Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrating STEAM and multimodal digital prompts for grade 5 creative poetry writing Iis Aprinawati; Nurmalina Nurmalina; Hatice Ergul
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 15 No. 1 (2026): February
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v15i1.137-150

Abstract

This qualitative descriptive–exploratory study documents the enactment of STEAM-oriented language arts instruction, supported by LCD-projected multimodal digital prompts, to scaffold Grade 5 creative poetry writing in one Indonesian elementary classroom. Addressing limited operational clarity in prior studies on digital media for poetry learning, particularly regarding stage-specific prompt functions and replicable sequencing, the study contributes a six-session instructional model specifying how prompts support observation, drafting, and revision. Data were drawn from classroom observations, semi-structured interviews with teachers and students, and analysis of poetry artefacts; a 1–4 rubric (diction, imagery, thematic alignment, originality) was used strictly for descriptive profiling. Findings are reported as data-grounded patterns: participants described prompts as useful entry points for initiating writing and elaborating imagery, while artefact excerpts indicate movement from general evaluative phrasing toward more specific sensory and figurative language, with variation across students. Interpretations remain bound to the single-classroom context and do not constitute causal or comparative claims.
Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Pantun Sekolah Dasar Furi Intan Retna Mutia; Iis Aprinawati; Putri Hana Pebriana; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi; Rusdial Marta
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.644

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan menulis pantun pada siswa sekolah dasar di kelas V UPT SD Negeri 020 Ridan Permai. penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis pantun melalui penerapan model Think Talk Write (TTW) di kelas V SD Negeri 020 Ridan Permai.penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus 2 kali pertemuan. subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V UPT SD Negeri 020 Ridan Permai yang berjumlah 22 orang siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan.Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, lembar tes, dan lembar dokumentasiBerdasarkan hasil penelitian peningkatan keterampilan menulis pantun siswa siklus II pertemuan I yang berjumlah 22 siswa, yang mencapai kategori yang telah ditentukan peneliti yaitu dengan kategori sangat baik dengan nilai 92-100 sebanyak 18 siswa dengan nilai 81,81% secara klasikal dan pada pertemuan II menjadi 95,45% secara klasikal. Siklus I dan Siklus II memiliki peningkatan, dan sudah mencapai kategori dengan nilai minimal 75% secara klasikal pada siklus II. Bagi penelitian Selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi yang baik bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan model Think Talk Write (TTW)di Sekolah Dasar lainnya, sehingga dapat meningkatkan keterampilan menulis pantun siswa di sekolah tersebut.
Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Anak Didik: Studi Kasus di SMPN 2 Bangkinang Kota Citra Ayu; Iis Aprinawati; Marwa Alya Sukainah; Nazilla Sofia; Sumianto Sumianto; Indriyanto Indriyanto
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.182

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam sistem pendidikan formal, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama yang menjadi fase transisi perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidik dalam membentuk karakter anak didik di SMP Negeri 2 Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan lima guru dan sepuluh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai teladan, fasilitator nilai, serta pembimbing moral dalam kehidupan sekolah. Keteladanan, konsistensi sikap, dan kualitas interaksi guru–siswa berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter akan berjalan efektif apabila nilai-nilai moral diintegrasikan secara sadar, sistematis, dan berkelanjutan dalam praktik pembelajaran.
Peran Pendidik dalam Membentuk Karakter Anak Didik: Studi Kasus di SMPN 2 Bangkinang Kota Citra Ayu; Iis Aprinawati; Marwa Alya Sukainah; Nazilla Sofia; Sumianto Sumianto; Yenny Fitra Surya; Indriyanto Indriyanto
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.182

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam sistem pendidikan formal, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama yang menjadi fase transisi perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidik dalam membentuk karakter anak didik di SMP Negeri 2 Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan lima guru dan sepuluh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai teladan, fasilitator nilai, serta pembimbing moral dalam kehidupan sekolah. Keteladanan, konsistensi sikap, dan kualitas interaksi guru–siswa berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter akan berjalan efektif apabila nilai-nilai moral diintegrasikan secara sadar, sistematis, dan berkelanjutan dalam praktik pembelajaran.