Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : journal of computer science

Peramalan Penjualan Kopi di Warkop Kuphi Kruni 19 di Stabat Menggunakan Metode Moving Average Muhammad Fauzan Putra; Nandri Marsan Sitinjak; Frans Ikorasaki
NEXCORE: Journal of Computer Science & Intelligent Systems Vol. 1 No. 2 (2026): Article Research
Publisher : Soratekno Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/nexcore.v1i2.280

Abstract

Peramalan penjualan merupakan salah satu langkah penting dalam membantu pelaku usaha mengambil keputusan terkait persediaan dan strategi bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peramalan penjualan kopi di Warkop Kuphi Kruni 19 di Stabat menggunakan metode Moving Average. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penjualan kopi selama 12 bulan terakhir. Metode Moving Average dipilih karena memiliki proses perhitungan yang sederhana dan mampu memberikan hasil peramalan berdasarkan rata-rata data historis penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Moving Average dapat digunakan untuk memperkirakan penjualan kopi pada periode berikutnya dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil. Berdasarkan hasil perhitungan, tren penjualan kopi mengalami peningkatan setiap bulannya sehingga metode ini dinilai efektif dalam membantu pihak warkop menentukan jumlah persediaan bahan baku dan strategi penjualan. Dengan adanya sistem peramalan penjualan, diharapkan Warkop Kuphi Kruni 19 dapat meminimalkan risiko kekurangan maupun kelebihan stok serta meningkatkan efisiensi operasional usaha.
Implementasi Composite Performance Index (CPI) Dalam Menentukan Kepala Bagian Mekanik Pada PT. ITP Berbasis Web Septri Yoga Barus; Frans Ikorasaki; Nandri Marsan Sitinjak
NEXCORE: Journal of Computer Science & Intelligent Systems Vol. 1 No. 2 (2026): Article Research
Publisher : Soratekno Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/nexcore.v1i2.281

Abstract

Penentuan kepala bagian mekanik pada perusahaan industri memerlukan proses evaluasi yang objektif, cepat, dan akurat. PT. ITP masih melakukan proses penilaian secara manual sehingga sering menimbulkan subjektivitas dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode Composite Performance Index (CPI) dalam sistem pendukung keputusan berbasis web untuk menentukan kepala bagian mekanik terbaik pada PT. ITP. Metode CPI digunakan karena mampu melakukan penilaian berdasarkan banyak kriteria dengan proses pembobotan yang terstruktur serta menghasilkan peringkat alternatif secara tepat. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kedisiplinan, pengalaman kerja, kemampuan teknis, kepemimpinan, tanggung jawab, dan komunikasi. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendukung keputusan yang dibangun mampu membantu pihak manajemen dalam menentukan kepala bagian mekanik secara lebih objektif, efektif, dan efisien. Berdasarkan hasil perhitungan metode CPI, kandidat dengan nilai tertinggi direkomendasikan sebagai kepala bagian mekanik pada PT. ITP. Dengan adanya sistem ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, transparan, dan terkomputerisasi.
Implementasi Hukum Profesi Teknologi Informasi Dalam Mewujudkan Profesionalisme, Etika, dan Perlindungan Hukum Di Era Transformasi Digital Iwan Rohman Harahap; Rahmad Yusuf Simamora; Nandri Marsan Sitinjak
NEXCORE: Journal of Computer Science & Intelligent Systems Vol. 1 No. 2 (2026): Article Research
Publisher : Soratekno Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/nexcore.v1i2.293

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor kehidupan, seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan, bisnis, dan layanan publik. Di sisi lain, kemajuan tersebut juga menimbulkan berbagai permasalahan hukum, antara lain penyalahgunaan data pribadi, pelanggaran hak kekayaan intelektual, kejahatan siber, penyebaran informasi palsu, serta akses ilegal terhadap sistem elektronik. Kondisi ini menuntut setiap profesional di bidang teknologi informasi untuk tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami dan mematuhi ketentuan hukum serta kode etik profesi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum profesi teknologi informasi dalam mewujudkan profesionalisme, etika, dan perlindungan hukum di era transformasi digital. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui kajian terhadap buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, peraturan perundang-undangan, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan hukum teknologi informasi dan etika profesi. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi konsep-konsep utama, membandingkan berbagai regulasi yang berlaku, serta mengevaluasi penerapannya dalam praktik profesi teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum profesi teknologi informasi memiliki peran strategis dalam mengatur hak, kewajiban, tanggung jawab, serta standar perilaku profesional bagi praktisi teknologi informasi. Implementasi hukum profesi mampu meningkatkan akuntabilitas, menjaga keamanan dan kerahasiaan data, melindungi hak-hak pengguna layanan digital, serta meminimalkan risiko pelanggaran hukum dan etika. Selain itu, penerapan regulasi seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), serta ketentuan mengenai Hak Kekayaan Intelektual memberikan landasan hukum yang kuat bagi penyelenggaraan sistem elektronik yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, seperti rendahnya kesadaran hukum di kalangan praktisi, pesatnya perkembangan teknologi yang melampaui pembentukan regulasi, meningkatnya ancaman kejahatan siber, serta keterbatasan kompetensi sumber daya manusia dalam memahami aspek hukum teknologi informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan hukum profesi teknologi informasi harus dilakukan secara komprehensif melalui penguatan regulasi, peningkatan kompetensi profesional, penerapan kode etik profesi, sertifikasi tenaga teknologi informasi, serta kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan pelaku industri. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang aman, terpercaya, berkeadilan, serta mendukung pembangunan nasional di era transformasi digital.