Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ekspresi Emosional Tokoh Perempuan Dalam Novel Galaksi Kejora Karya Poppi Pertiwi Asweda; Eko Sri Israhayu; Akhmad Fauzan; Mulasih
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v8i1.8161

Abstract

Pemahaman tentang ekspresi emosional dalam sebuah karya sastra dapat menjadi gambaran emosi remaja pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ekspresi emosional dan keterkaitan bentuk ekspresi emosional dengan tipe kepribadian tokoh utama perempuan dalam novel Galaksi Kejora karya Poppi Pertiwi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra, kerena membahas masalah kejiwaan. Penelitian ini menggunakan teori Paul Ekman dan Albertine Minderop yang menghasilkan 11 bentuk ekspresi emosional. Ditemukan 14 data yang diperoleh dari novel Galaksi Kejora karya Poppi Pertiwi berupa dialog, kutipan kalimat, dan pernyataan yang menunjukkan bentuk ekspresi emosional. Hasil penelitian menunjukkan tokoh utama perempuan dalam novel Galaksi Kejora karya Poppi Pertiwi yaitu Kejora memiliki ekspresi emosional berupa rasa bersalah, menghukum diri sendiri, malu, sedih, benci, cinta, marah, muak, senang, dan terkejut. Dominasi ekspresi emosional marah, sedih, dan terkejut menunjukkan kecenderungan kepribadian introver. Bentuk ekspresi emosional Kejora disebabkan karena berbagai konflik dalam hidupnya dari keluarga, percintaan, dan pertemanan.
REPRESENTASI BUDAYA MASYARAKAT SUMATERA BARAT DALAM NOVEL INYIK BALANG KARYA ANDRE SEPTIAWAN: ANTROPOLOGI SASTRA Inaya Fatul Ifa; Mulasih; Onok Yayang Pamungkas; Akhmad Fauzan
ASMARALOKA : Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/asmaraloka.v4i2.663

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur kebudayaan masyarakat Minangkabau dalam novel Inyik Balang karya Andre Septiawan melalui pendekatan antropologi sastra. Kajian ini menggunakan teori tujuh unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat, yaitu peralatan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, dan sistem religi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data berupa kutipan narasi dan dialog dalam novel yang memuat unsur kebudayaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode baca dan catat, kemudian dianalisis dengan cara mengelompokkan data sesuai kategori unsur kebudayaan dan menafsirkan maknanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh unsur kebudayaan tersebut terdapat dalam novel. Unsur yang paling dominan adalah sistem religi. Hal ini terlihat dari penggambaran kehidupan keagamaan masyarakat, keberadaan surau, praktik doa, serta kepercayaan terhadap Harimau Putih, Orang Bunian, dan konsep Alam Sebalik Mata. Novel ini juga menampilkan penggunaan bahasa Minangkabau, struktur sosial adat, serta hubungan antara adat dan agama yang saling berkaitan. Dengan demikian, Inyik Balang merepresentasikan kebudayaan Minangkabau secara menyeluruh, dengan penekanan kuat pada aspek religi yang menyatu dengan adat dan kehidupan sosial masyarakat. Kata kunci: Kebudayaa; antropologi sastra; Minangkabau; sistem religi.
Bagaimana Penerapan Pembelajaran Mendalam Pada Pengajar PAUD? Laily Nurlina; Mulasih; Ratna Kartika Wati; Irma Galuh Prameswari
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 : Juni (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transformation of national education has encouraged educational inastitutions to implement student-centered learning that focuses on the holistic development of competencies. One of the approaches being promoted is deep learning, which emphasizes meaningful, reflective, and contextual learning experiences. However, the implementation of this approach in early childhood education still faces various challenges, particularly teacher’s limited understanding of its concept and implementation strategies. This community services program aimed to enhance the competencies of teachers at Aisyiyah Early Childhood Education Centers in Kebnaggan, Banyumas Regency, in understanding and implementing deep learning. The program was conducted through several stages, including needs assesment, concept dissemination, training workshops, lesson plan development practice, refelection, and evaluation. A total of 25 early childhood education teachers participated in the program, which was implemented using a participatory approach through interactive lectures, group discussions, learning video analysis, and group presentations. The results indicated and improvement in participants’ understanding of deep learning concept as well as their ability to design learning activities that integrated the dimensions of character development (olah hat), intellectual development (olah pikir), emotional and asesthetic development (olah rasa), and physical decelopment (olah raga0. Furthermore, participants demonstretad strong enthusiasm in developing more meaningful learning activities for young children. This program contributed to strengtheningbteacher’s pedagogical competencies and supported the implementation of educational transformation policies in early chlidhood education.