Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI KUALITAS SITE SEISMIK DI WILAYAH SUMATERA BERDASARKAN ANALISIS SPEKTRUM NOISE SEISMIK MENGGUNAKAN METODE POWER SPECTRAL DENSITY (PSD) Eka Syam Setiawan Lubis; Lailatul Husna Lubis; Renhard M Sipayung
Papua Journal of Physics Education Vol 6 No 1 (2026): Papua Journal of Physics Education (PJPE)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/pjpe.v6i1.5578

Abstract

Wilayah Sumatera merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia sehingga memerlukan sistem pemantauan seismik yang andal dan didukung oleh kualitas data seismik yang baik. Kualitas rekaman seismik dapat dipengaruhi oleh keberadaan noise yang berasal dari proses alami maupun aktivitas antropogenik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kualitas site seismik di wilayah Sumatera berdasarkan karakteristik spektrum noise menggunakan metode Power Spectral Density (PSD). Data yang digunakan berupa waveform seismik kontinu tiga komponen, yaitu Seismic Horizontal East (SHE), Seismic Horizontal North (SHN), dan Seismic Horizontal Vertical (SHZ) dari empat stasiun seismik BMKG, yaitu DDSI, LASI, LDSI, dan PLSM. Data pengamatan mencakup periode 20 Januari 2026 hingga 19 Februari 2026 dan diolah menggunakan pustaka ObsPy pada bahasa pemrograman Python. Analisis dilakukan dengan menghitung PSD pada setiap komponen dan membandingkan hasilnya terhadap kurva referensi New Low Noise Model (NLNM) dan New High Noise Model (NHNM) untuk mengevaluasi kualitas site dan karakteristik noise pada masing-masing stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh distribusi nilai PSD masih berada dalam rentang NLNM dan NHNM sehingga kualitas site seismik pada keempat stasiun tergolong baik dan stabil. Dominasi energi pada frekuensi 0,2–0,3 Hz menunjukkan karakteristik secondary microseism yang berkaitan dengan interaksi gelombang laut dan dinamika oseanik di wilayah Sumatera dan Selat Malaka. Stasiun DDSI dan LASI menunjukkan respons mikroseismik yang lebih kuat karena lokasinya relatif dekat dengan wilayah pesisir, sedangkan stasiun LDSI memiliki distribusi PSD paling mendekati kurva NLNM dengan amplitudo noise yang lebih rendah dan stabil. Sementara itu, stasiun PLSM menunjukkan sedikit peningkatan noise pada frekuensi tinggi akibat pengaruh aktivitas lokal di sekitar stasiun, meskipun masih berada dalam batas normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode PSD efektif digunakan untuk mengevaluasi kualitas site seismik serta mendukung pengelolaan dan pengembangan jaringan pemantauan gempa bumi di wilayah Sumatera.
Analisis Laju Penurunan Suhu Air Pada Termos Vs Wadah Biasa: Studi Komparatif Efisiensi Isolasi Adelyna Oktavia Nasution; Siti Annisa Pulungan; Jiyan Agustin; Elsa Shalsabilla; Arum Lailan Safitri; Fatimah Az Zahra Hanifah Isma; Aidina Seisila Yanti; Triana Adelika; Nurul Fitria Miraza; Indah Mayanisyah Putri Tanjung; Nadila Nadila; Eka Syam Setiawan Lubis; Dedek Sibuea; Anisa Ananda Putri
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7734

Abstract

Kalor selalu bergerak dari benda dengan suhu lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah sesuai dengan Hukum II Termodinamika, kemampuan sebuah wadah untuk menahan laju perpindahan panas sangat penting untuk mempertahankan suhu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ini, 250 ml air dengan suhu awal 100°C digunakan untuk memeriksa laju penurunan suhu air panas dalam termos dan wadah plastik dengan pengukuran dilakukan setiap 30 menit selama 180 menit. Menurut hasil pengamatan, suhu air dalam termos menurun lebih lambat dibandingkan dengan suhu air dalam wadah plastik. Suhu air dalam wadah plastik menurun menjadi 44,2°C pada akhir pengamatan, sementara suhu air dalam termos tetap pada 79,5°C. Perbedaan ini menunjukkan bahwa isolasi termos lebih efektif dalam mencegah perpindahan panas. Hasil penelitian kuantitatif, yang menunjukkan bahwa termos kehilangan panas lebih lambat dibandingkan wadah plastik, mendukung hal ini. Menurut konsep sistem tertutup dalam termodinamika, termos lebih efektif dalam menjaga suhu air.