Muhammad Arisal Asad
Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI PT YAMAHA SURACOJAYA ABADI MOTOR Nurhidaya Sahlan; Andi Uceng; Muhammad Arisal Asad
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 3 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i3.1768

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan administrasi terhadap kepuasan konsumen dalam pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan pelat nomor kendaraan di PT Yamaha Suracojaya Abadi Motor Cabang Sidenreng Rappang. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih adanya keluhan dari konsumen mengenai keterlambatan penyelesaian dokumen kendaraan serta penyampaian informasi administrasi yang dinilai belum berjalan secara optimal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian berjumlah 110 konsumen, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 52 responden yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan kajian pustaka, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan administrasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan konsumen. Unsur-unsur kualitas pelayanan yang mencakup bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati terbukti memberikan kontribusi dalam meningkatkan kepuasan konsumen. Dengan demikian, semakin baik kualitas pelayanan administrasi yang diberikan, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan konsumen yang dihasilkan.
Komunikasi dalam Implementasi Kebijakan Publik: Studi Kasus Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Sidenreng Rappang Rezky Ahmadi; Erfina; Muhammad Arisal Asad; Sapri; Herman Dema
Jurnal Administrasi Publik Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52316/jap.v21i2.530

Abstract

Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan inovasi strategis pemerintah dalam meningkatkan efisiensi administrasi kependudukan dan mendukung transformasi digital pelayanan publik. Namun, implementasinya di Kabupaten Sidenreng Rappang masih menghadapi tantangan yang signifikan, ditandai dengan tingkat adopsi yang rendah akibat keterbatasan akses informasi, pemahaman masyarakat yang minim, serta ketidakkonsistenan dalam sosialisasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi komunikasi kebijakan dalam sosialisasi IKD dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Edwards III, yang menekankan tiga dimensi komunikasi, yaitu transmisi, kejelasan, dan konsistensi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transmisi informasi masih terbatas karena ketergantungan pada media sosial dan kurangnya pendekatan langsung ke masyarakat. Kejelasan informasi juga menjadi Kendal sehingga menyebabkan banyak Masyarakat yang tidak memahami manfaat, prosedur aktivasi, dan kegunaan IKD dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, inkonsistensi dalam sosialisasi kebijakan menyebabkan disparitas informasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, sehingga menghambat penerimaan masyarakat. Studi ini merekomendasikan strategi optimalisasi komunikasi kebijakan dengan memperluas cakupan sosialisasi melalui pendekatan multi-kanal yang lebih inklusif, menyederhanakan bahasa komunikasi agar lebih mudah dipahami oleh semua kelompok masyarakat, serta memperkuat koordinasi antarinstansi guna meningkatkan efektivitas implementasi IKD di Kabupaten Sidenreng Rappang.