Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Clean and Healthy Living Behavior among Students of Islamic Boarding Schools Yenny Rachmawati; Citra Ariani; Sulpiana Sulpiana; Desdiani Desdiani
Journal of Language and Health Vol. 7 No. 2 (2026): Journal of Language and Health: June 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v7i2.1243

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren), community-based institutions providing intensive Islamic and general education, play an essential role in shaping students’ daily health behaviors. However, limited health knowledge and suboptimal sanitation conditions continue to pose challenges to the promotion of clean and healthy living behavior (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, PHBS) in this environment. This Cross-sectional study assessed the PHBS knowledge, attitudes, and practices in an Islamic boarding school in Depok, West Java, Indonesia. Data were collected using a structured knowledge, daily practices, facilities and infrastructure, institutional support, sanitation, and environmental health risks. Convenience sampling was used, validity was established through theory-driven content development and face validity. Descriptive and inferential statistics were used to analyze responses and examine gender differences. Basic hygiene practices such as handwashing and bathing showed high compliance (>80%), but preventive behaviors, including vector control and environmental sanitation, remained low (<30%). Knowledge of key health issues, including HIV/AIDS transmission, was limited. Significant gender differences were found in certain practices and reported health complaints. Inadequate facilities, weak institutional support, and high exposure to environmental health risks were identified as persistent challenges. Findings highlight the need for a comprehensive, multi-level approach combining infrastructure improvements, targeted health education, and strengthened institutional roles to promote sustainable PHBS among pesantren students.
Efek Asam Klorogenat pada Ekspresi Mrna IL-6 dan CD86 Lobus Frontal Tikus Model Diabetes Mellitus Fauziyatul Munawaroh; Aisyah Amanda Hanif; Asri Ragil Kemuning; Iffa Mutmainah; Yenny Rachmawati; Naufal Muharam Nurdin
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i4.1815

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronik dengan berbagai komplikasi, salah satunya yaitu Encephalopati Diabetikum (ED). Hiperglikemia pada DM akan mengakibatkan neuroinflamasi melalui jalur M1 proinflamatorik. Beberapa agen proinflamatori akan meningkat dengan aktifnya jalur ini, seperti IL-6. Neuroglia kemudian teraktivasi dan mengekspresikan CD86 pada membran sel. Asam klorogenat (CGA) merupakan senyawa polyphenol pada kopi  yang  memiliki  efek antiinflamasi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas efek CGA pada aktivasi mikroglia jalur M1 dengan melihat ekspresi mRNA IL-6 dan CD86 pada lobus frontal tikus dengan model DM. Metode: 24 ekor tikus jantan secara acak dibagi menjadi enam kelompok yaitu :  kontrol,   DM 1,5 bulan dan DM 2 bulan,  dan kelompok dengan pemberian  CGA dengan  tiga  dosis  berbeda  (CGA1,  CGA2,  CGA3).  Jaringan lobus frontal diambil untuk analisa ekspresi mRNA IL-6 dan CD86 menggunakan RT-PCR. Hasil: Ekspresi mRNA IL-6 lobus frontal berbeda signifikan antara kelompok kontrol dengan DM1,5 (p=0.010); kontrol dengan DM2 (p=0.001); kelompok DM2 dengan CGA2 (p=0.028). Ekspresi mRNA CD86 lobus frontal trdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dengan semua kelompok DM, baik dengan CGA atau tanpa CGA (p&lt;0.05). Kelompok DM2 berbeda signifikan dengan kelompok CGA2 (p=0.000) dan kelompok CGA3 (p=0,000). Kesimpulan: Ekspresi mRNA penanda jaras proinflamatorik M1 (IL-6 dan CD86) pada neuroinflamasi lobus frontal akibat DM lebih rendah setelah pemberian CGA dengan dosis 25 mg/KgBB.