Muhammad Yamin
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Samawa, Sumbawa Besar, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REPRESENTASI SIMBOLIK MOTIF KERE ALANG SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SUMBAWA Ieke Wulan Ayu; Erma Suryani; Syarif Fitriyanto; M Anugerah Puji Sakti; Muhammad Yamin
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2436

Abstract

Kere Alang merupakan wastra tradisional khas Sumbawa yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung nilai historis, filosofis, sosial, dan religius. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi simbolik motif Kere Alang sebagai identitas budaya masyarakat Sumbawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi simbolik motif kere alang sebagai identitas budaya masyarakat sumbawa. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Desember 2025-April tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan Miles Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif Kere Alang merepresentasikan kehidupan agraris, nilai kebersamaan, kekerabatan, spiritualitas, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam. Setiap motif dan warna memiliki makna simbolik yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk komunikasi budaya masyarakat Samawa. Kere Alang juga berfungsi sebagai simbol identitas budaya lokal yang digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan sosial. Namun, modernisasi dan globalisasi menyebabkan terjadinya pergeseran makna Kere Alang menjadi sekadar produk estetis dan fesyen. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian melalui dokumentasi, edukasi budaya, dan penguatan nilai-nilai lokal agar eksistensi Kere Alang tetap terjaga sebagai warisan budaya masyarakat Sumbawa.Bottom of Form
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI NOMOR 97 TAHUN 2020 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN SUMBAWA (Studi Kasus di Kecamatan Utan) Muhammad Salahuddin; Wulan Sawitri; Muhammad Yamin
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2450

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 97 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting sebagai upaya mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Bupati tersebut di Kecamatan Utan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Bupati Nomor 97 Tahun 2020 di Kecamatan Utan telah berjalan namun masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta koordinasi antar instansi yang belum optimal. Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen pemerintah daerah, partisipasi masyarakat, dan kerjasama lintas sektor. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam program pencegahan dan penanganan stunting.
PERAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SUMBAWA Muhammad Yamin; Muhammad Yudi Ramadawansyah; Amilan Hatta
Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/kapitaselekta.v7i1.2452

Abstract

Mutu pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di suatu daerah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar melalui berbagai kebijakan dan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas peran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar mencakup empat aspek utama: peran sebagai regulator, peran sebagai fasilitator, peran sebagai supervisor, dan peran sebagai inovator. Faktor pendukung peran dinas meliputi komitmen pemerintah daerah, dukungan anggaran, dan kerjasama dengan berbagai pihak. Sementara faktor penghambatnya adalah keterbatasan sumber daya manusia, distribusi guru yang tidak merata, kurangnya sarana dan prasarana di sekolah pedesaan, serta rendahnya partisipasi orang tua dalam pendidikan anak. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik, pemerataan sarana prasarana pendidikan, penguatan peran serta masyarakat, serta pengembangan program inovatif berbasis teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sumbawa.