah sakit Tk. II 14.05.01 Pelamonia Makassar. Saran, disarankan pihak rumah sakit lebih memperhatikan keadilan distributif, keadilan procedural, dan keadilan interaksional terhadap pegawai harian lepas dan memberikan pelatihan kepada pegawai harian lepas yang berkaitan dengan kecerdasan emosional.
The Relationship Between Mothers’ Knowledge and Attitudes Toward Reproductive Health Preparedness in Disaster Situations in East Polongbangkeng District, Takalar Regency, 2026 Ruqaiyah Ruqaiyah; Noviyani Hartuti; Yoan Putri Praditia Susanto; Asyima Asyima; Fatmawati Amir; Basuki Rahmat MS; Sahabuddin Sahabuddin; Ayatullah Harun
International Journal of Health and Social Behavior Vol. 3 No. 2 (2026): May: International Journal of Health and Social Behavior
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhsb.v3i2.616

Abstract

Women’s reproductive health is a particularly vulnerable aspect of well-being in disaster situations, making maternal preparedness essential for minimizing health risks. This study aims to analyze the relationship between mothers’ knowledge and attitudes toward reproductive health preparedness in disaster situations in East Polongbangkeng District, Takalar Regency, 2026. A quantitative observational analytic design with a cross-sectional approach was employed. A total of 117 mothers were recruited as respondents based on established inclusion criteria. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analyses using the chi-square test at a significance level of α = 0.05. Results showed that the majority of respondents had good knowledge (82.1%), good attitudes (94.0%), and good preparedness (78.6%). Statistically significant associations were found between mothers’ knowledge and reproductive health preparedness (p = 0.003), and between mothers’ attitudes and reproductive health preparedness (p = 0.037). It is concluded that better maternal knowledge and attitudes are associated with better reproductive health preparedness in disaster situations. Health centers and healthcare workers are recommended to strengthen community-based reproductive health preparedness education and promotion in disaster-prone areas.
Disaster Preparedness and Response Training in Batua Village, Makassar City Noviyani Hartuti; Yoan Putri Praditia; Asyima; Ruqaiyah
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2025v3i1.2662

Abstract

Flood disasters remain one of the most frequently occurring natural disasters in Indonesia, with Makassar City and Batua Village experiencing recurring inundation almost every year. Low levels of community knowledge and the absence of structured disaster preparedness training are key factors worsening disaster impacts. This community service program aimed to strengthen community-based disaster preparedness and response capabilities in Batua Village through participatory training involving BPBD Makassar, BMKG, PMI, and the Batua Community Health Center. Methods included workshops, lectures, simulations, and the establishment of a Village Disaster Response Team (KESTANA) comprising cadres, neighborhood leaders, youth, and health workers. Post-monitoring revealed positive outcomes: communities improved knowledge of flood prevention, disaster impact mitigation, early warning access, coordination channels, and evacuation data management. Overall, 78% of participants expressed positive responses. The program demonstrates that participatory, multi-stakeholder training effectively builds grassroots disaster resilience. Follow-up simulations and continuous capacity building are strongly recommended
Cadre Mentoring in Reproductive Health Education for Adolescent Girls at Puskesmas Panambungan Makassar Asyima Asyima; Fatmawati Amir; Fauziah Botutihe; Selvi Selvi; Rahma Winahyun Jannata; Nur Putri Aulia Aulia
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2025v3i2.2664

Abstract

Adolescent girls' reproductive health remains a critical public health issue, particularly in communities with limited access to information and services. Low literacy regarding menstruation, dysmenorrhea, and reproductive hygiene makes adolescent girls vulnerable to misconceptions and inappropriate health-seeking behavior. Socio-cultural stigma further compounds the problem, preventing open discussion on reproductive health topics. This community service program aimed to empower health cadres at Puskesmas Panambungan, Makassar, as educators in adolescent reproductive health through structured short-course training and participatory extension activities. The program was conducted from May 5–10, 2025, involving 30 active cadres. Methods included cadre capacity building through lectures, interactive discussions using PowerPoint and leaflet media, as well as pre-test and post-test evaluation. Results showed a 65% increase in cadre knowledge after the intervention. Participants were actively engaged, asking questions and sharing personal experiences related to menstruation and reproductive hygiene. Cadres demonstrated their readiness to serve as facilitators and motivators for adolescent girls in their communities. These findings confirm that structured cadre mentoring combining participatory approaches and visual media is an effective strategy for improving adolescent reproductive health literacy in resource-limited settings.
The Relationship Between Knowledge and Attitudes Towards Adolescent Reproductive Health Behavior in Public High Schools of Makassar City Asyima Asyima
Proceeding of the International Conference on Health Sciences and Nursing Vol. 2 No. 1 (2025): Proceeding of the International Conference on Health Sciences and Nursing
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ichsn.v2i1.65

Abstract

Adolescence is a transitional period vulnerable to reproductive health problems. Lack of knowledge and inappropriate attitudes can affect adolescent reproductive health behavior. This study aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes towards adolescent reproductive health behavior in Public High Schools of Makassar City. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. The study population was grade X and XI students of Public High Schools in Makassar City with a total sample of 384 respondents selected using proportional stratified random sampling technique. Data were collected using validated structured questionnaires. Data analysis used chi-square test and multiple logistic regression with 95% confidence level. Of 384 respondents, 58.6% had poor knowledge, 61.2% had negative attitudes, and 64.8% had poor reproductive health behavior. Chi-square test results showed a significant relationship between knowledge and reproductive health behavior (p=0.001; OR=2.45; 95%CI:1.67-3.59) and attitudes with reproductive health behavior (p=0.000; OR=3.12; 95%CI:2.08-4.68). Multivariate analysis showed that attitude was the most dominant factor affecting adolescent reproductive health behavior (p=0.000; OR=2.89; 95%CI:1.85-4.52). There is a significant relationship between knowledge and attitudes towards adolescent reproductive health behavior. Attitude is the dominant factor affecting reproductive health behavior. Comprehensive reproductive health education programs are needed to improve knowledge and change adolescent attitudes.